Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional

Written By Luthfie fadhillah on Monday, January 14, 2013 | 6:58 PM


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Ferrer ke Babak Kedua untuk Bertemu Penakluk Karlovic



Australia Terbuka


Ferrer ke Babak Kedua untuk Bertemu Penakluk Karlovic





Penulis : Ika Widya Mustika | Senin, 14 Januari 2013 | 17:40 WIB













MELBOURNE, Kompas.com - Petenis Spanyol yang ditempatkan sebagai unggulan keempat, David Ferrer, melangkah ke babak kedua Grand Slam Australia Terbuka. Pada laga perdananya di turnamen ini, Senin (14/1/2013), Ferrer mengalahkan pemain Belgia, Oliver Rochus, dengan straight set 6-3, 6-4, 6-2.

Ferrer naik menjadi unggulan keempat, menyusul pengunduran diri rekan senegaranya yang merupakan finalis tahun lalu, Rafael Nadal. Petenis kidal peringkat empat dunia ini belum fit sehingga tak siap menghadapi grand slam awal tahun tersebut.

Di babak kedua, Ferrer, yang pekan lalu meraih gelar keempat ATP Auckland setelah menaklukkan petenis Jerman Philipp Kohlschreiber, akan bertemu pemain Amerika, Tim Smyczek, yang menyingkirkan pemain Kroasia, Ivo Karlovic, dengan 6-4, 7-6, 7-5.

Bagi Ferrer, hasil ini membuat dia menambah panjang rekor kemenangan atas Rochus menjadi delapan kali dari total 10 pertemuan mereka. Petenis berusia 30 tahun ini juga selalu tampil di setiap grand slam sejak dia melakukan debutnya di Australia Terbuka 2003.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo
















6:30 PM | 0 comments | Read More

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Kisah "Dicurinya" Santunan Rp 35 Juta untuk Bocah RI


JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana duka tak ada hentinya menimpa pasangan suami istri, A (50) dan L (54), orangtua RI, bocah 11 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan seksual. Uang santunan puteri bungsunya sebesar Rp 35 juta dibawa kabur wanita yang mengaku Polisi.


Berdasarkan penuturan A, peristiwa tersebut terjadi Senin (14/1/2013) siang, saat dirinya tengah beraktivitas seperti biasa di rumahnya, kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Tiba-tiba seorang wanita mengaku anggota kepolisian datang hendak mengambil baju korban demi kepentingan kelanjutan penyelidikan.


"Dia datang sendirian salaman terus duduk di dalam rumah. Dia nanya, bajunya anak saya masih ada atau enggak. Saya bilang sudah dibawa Polisi semua, disini sudah enggak ada," ujarnya kepada wartawan di rumahnya, Senin siang.


Pelaku kemudian mengajak A dan suaminya untuk ikut ke Kantor Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur untuk kepentingan penyelidikan. A pun sempat menampiknya karena ia ingin pergi menyetorkan uang hasil santunan almarhum puterinya sebesar Rp 35 juta ke bank.


"Akhirnya saya mau ikut, ayo deh ke Polres, tapi saya bilang jangan lama-lama soalnya saya mau ke bank. Dia bilang, ya sudah saya anterin," lanjut A. Saat itu, sejumlah uang santunan puterinya itu dipegang oleh kakak ipar sang suami.


Pelaku pun menghampiri kakak iparnya itu sambil menepuk pundaknya. Saat itu lah, menurut A, uang yang terbungkus plastik putih berpindah ke tangan pelaku.


Peristiwa itu tak disadari A dan L. Setelah berhasil mengambil sejumlah uang santunan tersebut, pelaku diam-diam pergi dari rumah A dan L. Bahkan tetangga tak menyadari insiden tersebut.


Pasangan suami istri itu pun baru menyadari bahwa uang santunan puteri bungsunya hilang, beberapa saat kemudian. A dan L pun pasrah atas musibah tersebut.












6:03 PM | 0 comments | Read More

Emirates Buka Penerbangan ke Warsawa


JAKARTA, KOMPAS.com -- Maskapai Emirates akan memulai kegiatan operasi pada 6 Februari menuju Warsawa, Polandia. Ini adalah tujuan penerbangan ke-129 dalam jaringan global armada Emirates.


Para penumpang dapat terbang ke Warsawa setiap hari dan akan dilayani dengan armada Airbus A330-200. Layanan Emirates ini merupakan maskapai penerbangan internasional pertama dengan layanan First Class di Polandia.


"Warsawa akan menjadi tujuan penerbangan Emirates yang pertama pada 2013 dan sejauh ini persiapan kami untuk kegiatan peluncuran berjalan dengan lancar," kata Richard Jewsbury, Senior Vice President Commercial Operations Emirates untuk Eropa dan Rusia, Senin (14/1/2013).


Untuk menunjang pelayanan kepada para penumpang, Emirates SkyCargo menyediakan muatan dengan kapasitas 238 ton per minggu, yang membuka peluang perdagangan untuk Polandia ke seluruh jaringan Emirates di dunia.


Produk ekspor utama Polandia bervariasi, mulai dari produk farmasi, kosmetika, dan produk elektronika. Sedangkan produk impor utama mereka adalah mesin, peralatan olahraga, perlengkapan medis, perlengkapan elektronika, dan produk kulit.


Polandia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Penerbangan terbaru ke Warsawa akan menghubungkan Polandia dengan negara tujuan penerbangan yang kami layani di wilayah Far East, Afrika, Timur Tengah, dan Australasia. "Konektivitas ke wilayah-wilayah tersebut akan memainkan peranan penting untuk meningkatkan pertumbuhan fiskal Polandia," kata Jewsbury.


Emirates dengan nomor penerbangan EK 179, akan terbang setiap hari dari Dubai pada pukul 07.30 pagi dan mendarat di Warsawa pada pukul 10.45 pagi waktu setempat, yang menyediakan 237 kursi pada armada Airbus A330-200 dengan tiga kelas berbeda yang ditawarkan.


Untuk penerbangan kembali, EK 180 akan berangkat dari Warsawa pada pukul 13.50 dan akan tiba di Dubai pada pukul 22.15 hari yang sama.












6:02 PM | 0 comments | Read More

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, January 13, 2013 | 6:58 PM


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Djokovic Ditantang Mathieu



Australia Terbuka


Djokovic Ditantang Mathieu





Penulis : K06 | Minggu, 13 Januari 2013 | 17:52 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com - Novak Djokovic, juara bertahan Turnamen Australia Terbuka akan ditantang petenis asal Perancis Paul-Henri Mathieu pada putaran pertama Australia Terbuka.

Mathieu adalah petenis veteran yang saat ini menduduki peringkat ke-58 dunia. Walaupun Mathieu lawan ringan bagi Djokovic, namun ia sering membuat kejutan di beberapa turnamen grand slam. Salah satunya di Perancis Terbuka Juni 2012. Saat itu Mathieu mengalahkan John Isner di putaran kedua.

Sementara itu petenis tuan rumah Lyeton Hewitt ditantang petenis asal Serbia, Janko Tipsarevic. Michael Russell dari Amerika Serikat akan melawan petenis Ceko Tomas Berdych.

Di tunggal putri, runner up tahun lalu, petenis cantik Rusia Maria Sharapova akan bertemu dengan lawan senegaranya Olga Puchkova. Petenis tangguh Amerika Serikat Venus Williams akan melawan Galina Voskoboeva (AFP/Fabio Costa) 



















6:30 PM | 0 comments | Read More

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Kali Mookervart Meluap, 4 RT Terendam Banjir





Kali Mookervart Meluap, 4 RT Terendam





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Minggu, 13 Januari 2013 | 17:46 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kebanjiran akibat luapan Kali Mookervart. Sebanyak empat RT di RW 2 terendam air setinggi 70 sentimeter.


"Yang kena banjir ada empat RT. RT 3,9,10, dan RT 14," kata Ridho, warga RT 07 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2013).


Menurut dia, banjir sudah datang sekitar pukul 04.00. Setiap hujan, daerah tersebut memang selalu mengalami banjir. Akan tetapi, banjir saat ini memang lebih tinggi karena hujan deras mengguyur Jakarta secara merata.


Ridho menuturkan, yang membuat dirinya khawatir adalah tembok pembatas antara kali dan rumah penduduk sudah semakin miring. Tekanan air yang tinggi membuat tembok terus miring dan dapat menimpa rumah warga di bantaran kali.


Menurut dia, kemungkinan air baru bisa surut dalam waktu dua hari karena aliran air di kali masih tinggi sehingga genangan di perumahan warga tidak bisa berkurang. Pantauan Kompas.com, banyak warga yang tidak bisa beraktivitas seperti pada hari biasa. Namun, aliran listrik masih berfungsi. Suku Dinas Sosial Jakarta Barat membuka dapur umum untuk membantu warga yang terkena banjir.


















6:03 PM | 0 comments | Read More

Nelayan Tak Melaut, Ikan Jadi Langka




Gelombang Tinggi


Nelayan Tak Melaut, Ikan Jadi Langka





Minggu, 13 Januari 2013 | 17:02 WIB













KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA


Ilustrasi: Perahu nelayan ditambatkan di Pantai Nambangan, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (10/1/2013). Cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan di daerah tersebut memilih tidak melaut.




TERKAIT:





 JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa pedagang ikan tidak menjual banyak jenis ikan di tempat dagangan mereka di Pasar Regional Jatinegara, Jakarta, Minggu (13/1/2013).


Menurut seorang pedagang ikan, Siti, sekarang ikan susah didapat karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi di laut.


Cuaca yang tidak stabil saat ini berdampak besar kepada para penjual ikan di pasar. Gelombang tinggi di laut membuat nelayan penangkap ikan tidak berani melaut saat ini.


Akibatnya, ikan di pasaran menjadi langka. Kalaupun ada, harganya mahal. Hal itu dikeluhkan beberapa pedagang ikan.


Ida, pedagang ikan, mengatakan, di Muara Baru, tempat dia biasa membeli ikan, sekarang jumlah ikan yang ada sedikit.


Kalaupun ikannya ada, harganya mahal. Oleh karena itu, Ida memilih tidak menjual terlalu banyak jenis ikan.


Sesuai dengan hukum ekonomi, saat pasokan berkurang sementara permintaan tetap atau meningkat, harga barang akan cenderung naik. Begitu pula yang terjadi pada komoditas ikan saat ini.


Harga ikan bawal yang semula Rp 11.000 per kilogram (kg) naik jadi Rp 15.000 per kg. Harga ikan bandeng naik dari Rp 15.000 per kg jadi Rp 17.000 per kg.


"Kalau saya ambil banyak juga susah karena sekarang konsumen menurun akibat harga naik," kata Ida.


Sementara itu harga udang masih stabil, sekitar Rp 40.000 per kg. "Udang lebih stabil karena tidak diambil dari laut, tetapi dari tambak," kata Ida. (K04)






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















6:02 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger