Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Jokowi: Kerugian Banjir Capai Rp 20 Triliun

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, January 22, 2013 | 6:03 PM


JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir yang menerjang Ibu Kota ternyata menimbulkan kerugian yang sangat besar untuk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, kerugian akibat banjir yang melanda Ibu Kota kali ini diperkirakan Rp 20 triliun.


"Kerugian akibat banjir tidak sedikit. Kalau dihitung-hitung, total kerugian banjir pada tahun ini kira-kira mencapai Rp 20 triliun," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa, (22/1/2013).


Oleh karena itu, Jokowi menyarankan agar anggaran yang digunakan untuk membayar kerugian akibat bencana banjir lebih baik dialokasikan untuk pembangunan terowongan multifungsi atau deep tunnel.


"Deep tunnel ini merupakan solusi banjir jangka panjang. Jadi, daripada terus mengeluarkan uang untuk membayar kerugian, lebih baik kita membangun deep tunnel," ujar Jokowi.


Menurut Jokowi, pembangunan deep tunnel penting untuk dilaksanakan karena dianggap sebagai suatu skenario paling ampuh untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota.


"Kita memang harus punya skenario untuk menghadapi banjir. Melalui deep tunnel, ketika air telah mencapai bibir tanggul dan bahkan sampai jebol, kita sudah tahu ke mana air tersebut harus dialirkan," katanya.


Pembangunan deep tunnel membutuhkan biaya sekitar Rp 16 triliun, sedangkan total kerugian banjir mencapai Rp 20 triliun. Menurutnya, lebih baik membangun deep tunnel daripada membayar kerugian.


"Kalau memang pembangunan deep tunnel ini dirasa berat dari sisi anggaran, kita bisa ajak juga pihak swasta untuk ikut masuk ke proyek ini. Kita ajak mereka untuk ikut berinvestasi dalam deep tunnel," kata Jokowi.


Secara terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Ferrial Sofyan meminta agar DKI segera membuat Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mengimplementasikan visi dan misi yang telah disampaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.


"Silakan disisipkan dalam RPJMD. Dengan penggunaan RPJMD itu, sah-lah kita untuk melakukan kegiatan seperti yang gubernur minta, seperti deep tunnel yang belum tercantum dalam RPJMD 2012-2017. Kita sarankan, RPJMD segera dibereskan sehingga anggaran 2013 bisa mengacu pada itu," kata Ferrial.












6:03 PM | 0 comments | Read More

Kevin Aprilio Lirik Bisnis Online dan Properti

Written By Luthfie fadhillah on Monday, January 21, 2013 | 6:58 PM


Kevin Aprilio bersama para personel Princess

Kevin Aprilio bersama para personel Princess (sumber: Yanuar Rahman/Beritasatu.com)




Setelah berhasil menjalani bisnis manajemen artis dan label rekaman, kini Kevin Aprilio ingin menggeluti bisnis online dan properti.

Mengikuti jejak sang ibu, Kevin Aprilio juga tengah serius menggeluti bidang bisnis disamping kariernya di dunia musik.

Setelah berhasil mengembangkan kemampuannya menjalankan manajemen artis dan label rekaman Aprilio Kingdom, Kevin kini tengah melirik bisnis online.

"Aku lagi belajar, mau jalanin bisnis online game dan properti. Semuanya fokus," ucapnya saat ditemui bersama ayah dan ibunya di kawasan Gandaria hari ini.

Berbeda dengan sang ibu yang memilih bisnis kuliner dan salon kecantikan yang membutuhkan kesabaran untuk meraih keuntungan di masa mendatang.

"Aku tipe pebisnis yang pengin cepet dapetnya (keuntungan). High risk tapi high gain," sambungnya.

Pemuda kelahiran Jakarta tanggal 7 April 22 tahun silam itu merasa beruntung memiliki orang tua yang mampu mengakomodir dan mendukung keinginannya tersebut.

"Saya cocoknya sama Kevin kalau ngomongin bisnis. Kalau sama anak kedua lebih cocok ngomongin lagu-lagu yang cocok saya bawakan di masa kini," papar Memes.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Serena Williams Terlalu Tangguh



Australia Terbuka 2013


Serena Williams Terlalu Tangguh





Penulis : Rakaryan Sukarjaputra | Senin, 21 Januari 2013 | 16:45 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com — Ratu tenis Amerika Serikat saat ini, Serena Williams, terlalu tangguh untuk petenis Rusia, Maria Kirilenko. Meski mencoba mengimbangi dengan pukulan-pukulan silang, Kirilenko tak berdaya menahan gempuran pukulan keras Serena.


Unggulan ketiga tunggal putri Australia Terbuka 2013 ini pun tanpa kesulitan menang 6-2, 6-0, Senin (21/1/2013). "Saya sendiri tidak menyangka akan menang semudah ini. Lebih dari 90 persen servis pertama saya masuk, wow itu sungguh luar biasa. Itu bukan seperti saya yang biasanya," ucap Serena yang juga tidak menduga bisa bermain sebaik itu.


Menghadapi pukulan-pukulan keras Serena, Kirilenko sejak set-set awal terlihat kurang percaya diri. Mimik muka dan gerak-gerik tubuhnya memperlihatkan dia sudah "takut" lebih dulu menghadapi ratu tenis AS itu. Petenis Rusia itu pun akhirnya menunjukkan tanda "menyerah" pada set kedua dengan tidak terlalu ngotot mengejar bola-bola pengembalian Serena.


Di perempat final, Serena akan menghadapi yuniornya yang juga dari AS, Sloane Stephens. "Saya bertanding melawan dia dua minggu lalu di Brisbane. Saya melihat dia memiliki bakat luar biasa sehingga saya hanya akan bermain lepas seperti biasanya," kata Serena.



















6:30 PM | 0 comments | Read More

Zaskia Mecca Berbagi Pengalaman Berhijab Lewat Buku


Zaskia Mecca

Zaskia Mecca (sumber: Beritasatu.com/Yanuar Rahman)




"Insya Allah Maret (terbit)".

Akrab dengan buku-buku terbitan Mizan, Zaskia Adya Mecca tengah melirik profesi baru sebagai seorang penulis.

"Tentang pengalaman aku berjilbab, apa kendalanya, fashion tetap oke, walau berjilbab," ungkapnya ketika ditemui di acara Media Gathering dan Milad 30 Tahun Mizan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Sampai saat ini, proses pengerjaan buku tersebut dikatakan istri dari Hanung Bramantyo itu sudah mencapai 80 persen.

"Insya Allah Maret (terbit). Satu tahun lalu aku sampai titik mau apa lagi, aku sudah mengerjakan banyak hal di dunia akting dan jenuh, akhirnya kata suami coba hal baru," terangnya.

Untuk judul, Zaskia masih membicarakan dengan beberapa pihak terkait penerbitannya. Namun ibu satu orang anak ini menjelaskan bahwa ia sangat bangga dengan pencapaiannya itu.

"Kalau buku yang terlibat tidak terlalu banyak, kalau film banyak, lebih ribet," tukasnya.

6:23 PM | 0 comments | Read More

KOMPAS.com - Megapolitan

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comMi Instan dan Telur Diburu WargaTitik Banjir Berkurang, Kopassus Fokus di PluitIni Kerugian yang Dialami KPK akibat BanjirTinggal Basement 3 Gedung UOB yang Masih Digenangi AirFortuner Bos UOB Ditemukan BerlumpurJokowi Beri Contoh, Balaikota Dibuatkan Sumur ResapanLumpur Dibersihkan dari Dua SD Negeri di Kedung WaringinPlaza UOB Masih "Mati Suri", Pegawai BerkemasRumah Berlumpur, Warga Rawajati Bertahan di Kolong JembatanBerkas Rasyid Rajasa Dilengkapi Keterangan BMW, Daihatsu, dan Ahli PidanaJumat, Siswa SMAN 8 Kembali Tempati Gedung SekolahSatpol PP di Jakarta Bantu Atur Lalu LintasBaru Mobil di Basement 1 dan 2 UOB yang Diderek KeluarJokowi: Pindah Ibu Kota kalau Sudah MentokBantuan untuk Korban Banjir di Muara Baru Masih Minim


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 21 Jan 2013 17:45:25 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga Mon , 21 Jan 2013 17:34:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/28/1736385t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Warga yang mengalami kebanjiran memilih untuk menyetok mi instan dan telor di rumah sebagai bahan penunjang makanan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit Mon , 21 Jan 2013 17:22:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/0815205-no-subject-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Beberapa titik banjir telah surut. Tim dari Kopassus pun difokuskan ke kawasan Pluit, Penjernihan, Jakarta Utara. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir Mon , 21 Jan 2013 17:20:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/08/2208438t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">KPK tak luput dari amukan banjir Jakarta. Ini adalah kerugian yang dialami KPK akibat banjir tersebut. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air Mon , 21 Jan 2013 17:16:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1134039-has--pengeringan-basement-plaza-uob--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga Senin 21/1/2013 ini, tinggal lantai Basement 3 Gedung UOB yang masih terendam air. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur Mon , 21 Jan 2013 17:10:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1527497-20130121art--mobil-ditarik-dari-basemen-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dari proses evakuasi mobil-mobil di basement 1 dan 2 Plaza UOB, salah satunya terdapat mobil Fortuner milik petinggi di UOB bernopol B 9 UOB. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan Mon , 21 Jan 2013 16:55:57 UTC+0700Jokowi ingin memberi contoh kepada warga Jakarta pentingnya sumur resapan. Balaikota DKI pun mulai dibuat sumur resapan agar tak banjir lagi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin Mon , 21 Jan 2013 16:54:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1653294-20130121brokcmfotobanjir-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Petugas Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten dan TNI bersama warga bahu-membahu membersihkan endapan lumpur dari dua sekolah dasar negeri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas Mon , 21 Jan 2013 16:40:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1608475-karyawan-prudential-kemasi-barangbarang-dari-uob-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi di Plaza UOB belum kondusif. Listrik dan lift pun mati. Perusahaan yang berkantor di gedung tersebut memilih berkemas. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan Mon , 21 Jan 2013 16:30:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1626318-banjir-di-kalibata-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Meski banjir tak lagi merendam kawasan Rawajati, sebagian warga masih tinggal di kolong jembatan layang Kalibata, Senin 21/1/2013. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana Mon , 21 Jan 2013 16:19:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/08/1058005-nut--rasyid-datang-ke-dirlantas--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyidik Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengirim kembali berkas perkara M. Rasyid Amrullah Rajasa 22 ke Kejagung. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah Mon , 21 Jan 2013 16:16:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1127338-bersihbersih-pascabanjir-sma-n-8-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Siswa SMAN 8 Jakarta dapat kembali belajar di sekolah tersebut mulai Jumat 21/1/2013. Sebelumnya, mereka belajar di Gedung Diklat, Kuningan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas Mon , 21 Jan 2013 16:00:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1557233-20130121art--satpol-bantu-lalin-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Petugas Satpol PP DKI Jakarta ikut turun ke jalan membantu kerja petugas pengatur lalu-lintas di jalan protokol di Jakarta <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar Mon , 21 Jan 2013 15:58:55 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1527497-20130121art--mobil-ditarik-dari-basemen-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mobil-mobil yang terendam di Basement 1 dan 2 Plaza UOB mulai dipindahkan, sementara yang berada di Basement 3 masih menunggu air disedot. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok Mon , 21 Jan 2013 15:58:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1552479-sampah-di-kali-krukut-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta Jokowi menilai pemindahan ibu kota negara sebaiknya menjadi langkah terakhir mengatasi berbagai persoalan kompleks Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim Mon , 21 Jan 2013 15:41:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1145204-nut-kawasan-muara-baru-penjaringan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Meski ketinggian air di Penjaringan sudah mulai surut, namun akses jalan masuk dan keluar wilayah ini masih sangat terganggu tingginya banjir. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comMi Instan dan Telur Diburu WargaTitik Banjir Berkurang, Kopassus Fokus di PluitIni Kerugian yang Dialami KPK akibat BanjirTinggal Basement 3 Gedung UOB yang Masih Digenangi AirFortuner Bos UOB Ditemukan BerlumpurJokowi Beri Contoh, Balaikota Dibuatkan Sumur ResapanLumpur Dibersihkan dari Dua SD Negeri di Kedung WaringinPlaza UOB Masih "Mati Suri", Pegawai BerkemasRumah Berlumpur, Warga Rawajati Bertahan di Kolong JembatanBerkas Rasyid Rajasa Dilengkapi Keterangan BMW, Daihatsu, dan Ahli PidanaJumat, Siswa SMAN 8 Kembali Tempati Gedung SekolahSatpol PP di Jakarta Bantu Atur Lalu LintasBaru Mobil di Basement 1 dan 2 UOB yang Diderek KeluarJokowi: Pindah Ibu Kota kalau Sudah MentokBantuan untuk Korban Banjir di Muara Baru Masih Minim


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 21 Jan 2013 17:45:25 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga Mon , 21 Jan 2013 17:34:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/28/1736385t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Warga yang mengalami kebanjiran memilih untuk menyetok mi instan dan telor di rumah sebagai bahan penunjang makanan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17341632/Mi.Instan.dan.Telur.Diburu.Warga http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit Mon , 21 Jan 2013 17:22:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/0815205-no-subject-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Beberapa titik banjir telah surut. Tim dari Kopassus pun difokuskan ke kawasan Pluit, Penjernihan, Jakarta Utara. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17221051/Titik.Banjir.Berkurang..Kopassus.Fokus.di.Pluit http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir Mon , 21 Jan 2013 17:20:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/08/2208438t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">KPK tak luput dari amukan banjir Jakarta. Ini adalah kerugian yang dialami KPK akibat banjir tersebut. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17200945/Ini.Kerugian.yang.Dialami.KPK.akibat.Banjir http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air Mon , 21 Jan 2013 17:16:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1134039-has--pengeringan-basement-plaza-uob--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga Senin 21/1/2013 ini, tinggal lantai Basement 3 Gedung UOB yang masih terendam air. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17160717/Tinggal.Basement.3.Gedung.UOB.yang.Masih.Digenangi.Air http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur Mon , 21 Jan 2013 17:10:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1527497-20130121art--mobil-ditarik-dari-basemen-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dari proses evakuasi mobil-mobil di basement 1 dan 2 Plaza UOB, salah satunya terdapat mobil Fortuner milik petinggi di UOB bernopol B 9 UOB. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/17105149/Fortuner.Bos.UOB.Ditemukan.Berlumpur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan Mon , 21 Jan 2013 16:55:57 UTC+0700Jokowi ingin memberi contoh kepada warga Jakarta pentingnya sumur resapan. Balaikota DKI pun mulai dibuat sumur resapan agar tak banjir lagi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16555782/Jokowi.Beri.Contoh..Balaikota.Dibuatkan.Sumur.Resapan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin Mon , 21 Jan 2013 16:54:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1653294-20130121brokcmfotobanjir-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Petugas Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten dan TNI bersama warga bahu-membahu membersihkan endapan lumpur dari dua sekolah dasar negeri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16542753/Lumpur.Dibersihkan.dari.Dua.SD.Negeri.di.Kedung.Waringin http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas Mon , 21 Jan 2013 16:40:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1608475-karyawan-prudential-kemasi-barangbarang-dari-uob-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi di Plaza UOB belum kondusif. Listrik dan lift pun mati. Perusahaan yang berkantor di gedung tersebut memilih berkemas. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16401578/Plaza.UOB.Masih.Mati.Suri..Pegawai.Berkemas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan Mon , 21 Jan 2013 16:30:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1626318-banjir-di-kalibata-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Meski banjir tak lagi merendam kawasan Rawajati, sebagian warga masih tinggal di kolong jembatan layang Kalibata, Senin 21/1/2013. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16301890/Rumah.Berlumpur..Warga.Rawajati.Bertahan.di.Kolong.Jembatan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana Mon , 21 Jan 2013 16:19:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/08/1058005-nut--rasyid-datang-ke-dirlantas--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyidik Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengirim kembali berkas perkara M. Rasyid Amrullah Rajasa 22 ke Kejagung. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16193943/Berkas.Rasyid.Rajasa.Dilengkapi.Keterangan.BMW..Daihatsu..dan.Ahli.Pidana http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah Mon , 21 Jan 2013 16:16:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1127338-bersihbersih-pascabanjir-sma-n-8-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Siswa SMAN 8 Jakarta dapat kembali belajar di sekolah tersebut mulai Jumat 21/1/2013. Sebelumnya, mereka belajar di Gedung Diklat, Kuningan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16160276/Jumat..Siswa.SMAN.8.Kembali.Tempati.Gedung.Sekolah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas Mon , 21 Jan 2013 16:00:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1557233-20130121art--satpol-bantu-lalin-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Petugas Satpol PP DKI Jakarta ikut turun ke jalan membantu kerja petugas pengatur lalu-lintas di jalan protokol di Jakarta <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/16001699/Satpol.PP.di.Jakarta.Bantu.Atur.Lalu.Lintas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar Mon , 21 Jan 2013 15:58:55 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1527497-20130121art--mobil-ditarik-dari-basemen-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mobil-mobil yang terendam di Basement 1 dan 2 Plaza UOB mulai dipindahkan, sementara yang berada di Basement 3 masih menunggu air disedot. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15585579/Baru.Mobil.di.Basement.1.dan.2.UOB.yang.Diderek.Keluar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok Mon , 21 Jan 2013 15:58:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1552479-sampah-di-kali-krukut-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta Jokowi menilai pemindahan ibu kota negara sebaiknya menjadi langkah terakhir mengatasi berbagai persoalan kompleks Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15581370/Jokowi.Pindah.Ibu.Kota.kalau.Sudah.Mentok http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim Mon , 21 Jan 2013 15:41:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/21/1145204-nut-kawasan-muara-baru-penjaringan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Meski ketinggian air di Penjaringan sudah mulai surut, namun akses jalan masuk dan keluar wilayah ini masih sangat terganggu tingginya banjir. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/21/15412014/Bantuan.untuk.Korban.Banjir.di.Muara.Baru.Masih.Minim


6:03 PM | 0 comments | Read More

Mangkir Dipanggil DPR, Dahlan Pilih Ngurus Sapi


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah empat kali tidak memenuhi panggilan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (21/1/2013). Dahlan justru memilih untuk mengunjungi program integrasi sapi dan sorgum di Makassar.


Pemanggilan Dahlan ini masih terkait dengan pembahasan masalah inefisiensi PT PLN yang mencapai Rp 37,6 triliun saat Dahlan menjadi direktur utama perusahaan listrik pelat merah itu.


"Sapi sekarang menjadi bisnis yang penting. Saya lebih mengoptimalkan pengembangan bisnis sapi agar Indonesia mengurangi impor sapinya," kata Dahlan saat dihubungi Kompas.com dari Jakarta, Senin (21/1/2013).


Kunjungan Dahlan ini dalam rangka program Berdikari Integrated Farming. Program ini meliputi pembangunan ketahanan pangan melalui program integrasi peternakan sapi dan sorgum. Pengembangan program ini dilakukan di Bila River Ranch, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Program ini melibatkan 400 peternak dan 800 petani dengan luas lahan sorgum 3.200 ha, 2.000 ha jagung, dan 400 ha rumput gajah.


"Program ini merupakan kerja sama antara Universitas Hasanuddin Makassar, Institut Pertanian Bogor, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, dan PTPN XIV," tambahnya.


Berdikari integrated farm adalah sistem peternakan sapi yang terpadu antara sapi betina produktif, anakan 6.000 sapi dan makanan dari hijau-hijauan dan konsentrat yang bekerja sama dengan para petani. Ke depan, penghijauan ini juga akan dipanen dari sorgum. "Berdikari sekarang pada fokus pengembangan sapi, tidak lagi bisnis mebel dan asuransi," katanya.


Sekadar catatan, Pemerintah Indonesia saat ini masih berupaya melakukan impor daging sapi, khususnya dari Australia. Ini untuk mencukupi kebutuhan daging sapi dalam negeri.


Padahal, peternakan sapi di dalam negeri masih banyak, tetapi belum banyak dikembangkan. Di Tanah Air, distribusi sapi ini masih terhambat karena biaya distribusinya mahal, apalagi bila harus menggunakan kapal laut. Di sisi lain, distribusi ini terhambat karena gelombang air laut sedang tinggi.






Editor :


Erlangga Djumena









6:02 PM | 0 comments | Read More

Lee Chong Wei Cetak Rekor Baru

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, January 20, 2013 | 6:30 PM



Malaysia Terbuka Super Series


Lee Chong Wei Cetak Rekor Baru





Minggu, 20 Januari 2013 | 17:24 WIB












JAKARTA, Kompas.com - Pemain Malaysia, Lee Chong Wei membuat rekor baru dengan menjuarai turnamen Malaysia Terbuka Super Series untuk kesembilan kalinya dengan mengalahkan Sony Dwi Kuncoro di final, Minggu (20/1).

Chong Wei yang diunggullkan di tempat pertama, tampil terlalu perkasa buat Sony yang diunggulkan di tempat kedelapan dalam pertandingan di Stadion Putra, Bukit Jalil, Malaysia ini.  Chong Wei menang dua game 21-7, 21-8. Dengan kemenangan ini, Chong Wei unggul dalam rekor pertemuan kedua pemain dengan delapan kemenangan berbanding lima kekalahan.

Keberhasilan ini juga sekaligus membuat Chong Wei melampaui rekor legenda bulu tangkis Malaysia, Wong Peng Soon. Pemain  wilayah yang waktu itu masih bernama Malaya ini menjuarai Malaya Open delapan kali antara 1941 hingga 1953.

Sementara keberhasilan Lee Chong Wei dianggap lebih hebat karena ia mencetaknya di era bulu tangkis modern dan terbuka. Chong Wei menjadi juara sejak 2004 hingga 2013 dan hanya diselingi pemain Denmark, Peter Hoeg Gade pada 2007.





Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















6:30 PM | 0 comments | Read More

Sebelum Wafat, A Rafiq Sempat Dirawat di Rumah Sakit


A Rafiq

A Rafiq (sumber: Beritasatu/Chairul Fikrie)




Akibat menderita penyakit jantung.

Artis dan Pedangdut Ahmad Rafiq atau yang akrab dipanggil A Rafiq tutup usia pada hari ini sabtu (19/01) di rumah sakit Medistra sekitar pukul 16.00 akibat penyakit jantung yang dialaminya.

Rupanya sang maestro daangdut yang terkenal lewat lagu "Pengalaman Pertama" itu sudah dirawat di RS Medistra, Jl. Gatot Subroto sudah 1 minggu yang lalu. Hal itu diungkapkan Galih salah satu menantu A Rafiq.

"Ayah dirawat disini sudah satu minggu. Beliau menderita penyakit Jantung," ungkapnya saat ditemui di RS Medistra, Jakarta, Sabtu (18/1).

Lebih lanjut Galih mengungkapkan langsung dibawa ke rumah duka dann disemayamkan disanna. " Ayah akan kami lanngsung bawa kerumah duka di Kelapa dua, Depok dan baru besok dikebumikan, tapi belum tau dimana, menunggu hasil musyawarah keluarga," lanjutnya.

A Rafiq lahir di Semarang pada 5 Maret 1948. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Aisyah dan dikaruniai 3 orang Putra-putri. Selama beliau hidup, beliau aktif sebagai seorang penyanyi dan aktor.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Bendung Katulampa Bukan Bendungan


BOGOR, KOMPAS.com — Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Bogor, Andi Sudirman menegaskan, Bendung Katulampa adalah bendung yang berfungsi untuk irigasi pertanian dan sebagai sistem peringatan.

"Banyak orang yang salah menyebutkan Bendung Katulampa dengan bendungan. Fungsi bendung dengan bendungan jelas berbeda. Bendung Katulampa ini berfungsi untuk irigasi pertanian dan alat pengukur ketinggian air Sungai Ciliwung," kata Andi Sudirman di Bogor, Minggu (20/1/2013).

Andi mengatakan, fungsi utama Bendung Katulampa yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda adalah untuk irigasi pertanian di wilayah Bogor.

Ia menjelaskan perbedaan bendung dan bendungan. Bendung airnya ditampung untuk dibagikan, sedangkan bendungan air yang ditampung dipertahankan, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.

Selain itu, karena posisi Bendung Katulampa berada di pertengahan antara Puncak dan Kota Bogor, bendung tersebut juga menjadi alat peringatan dini mengenai ketinggian air Sungai Ciliwung untuk diketahui warga di daerah hilir sungai.

"Fungsi utama selain sebagai irigasi pertanian, juga sebagai peringatan dini tentang ketinggian air untuk pintu air yang ada di hilir Sungai Ciliwung, seperti Manggarai dan Depok," kata Andi.

Ia mengatakan, masih banyak sejumlah media yang salah menyebutkan status Bendung Katulampa sebagai bendungan sehingga menimbulkan pengertian yang salah di masyarakat, terutama terkait dibukanya pintu air Bendung Katulampa sehingga diistilahkan Bogor mengirim air ke Jakarta.

"Air sungai memang mengalir dari Bogor ke Jakarta, tapi jangan diartikan Bogor mengirim air sehingga menyebabkan banjir," kata Andi.     

Akhir-akhir ini Bendung Katulampa ramai diberitakan, terkait dengan banjir di Jakarta yang kerap dikaitkan dengan Bogor sebagai pengirim air.

Keberadaan Bendung Katulampa menjadi sangat vital dan penting untuk mengetahui informasi mengenai ketinggian air, khususnya pada saat hujan mengguyur Bogor dan kawasan Puncak.

Selama 2013, ketinggian air Bendung Katulampa mencapai puncak tertinggi pada Selasa (15/1/2013) lalu, yakni setinggi 210 sentimter sehingga petugas menetapkan status Siaga I banjir.

Seiring dengan hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan kawasan Puncak selama lima hari, ketinggian air di Bendung Katulampa masih berstatus siaga.

Hingga Minggu ini pukul 17.30 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa masih berstatus Siaga IV yaitu 80 sentimeter.

Sumber: Antara




Fungsi utama selain sebagai irigasi pertanian, juga sebagai peringatan dini tentang ketinggian air untuk pintu air yang ada di hilir Sungai Ciliwung, seperti Manggarai dan Depok. - Andi Sudirman















6:03 PM | 0 comments | Read More

Gangguan di Sayap, Citilink Batal Terbang





Gangguan di Sayap, Citilink Batal Terbang





Penulis : Didik Purwanto | Minggu, 20 Januari 2013 | 12:24 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Citilink QG 831 jurusan Medan-Jakarta pagi tadi batal terbang. Hal ini disebabkan gangguan di sayap pesawat.


Elizabeth Gloria Brahmana, salah satu penumpang Citilink menjelaskan pesawat tersebut seharusnya terbang pukul 08.40 wib dari bandara Polonia Medan dan tiba di Soekarno Hatta Cengkareng pukul 10.55 wib. "Tadi kita sudah masuk pesawat dan sempat berputar di landasan sebelum terbang. Namun pilot akhirnya membatalkan terbang karena ada gangguan di sayap pesawat," kata Eli kepada Kompas.com, Minggu (20/1/2013).


Menurut Eli, seluruh penumpang lantas kembali diturunkan dan dijanjikan akan diterbangkan pada penerbangan selanjutnya. Seluruh penumpang saat ini berada di ruang tunggu bandara Polonia Medan.


Berdasarkan keterangan dari salah satu kru PT Gapura Angkasa Fitri Budianti, seluruh penumpang akan diterbangkan pada penerbangan selanjutnya yaitu pada pukul 18.50 wib atau 20.00 wib.


Masalahnya, penumpang Citilink yang akan terbang ini berjumlah 180 orang. Namun pada penerbangan pukul 18.00 wib, hanya tersedia kursi kosong 14 orang dan pukul 20.00 wib hanya 20 orang.


Hingga saat ini, nasib penumpang masih terlantar di ruang tunggu bandara Polonia Medan.


Dihubungi terpisah, Senior Marketing Corporate Communication Citilink Aristo Kristandyo menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih menghubungi ke Medan dan belum mendapat detailnya. "Secara umum ada problem flap (flt control), detail belum ada. Semua aman," kata Aristo.


Untuk pengalihan penerbangan, saat ini pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pihak bandara, khususnya untuk mendatangkan pesawat dari Jakarta ke Medan atau mempersiapkan pesawat cadangan di Medan menuju Jakarta hari ini.






Editor :


Erlangga Djumena
















6:02 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger