Pemanfaatan lahan dengan cara pertanian konvensional seringkali hanya menghasilkan nilai tambah seadanya, padahal jika dikelola dengan baik akan menghasilkan nilai tambah maksimal. Di Bogor, Jawa Barat petani mengembangkan budidaya ulat sutera, dengan pengelolaan hulu sampai hilir, dan menghasilkan keuntungan yang berlipat.
Kualitas Tenun Ditentukan oleh Pakan
Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, June 19, 2013 | 6:58 PM
Tontowi/Liliyana dan Ahsan/Hendra Juga Lolos
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan)/Lilyana Natsir, bersiap untuk mengembalikan kok dari Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, pada babak kedua Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (13/6/2013). Tontowi/Lilyana menang 12-21, 21-12, 21-11. | KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
SINGAPURA, Kompas.com - Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putera Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil melampaui babak pertama SIngapura Terbuka Super Series, Rabu (19/6).
Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat ketiga ini menang mudah atas ganda campuran asal India, Tarun Kona/Ashwini Ponnappa dalam dua game langsung, 21-6, 21-10.
"Di pertandingan kali ini kami lebih menekan. Lawan juga kelihatan tidak siap terutama Ashwini" kata Tontowi sepertri dikutip badmintonindonesia.
Pada game kedua, juara All England 2012-2013 ini kembali unggul jauh dari lawannya hingga 11-3. "Ini adalah pertandingan pertama, kami lebih waspada karena belum tahu keadaan lapangan. Dibanding lawan, kami juga lebih siap dan langsung in. Saat tertinggal jauh, lawan kelihatan sudah pasrah" ujar Liliyana.
Di babak kedua, Tontowi/Liliyana kana menghadapi ganda Malasyia, Ong Jian Guo/Lim Yin Loo (Malaysia).
Sementara ganda putera Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan juga tak menemui kesulitan berarti untuk mauju ke babak kedua. Mereka mampu menyingkirkan ganda putera Malaysia, Goh V. Shem/Lim Lhim Wah yang diunggulkan di tempat delapan dalam daua game 21-19, 21-12.
Berikut hasil pemain Indonesia, Rabu (19/6):
Tontowi AHMAD/Liliyana NATSIR[3]-Tarun Kona/Ashwini Ponnappa 21-6, 21-10
Mohammad AHSAN/Hendra SETIAWAN-Goh V Shem/Lim Khim Wah [Malaysia/8] 21-19, 21-12
Belaetrix MANUPUTI-Nichaon Jindapon 21-19, 21-14
Muhammad RIJAL/Debby SUSANTO [5]-Johannes Schoettler/Johanna Goliszewski [Germany] 22-20, 21-11
Shin Baek Choel/Jang Ye Na [Korea]-Gideon Markus FERNALDI/Aprilsasi Putri LEJARSAR VARIELLA 21-16, 21-4
Praveen JORDAN/Vita MARISSA-Terry Hee/Fu Mingtian [Singapore] 21-16 22-20
Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah [Hong Kong]-Fran KURNIAWAN/Shendy Puspa IRAWATI [7] 21-10, 21-16
Nitya Krishinda MAHESWARI/Greysia POLII-Pradnya Gadre/Ashwini Ponnappa 21-18, 21-23, 21-16
Editor : A. Tjahjo Sasongko
Kualitas Tenun Ditentukan oleh Pakan
Pemanfaatan lahan dengan cara pertanian konvensional seringkali hanya menghasilkan nilai tambah seadanya, padahal jika dikelola dengan baik akan menghasilkan nilai tambah maksimal. Di Bogor, Jawa Barat petani mengembangkan budidaya ulat sutera, dengan pengelolaan hulu sampai hilir, dan menghasilkan keuntungan yang berlipat.
Sabtu, Jokowi Buka Pameran Monorel di Monas
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jakarta Monorail (JM) dan investornya, Ortus Holdings Limited akan menggelar pameran monorel di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pameran akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada Sabtu (22/6/2013), bertepatan dengan HUT ke-486 DKI Jakarta.
Direktur Teknis PT JM Bovanantoo mengatakan, pameran itu rencananya akan digelar mulai dari tanggal 22 Juni hingga 14 Juli 2013. Pameran terbuka untuk umum dan gratis.
"Dengan melihat langsung kereta monorel yang kami datangkan dari China, masyarakat menjadi yakin monorel akan segera ada di Jakarta. Pameran akan dibuka oleh Pak Jokowi hari Sabtu pada pukul 16.00 di Monas," ujar Bovanantoo, di Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Ortus Holdings Limited, Banyu Biru Djarot, mengatakan, pameran itu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang proyek monorel dan manfaatnya bagi Ibu Kota.
Menurut Banyu, sebagai investor mayoritas di PT JM, Ortus Holdings akan bekerja untuk menciptakan Jakarta lebih baik dengan menyediakan sistem transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan terjangkau.
Pameran monorel itu, lanjut Banyu, didukung oleh tiga perusahaan yang berpengalaman di bidang masing-masing, yaitu Singapore Technologies Electronics (Singapura), China CNR Corporation Limited (China), dan Indosat (Indonesia).
ST Electronics merupakan perusahaan penyedia sistem manajemen lalu lintas dan e-government solution di 100 negara. China CNR Corporation Limited merupakan perusahaan pembuat kereta. Adapun Indosat, merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi.
"Saya yakin, kita dapat membuat proyek ini menjadi kenyataan. Jadi, kalau ingin tahu lebih banyak tentang monorel, saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk berpartisipasi dalam langkah awal perubahan transportasi umum Jakarta dengan mengunjungi pameran ini," ujarnya.
Editor : Tjatur Wiharyo
Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa
BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).
"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.
Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.
Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.
Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.
Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.
Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)
Eza Gionino Siap Dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan
Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, June 18, 2013 | 6:58 PM
Jakarta - Vonis yang diterima oleh Eza Gionino terkait tuduhan kekerasan yang dilakukannya terhadap mantan kekasihnya, Ardina Rasti membuat dirinya harus menerima vonis tujuh bulan penjara. Hal itulah yang membuat Eza yang kini mendekam di Jeruji besi di Polres Jakarta Selatan harus bersiap berpindah ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
"Hari Kamis (20/6) besok, dia (Eza) akan dipindahkan ke LP (Lembaga Pemasyarakatan) Cipinang," kata Hendarsam Marantoko, Kuasa Hukum
Eza Gionino saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (18/6).
Lebih lanjut kepindahan Eza dikarenakan putusan hak membuat Eza harus bersiap pindah ke rumah tahanan karena selama ini masih menjadi titipan
kejaksaan. Eza akan menjalani sisa hukumannya selama dua bulan lagi.
"Jadi sekitar akhir Agustus sudah dibebaskan," jelas Hendarsam.
Ditanya mengenai kemungkinan mengajukan banding, Hendarsam menegaskan dirinya atas permintaan Eza tidak akan mengajukan banding karena memakan waktu dan ketidakpercayaan Eza terhadap lembaga hukum di Indonesia.
"Kami akhirnya memutuskan sepakat untuk tidak banding, pertimbangan hukumnya dari cara hakim menilai dia (Eza), ada krisis kepercayaan di peradilan yang dijalaninya," tutur Hendarsam.
PBSI Akan Tambah Pelatih Fisik Pelatnas
JAKARTA, Kompas.com — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menambah jumlah pelatih fisik di Pelatnas Cipayung untuk meningkatkan stamina atlet yang selama ini dinilai masih menjadi kendala.
"Kami sedang mencari tambahan pelatih fisik. Kami akan menambahkan setidaknya tiga pelatih fisik," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky kepada Antara, Selasa.
Rexy mengatakan, selama ini persoalaan fisik selalu menjadi kendala bagi atlet saat berlaga di turnamen. Meskipun teknik permainan sudah bagus, tetapi jika stamina sudah terkuras maka atlet pun tidak mampu bermain maksimal.
Sebagai contoh saat tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, gagal melanjutkan langkahnya ke final setelah tak berdaya dikalahkan pemain Jerman Marc Zwiebler dengan telak 17-21 dan 10-21 pada babak perempat final Djarum Indonesia Terbuka 2013 di Istora Senayan, Sabtu (15/6/2013) lalu.
Tommy mengaku saat itu kondisinya kurang prima. Padahal Tommy sudah tampil gemilang sejak putaran pertama dengan berhasil menundukkan pemain terbaik kedua dunia, Chen Long, dua game langsung 21-11, 21-18, serta membalas enam kali kekalahannya. "Memang selama ini fisik selalu menjadi kendala," tutur Rexy yang menambahkan saat ini hanya ada satu pelatih fisik.
Namun, tambahan pelatih fisik ini nantinya tidak akan menangani persiapan pemain-pemain yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Agustus mendatang di Guangzhou, China. "Karena mereka perlu adaptasi dulu. Jadi yang persiapan ke Kejuaraan Dunia tetap menjalankan latihan khusus dan akan di-push lebih banyak di lapangan yang juga mengena ke fisik," jelas Rexy.
Sumber : ANT
Editor : A. Tjahjo Sasongko
Eza Gionino Siap Dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan
Jakarta - Vonis yang diterima oleh Eza Gionino terkait tuduhan kekerasan yang dilakukannya terhadap mantan kekasihnya, Ardina Rasti membuat dirinya harus menerima vonis tujuh bulan penjara. Hal itulah yang membuat Eza yang kini mendekam di Jeruji besi di Polres Jakarta Selatan harus bersiap berpindah ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
"Hari Kamis (20/6) besok, dia (Eza) akan dipindahkan ke LP (Lembaga Pemasyarakatan) Cipinang," kata Hendarsam Marantoko, Kuasa Hukum
Eza Gionino saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (18/6).
Lebih lanjut kepindahan Eza dikarenakan putusan hak membuat Eza harus bersiap pindah ke rumah tahanan karena selama ini masih menjadi titipan
kejaksaan. Eza akan menjalani sisa hukumannya selama dua bulan lagi.
"Jadi sekitar akhir Agustus sudah dibebaskan," jelas Hendarsam.
Ditanya mengenai kemungkinan mengajukan banding, Hendarsam menegaskan dirinya atas permintaan Eza tidak akan mengajukan banding karena memakan waktu dan ketidakpercayaan Eza terhadap lembaga hukum di Indonesia.
"Kami akhirnya memutuskan sepakat untuk tidak banding, pertimbangan hukumnya dari cara hakim menilai dia (Eza), ada krisis kepercayaan di peradilan yang dijalaninya," tutur Hendarsam.
Basuki: Bangku Taman Tambah Tugas Dinas Sosial
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, bangku taman yang telah disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sejumlah tempat berpotensi menjadi tempat istirahat atau menginap tunawisma. Dengan begitu, lanjut Ahok, kursi-kursi taman itu juga berpotensi membuat pekerjaan Dinas Sosial DKI Jakarta bertambah.
"Enak buat tidur, kalau ada orang tidur di situ kan berarti tunawisma. Nah, berarti di sinilah Dinas Sosial harus bekerja lagi (untuk mengurangi tunawisma)," ujar Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Selain mengingatkan Dinas Sosial DKI Jakarta soal kemungkinan bertambahnya pekerjaan mereka mengurangi tunawisma, Ahok juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga bangku-bangku taman itu, supaya tidak dicorat-coret.
"Prinsip Pak Gubernur (Joko Widodo), kalau ada corat-coret, ya tutup lagi. Nanti kalau Satpol PP sudah menangkap ada pelaku corat-coret, baru kita suruh untuk bersihin sendiri," ungkap Basuki.
Basuki juga menjelaskan, sementara ini, tempat-tempat yang akan dipasangi bangku taman adalah kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Medan Merdeka Barat dan taman-taman yang sudah tertata. Pemasangan bangku taman, lanjut Ahok, akan dilaksanakan secara bertahap.
Basuki juga mengaku berharap, saat Car Free Day atau Jakarta Night Festival, masyarakat bisa menggunakan bangku-bangku taman itu untuk beristirahat dan menikmati suasana dengan tenang dan nyaman.
"Bisa bayangin enggak kalau kita enggak punya rumah dan halaman yang luas, tiba-tiba seminggu sekali bisa menikmati, serasa punya halaman sendiri. Pikiran kayak begitu saja. Kalau ada kursi kan enak sambil lihat-lihat taman," kata Basuki.
Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta berencana memasang 340 bangku taman di sejumlah lokasi di Ibu Kota. Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, dana untuk menyediakan bangku taman tidak berasal dari APBD DKI Jakarta, melainkan dari program corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan.
Editor : Tjatur Wiharyo
Penjualan TelkomVision ke Trans Corp Dinilai Aneh
JAKARTA, KOMPAS.com — Satu lagi politisi ikut bersuara mengenai penjualan TelkomVision ke Trans Corp milik Chairul Tanjung. Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menganggap aneh rencana PT Telekomunikasi IndonesiaTbk (Telkom) menjual hampir seluruh saham perusahaan televisi berlangganan itu.
Tantowi tak menemukan alasan mengapa TelkomVision yang potensial harus dijual ke swasta. "Agak aneh bagi saya Telkom menjual unit usahanya yang lagi membaik bisnisnya dan akan menjadi bisnis masa depan. Dan Telkom sendiri lagi tidak butuh uang," katanya, Selasa (18/6/2013).
Politisi Partai Golkar ini berpendapat, dalam rencana penjualan TelkomVision itu sejauh ini belum tercium motivasi politik. Meski di sisi lain, ada dugaan pihak pembeli memanfaatkan kedekatannya dengan penguasa.
"Pelakunya adalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan yang menggunakan kedekataannya tersebut," ujarnya. Untuk diketahui, di tengah kemelut isu bahan bakar minyak (BBM) dan koalisi, pada pekan pertama Juni 2013 ada aksi korporasi yang rawan menjadi skandal politik dan sekaligus ekonomi.
Aksi korporasi itu adalah pelepasan hampir seluruh saham TelkomVision milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ke Trans Corp. Tidak ada pengumuman resmi berapa nilai akhir penjualan TelkomVision ke Trans Corp.
Namun, beredar luas bahwa aksi korporasi tersebut bernilai sekitar 100 juta dollar AS. Kedekatan Presiden SBY dengan Chairul Tanjung terjalin karena Chairul adalah Ketua Ekonomi Nasional (KEN).
Editor : Bambang Priyo Jatmiko