RSUD Akui Kurangnya Layanan Pasien KJS

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, April 17, 2013 | 6:03 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak RSUD Pasar Rebo mengakui sistem pendaftaran bagi pasien KJS kurang begitu baik. Terutama bagi pasien lansia yang tidak ditemani oleh seorang pun pendampingnya. Namun hal itu akan diperbaiki dengan mengatur sistem pendaftaran.


"Jadi nanti dari verifikasi langsung ke Poliklinik, tidak perlu pakai surat antrean pertama lagi. Verifikasi langsung dilakukan oleh dokter atau suster perawat di poliklinik terkait," kata Kepala Satuan Pelaksana Marketing dan Humas RSUD Pasar Rebo, Deddy Suryadi, Rabu (17/4/2013).


Program baru tersebut, tutur Deddy, baru akan dilaksanakan mulai pekan depan. Pihaknya pun akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu bagi setiap tenaga medis atau pun tenaga bantuan medis di RSUD Pasar Rebo agar dapat melakukan program tersebut secara serentak.


Sementara terkait pengalaman Anselmus Waso, pria renta berusia 72 tahun yang mengaku dipingpong saat hendak berobat di RS tersebut, Deddy mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. "Tapi kalau memang benar, harus lakukan verifikasi di lantai 2," kata Deddy.


Deddy melanjutkan, pihaknya tak mau asal untuk menanggapi kasus yang dikeluhkan oleh pasien. Pihaknya harus melakukan pengecekan terlebih dahulu agar dapat diketahui bahwa kesalahan itu ada pada sang pasien atau rumah sakit. Dengan begitu, Deddy dapat mengidentifikasi masalah.


Prosedur Pasien KJS


Deddy menjelaskan, pasien KJS harus membawa surat rujukan dari puskesmas terlebih dahulu ke RSUD Pasar Rebo. Pasalnya, di puskesmas itulah pasien ditentukan apakah penyakitnya bisa disembuhkan hanya dengan pelayanan tim dokter puskesmas atau perlu penanganan rumah sakit.


Di tempatnya, lanjut Deddy, pasien KJS harus mengambil nomor antrean terlebih dahulu di lantai dasar. Setelah itu, sang pasien baru melakukan verifikasi data ke lantai dua. Setelah dianggap lengkap, baru sang pasien mengantre untuk yang kedua kali sebelum dipanggil di poliklinik yang ada dan menjalani pengobatan oleh tenaga medisnya.


"Jadi memang harus dua kali mengantre. Memang banyak sih pasien KJS kita jadi memang cukup lama mengantre masuk poliklinik," ujar Deddy.


Sebelumnya diberitakan, Anselmus Waso mengaku dipingpong oleh RSUD Pasar Rebo. Ia yang datang atas keluhan sakit pada lambung dan kedua kakinya bengkak malah disuruh ke berbagai loket yang ada tanpa hasil yang jelas. Kesal, ia pun memutuskan pergi dari rumah sakit dan meminta bantuan kerabatnya untuk berobat pada Kamis (18/4/2013) esok.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









Anda sedang membaca artikel tentang

RSUD Akui Kurangnya Layanan Pasien KJS

Dengan url

http://bloggersporting.blogspot.com/2013/04/rsud-akui-kurangnya-layanan-pasien-kjs.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

RSUD Akui Kurangnya Layanan Pasien KJS

namun jangan lupa untuk meletakkan link

RSUD Akui Kurangnya Layanan Pasien KJS

sebagai sumbernya

0 comments:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger