Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Lagi, Nasabah Bank Dirampok

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, November 6, 2012 | 6:03 PM





Lagi, Nasabah Bank Dirampok





Penulis : Ambrosius Harto Manumoyoso | Selasa, 6 November 2012 | 17:58 WIB











BEKASI, KOMPAS.com — Seorang perempuan pegawai PT Pegadaian (Persero) dirampok di halaman parkir BNI, Jalan Juanda, Kota Bekasi, Selasa (6/11/2012) pukul 13.00. Perempuan bernama Tri Jumiati (39) itu kehilangan tas berisi uang Rp 38 juta yang akan disetorkan ke BNI, telepon seluler, dan terluka di tangan kiri akibat sabetan golok perampok.


Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resor Bekasi Kota, Tri mengatakan, uang yang akan disetor itu diambil dari BCA, sekitar 500 meter dari BNI. 


Warga Tambun Selatan itu kemudian bersepeda motor menuju BNI. Setiba di halaman parkir BNI, ada dua lelaki bersepeda motor mendekat dan merampas tas berisi uang itu.


Korban berusaha mempertahankan diri, tetapi diserang oleh pelaku yang membawa golok. Korban terkena di tangan kiri.


Pelaku yang berhasil membawa kabur tas itu kemudian kabur. Pelaku berpakaian coklat dan berhelm. Korban ditolong juru parkir. Petugas satuan pengamanan membantu dengan membawa korban ke RS Bella dan melapor ke Polres Bekasi Kota.






Editor :


Marcus Suprihadi














6:03 PM | 0 comments | Read More

Forum Bisnis Asia-Eropa Kurang Diminati Pengusaha



Iklim Investasi


Forum Bisnis Asia-Eropa Kurang Diminati Pengusaha





Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 6 November 2012 | 17:45 WIB













IST


Logo KTT ASEM di Vientiane, Laos




TERKAIT:






VIENTIANE, KOMPAS.com- Para pebisnis Indonesia kurang memanfaatkan forum bisnis Asia-Eropa. Padahal forum tersebut seharusnya menjadi media penting untuk membangun jaringan bisnis global. Ke depan pertemuan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendongkrak kinerja perdagangan Indonesia.


"Tidak banyak pengusaha kita yang hadir di forum tersebut. Hanya beberapa anggota Kadin saja. Padahal ini sangat strategis. Saya melihat forum tersebut kurang greget. Ke depan jangan kayak gini aja," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, di Vientiane Laos, Selasa (6/11/2012).


Forum bisnis Asia-Eropa menjadi agenda pengiring Konfrensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa (ASEM) ke-9 di Vientiane. Sebanyak 350 pebisnis dari Asia dan Eropa mengikuti forum bisnis di Vientiane Laos. Para pengusaha tersebut berasal dari sekitar 200 perusahaan asing dan 50 perusahaan lokal di Laos. Tema yang diambil adalah menjaga bi snis berkelanjutan di Asia dan Eropa.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja















6:02 PM | 0 comments | Read More

VIDEO: 6.000 Kembang Api Warnai 'Jinshan Fireworks Festival'

Written By Luthfie fadhillah on Monday, November 5, 2012 | 6:58 PM



Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China

Jinshan International Beach Music Fireworks Festival di Shanghai, China, menampilkan ribuan kembang api dari berbagai negara.

Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China selama 40 menit dengan kembang apinya. Dalam kegiatan itu, panitia juga menyajikan iringan musik yang menggambarkan budaya nasional China.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Batal Maraton, Para Pelari Bantu Korban Badai Sandy




Batal Maraton, Para Pelari Bantu Korban Badai Sandy





Penulis : Ika Widya Mustika | Senin, 5 November 2012 | 18:06 WIB













NEW YORK, Kompas.com - Ratusan pelari di New York City menolak pembatalan maraton yang rencananya berlangsung Minggu (4/11/2012). Mereka memilih untuk menyalurkan persiapannya selama berbulan-bulan itu dalam lomba informal untuk membantu para korban badai Sandy.

Di tengah kritikan dari para korban badai mengenai lomba itu yang akan menyita perhatian banyak orang dan akan mengabaikan bencana ini, Walikota Michael Bloomberg membatalkan maraton pada hari Jumat (2/11/2012). Event itu rencananya akan diadakan pada Minggu (4/11), yang diperkirakan akan menarik lebih dari 40.000 pelari ke kota.

Minggu pagi, lebih dari 1.000 orang yang berencana untuk tetap berlari, menyesaki dua kapal Staten Island Ferry, dan menuju ke barak guna memberikan bantuan mulai dari makanan dan kantong plastik untuk membantu membawa barang-barang warga dari toko atau rumah mereka yang sudah hancur.

Di rumah Ruth Silverberg, New Dorp Lane di Staten Island, sekelompok pelari marathon yang terdiri dari 15 orang, membantu untuk membentuk jalur perakitan dan membersihkan ruang bawah tanah dan membersihkan puing-puing bekas kejadian akibat banjir dengan ketinggian 1,4 meter.

"Saya terpesona," kata Silverberg (59), dengan suara serak, di mana dia berpikir akan butuh waktu 2 minggu untuk mengerjakannya namun para pelari tersebut menyelesaikannya hanya dalam waktu dua jam.

Salah satu pelari adalah Samantha Somach, yang berusia 29 tahun asal Manhattan yang takut akan reaksi keras dari warga Staten Island.

"Saya agak takut, takut kami tidak disambut baik. Namun kami bersyukur, bahkan beberapa orang ingin membayar kerja keras kami," kata Somach, manajer event untuk NASCAR.

Manhattan Central Park, yang akan menjadi garis finis maraton tersebut, juga penuh sesak dengan pelari. Sebuah kelompok yang disebut run4allcauses sedang mengumpulkan sumbangan untuk korban Sandy.

Kelly Rooney, pelari berusia 31 tahun yang tinggal di Florida ini awalnya kesal bahwa Bloomberg membatalkan maraton setelah bersikeras di awal minggu bahwa mereka akan tetap melaksanakan pertandingan meskipun terjadi badai Sandi yang berkekuatan 80 mil per jam dan gelombang air laut yang menghancurkan daerah pesisir dan menewaskan 110 orang di Amerika. Rooney pergi ke New York bersama suami dan putrinya berusia 6 tahun. Sementara itu orangtuanya terbang dari Meksiko untuk memberikan dukungan kepadanya.

Namun kenyataan yang dihadapi membuat Rooney kecewa. Meskipun demikian, setelah itu dia pun antusias menyambut ide memberikan bantuan kepada para korban dan dia melakukan iklan di internet.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















6:30 PM | 0 comments | Read More

VIDEO: 6.000 Kembang Api Warnai 'Jinshan Fireworks Festival'



Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China

Jinshan International Beach Music Fireworks Festival di Shanghai, China, menampilkan ribuan kembang api dari berbagai negara.

Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China selama 40 menit dengan kembang apinya. Dalam kegiatan itu, panitia juga menyajikan iringan musik yang menggambarkan budaya nasional China.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Tips Sederhana Menghemat Air ala Natha Narita

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, November 4, 2012 | 6:58 PM


Natha Narita

Natha Narita (sumber: Beritasatu.com/Teddy Kurniawan)




"Setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen."

Sebagai Duta Air, penyanyi dan pemain sinetron, Natha Narita harus dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat untuk melakukan penghematan air sedini mungkin.

"Memang sekarang sedang musim hujan, tapi justru itu, penghematan air dapat dilakukan. Jangan menunda, lakukan saat ini," ujar Natha, ditemui Beritasatu.com usai diskusi tentang penghematan air, di Cibubur Junction, Jakarta Timur, Sabtu (3/11).

Menurut Natha, penghematan air yang mendasar dapat dilakukan di rumah. Dari hal yang terkecil, seperti bergegas mematikan keran jika sudah selesai digunakan.

"Dengan melakukan hal-hal kecil dalam penghematan air, setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen," imbuh Natha.

Berikut tips sederhana menghemat air ala Natha Narita :

1. Disarankan mandi menggunakan shower karena dapat lebih menghemat air daripada bak mandi.

"Menurut penelitian, mandi menggunakan shower dapat menghemar air hingga 60 oersen," ujar Natha.

2. Biasakan satu hari hanya satu gelas untuk setiap orang minum air putih.

Menurut Natha, dengan hanya menggunakan satu gelas untuk satu hari, akan menghemat air karena tidak berulang-ulang dicuci.

"Jadi satu gelas besar, digunakan dari pagi hingga malam. Kalau tidak digunakan ditutup dengan penutup gelasnya biar tetap bersih. Malam hari, ketika sudah tidak dipakai lagi baru dicuci. Tapi air yang digunakan ya air putih, bukan air berwarna," ujar Natha

3. Segera matikan keran setelah digunakan

Banyak orang, menurut Natha tidak segera mematikan kran setelah digunakan. Paling banyak adalah saat mencuci tangan.

"Saat mencuci tangan, biasanya mengelap tangan dahulu baru mematikan keran. Yang baik adalah cuci dengan sabun dahulu tangannya, nyalakan keran, bilas tangan, matikan keran, baru keringkan tangan," tutur Natha.

4. Menampung air hujan untuk menyiram tanaman dan mencuci kendaraan.

Disarankan menampung air hujan untuk keperluan di luar rumah, seperti mencuci kendaraan dan menyiram tanaman.

"Tapi, ditempatkan di  tempat yang baik dan tertutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk," ujar Natha.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Kesialan Beruntun LA Lakers



NBA


Kesialan Beruntun LA Lakers





Minggu, 4 November 2012 | 12:12 WIB












 LOS ANGELES, Kompas.com - Klub NBA, Los Angeles Lakers harus kehilangan guard mereka,  Steve Nash yang mengalami retak tulang kaki kiri.

Nash yang pernah dua kali meraih MVP mengalami cedera ringan tersebut saat Lakers kalah menghadapi  Portland Trail Blazers, Rabu lalu. Saat itu pemain berusia 38 ini bertabrakan dengan pemain Blazers, Damian Lillard.

Nash tidak memperkuat Lakers saat kalah 95-105 menghadapi LA Clippers, Jumat. Lakers mencatat hasil 0-3 dalam laga awal NBA yang merupakan prestasi terburuk dalam 34 tahun.

Pemain asal Kanada ini telah 17 musim bermain di NBA. Ia bergabung dengan Lakers, Juni lalu setelah pindah dari Phoenix Suns.

Nash dikotrak untuk tiga tahun senilai 27 juta dolar AS. Sebelum cedera ia mencatat rata-rata 4.5 poin dan 4.0 assist.








Editor :


A. Tjahjo Sasongko















6:30 PM | 0 comments | Read More

Tips Sederhana Menghemat Air ala Natha Narita


Natha Narita

Natha Narita (sumber: Beritasatu.com/Teddy Kurniawan)




"Setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen."

Sebagai Duta Air, penyanyi dan pemain sinetron, Natha Narita harus dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat untuk melakukan penghematan air sedini mungkin.

"Memang sekarang sedang musim hujan, tapi justru itu, penghematan air dapat dilakukan. Jangan menunda, lakukan saat ini," ujar Natha, ditemui Beritasatu.com usai diskusi tentang penghematan air, di Cibubur Junction, Jakarta Timur, Sabtu (3/11).

Menurut Natha, penghematan air yang mendasar dapat dilakukan di rumah. Dari hal yang terkecil, seperti bergegas mematikan keran jika sudah selesai digunakan.

"Dengan melakukan hal-hal kecil dalam penghematan air, setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen," imbuh Natha.

Berikut tips sederhana menghemat air ala Natha Narita :

1. Disarankan mandi menggunakan shower karena dapat lebih menghemat air daripada bak mandi.

"Menurut penelitian, mandi menggunakan shower dapat menghemar air hingga 60 oersen," ujar Natha.

2. Biasakan satu hari hanya satu gelas untuk setiap orang minum air putih.

Menurut Natha, dengan hanya menggunakan satu gelas untuk satu hari, akan menghemat air karena tidak berulang-ulang dicuci.

"Jadi satu gelas besar, digunakan dari pagi hingga malam. Kalau tidak digunakan ditutup dengan penutup gelasnya biar tetap bersih. Malam hari, ketika sudah tidak dipakai lagi baru dicuci. Tapi air yang digunakan ya air putih, bukan air berwarna," ujar Natha

3. Segera matikan keran setelah digunakan

Banyak orang, menurut Natha tidak segera mematikan kran setelah digunakan. Paling banyak adalah saat mencuci tangan.

"Saat mencuci tangan, biasanya mengelap tangan dahulu baru mematikan keran. Yang baik adalah cuci dengan sabun dahulu tangannya, nyalakan keran, bilas tangan, matikan keran, baru keringkan tangan," tutur Natha.

4. Menampung air hujan untuk menyiram tanaman dan mencuci kendaraan.

Disarankan menampung air hujan untuk keperluan di luar rumah, seperti mencuci kendaraan dan menyiram tanaman.

"Tapi, ditempatkan di  tempat yang baik dan tertutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk," ujar Natha.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Guru Minta Kenaikan Gaji, Jokowi Promosi Kartu Sehat





Guru Minta Kenaikan Gaji, Jokowi Promosi Kartu Sehat





Penulis : Joe Leribun | Minggu, 4 November 2012 | 15:08 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Para guru swasta se-DKI Jakarta meminta kenaikan gaji setara yang dengan gaji para guru Pegawai Negeri Sipil. Harapan tersebut disampaikan para guru swasta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang turut hadir dalam acara 'Tasyakuran Guru Swasta dan Tokoh Masyarakat dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI: Pemimpin Baru Jakarta Mewujudkan Kebijakan Pro Rakyat' di Gedung Balai Latihan Kerja Transito, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2012).


"Kami ingin disamakan dengan para guru negeri, khususnya dalam hal gaji. Jangan tebang pilihlah. Kan tujuan program Pak Jokowi Jakarta Cerdas, kita dukunglah dari guru-guru," jelas Sekjen Forum Komunikasi Guru Swasta (FKGS) se-DKI Jakarta (FKGS) Nurfala dalam acara ini.


Nurfala menilai, saat ini masih guru swasta di Jakarta yang menerima gaji di bawah UMR. Namun karena keterbatasan lapangan kerja dan tuntutan hidup, para guru swasta tetap bekerja. "Gaji guru swasta masih ada yang berkisar Rp 700 ribuan. Mungkin yayasan tidak sanggup bayar. Jadi kami perhatian pemerintah. Kalau guru negeri dapat TKD, tunjangan khusus daerah, guru swasta nggak dapet. Itu kan dari pemerintah," lanjut Nurfala.


Jokowi tidak banyak berkomentar saat mendengar harapan para guru ini. Jokowi justru menjanjikan kartu sehat bagi guru-guru itu. "Saya hanya ingin bicara satu. Karena jumlah guru swasta jumlahnya banyak sekali. Saya belum bisa berhitung apa-apa. Saya hanya bisa menyampaikan nanti awal tahun depan, Kartu Jakarta Sehat bisa dipakai di semua RS yang ada di Jakarta. Semoga kita sehat semua, tapi kalau ada yang sakit kan sudah ada kartu," jelas Jokowi.


Jokowi tidak menghadiri acara ini hingga selesai. Mantan wali kota Solo ini lalu bergegas menuju acara berikutnya di Gedung Manggala Wana Bhakti.

















6:03 PM | 0 comments | Read More

Inggris Kritik Kebijakan Waralaba




Inggris Kritik Kebijakan Waralaba di Indonesia





Penulis : Eny Prihtiyani | Minggu, 4 November 2012 | 16:57 WIB













VIENTIANE, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah untuk mengatur kepemilikan toko modern mendapat sorotan dari Inggris. Mereka mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap membatasi bisnis dan investasi. Indonesia menampik tudingan tersebut karena pengaturan dilakukan untuk mendorong pemerataan bisis dan menghindari monopoli.


Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kepada wartawati Kompas Eny Prihtiyani di Vientiane, Laos, Minggu (4/11/2012).


"Mereka mempertanyakan alasan pengaturan kepemilikan tersebut. Wajar mereka mengkritik karena ada beberapa waralaba mereka yang bakal terkena aturan tersebut, seperti Hero dan Giant. Kami sudah jelaskan alasan kebijakan tersebut adalah mendorong kesempatan usaha yang lebih luas," katanya.


Gita mengatakan, pihaknya sudah memprediksi kebijakan tersebut akan mendapatkan tentangan dari sejumlah kalangan. Meski begitu, ia tak gentar dan akan terus mengatur waralaba.


"Termasuk ada kemungkinan judicial review, kami sudah mengantisipasinya. Di Eropa dan Amerika tidak ada seseorang yang memiliki banyak minimarket. Mereka mewaralabakan usaha dengan para mitra usaha," ujarnya. 




















6:02 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger