Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Inilah Daftar Lengkap Nominasi SCTV Award 2013

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, November 27, 2013 | 6:23 PM


Jakarta - Kemeriahan malam penganugerahan SCTV Award tahun 2013 sebentar lagi akan digelar. Sejumlah artis maupun aktor akan memperebutkan 10 kategori nominasi yang disediakan dalam ajang SCTV Award tahun ini.


Tak hanya artis dan aktor saja yang memperebutkan juara dalam ajang penghargaan ini, namun musisi dan iklan ngetop pun akan diperebutkan di ajang tahunan ini.


Malam puncak penghargaan SCTV Award 2013 sendiri akan diselenggarakan Jumat, 29 November mendatang, mulai pukul 19.00 WIB, disiarkan langsung dari Hall D Kemayoran. Sejumlah artis pun sudah dikonfirmasi akan memeriahkan malam puncak SCTV Award, di antaranya yakni Indah Dewi Pertiwi (IDP), Noah, Setia Band, Syahrini, Afgan, Cherrybelle, Smash, Cakra Khan, Zaskia Gotik, hingga Wali, Armada, dan masih banyak lagi.


Acara ini rencananya akan dipandu oleh tiga host, yakni Andhika Pratama, Gading Marten, serta Senandung Nacita. Berikut daftar nominasi peraih SCTV Award tahun 2013:


Kategori Aktor Utama Paling Ngetop
1. Adipati Dolken
2. Andhika Pratama
3. Dimas Anggara
4. Eza Gionino
5. Rizky Nazar


Kategori Aktor Pendamping Paling Ngetop
1. Aldi Taher
2. Christ Laurent
3. Fandy Christian
4. Rizky Alatas
5. Ucup Nirin


Kategori Aktris Utama Paling Ngetop
1. Dinda Kirana
2. Febby Rastanty
3. Michelle Zuidith
4. Tika Bravani
5. Zsasa Utari


Kategori Aktris Pendamping Paling Ngetop
1. Adzana Adi Bing Slamet
2. Eriska Rein
3. Meriam Bellina
4. Sahila Hisyam
5. Shinta Muin


Kategori Penyanyi Paling Ngetop
1. Afgan
2. Agnes Monica
3. Cakra Khan
4. Raisa
5. Syahrini


Kategori Grup Band Paling Ngetop
1. Geisha
2. Noah
3. Setia Band
4. Ungu
5. Wali


Kategori Boy/Girl Band Paling Ngetop
1. Blink
2. Cherrybelle
3. Coboy Junior
4. JKT 48
5. Sm*sh


Kategori Presenter Paling Ngetop
1. Andhika Pratama
2. Farid Reza
3. Gading Marten
4. Narji
5. Uya Kuya


Kategori Aktor Iklan Paling Ngetop
1. Indofood (versi Indomie Festive 'Gerobak')
2. Proman (versi Motor Gede)
3. So Nice (versi Semua Makan So Nice)
4. Teh Rio (versi Sm*sh)
5. Vaseline (versi Noah)


Kategori Program Paling Ngetop
1. 3 Sempruuul Mengejar Surga
2. Bidadari-Bidadari Surga
3. Emak Ijah Pengen ke Mekah
4. Pesantren & Rock 'N Roll Season 3
5. Si Cemong



6:23 PM | 0 comments | Read More

Kebiasaan Hemat Energi Nicholas Saputra Datang dari Sang Ayah

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, November 26, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - Aktor Nicholas Saputra dipilih oleh perusahaan Schneider Electric untuk menjadi duta kampanye "Click to Save". Melalui kampanye ini, Niko (sapaan akrabnya) berharap masyarakat akan lebih teredukasi dan peduli terhadap penggunaan energi.


Niko juga mengaku sudah dari kecil melakukan kebiasaan menghemat energi karena didikan sang ayah. Dia mengatakan bahwa sang ayah-lah yang selalu mengingatkannya untuk mengecek penggunaan listrik di rumah.


"Ayah saya adalah seorang teknisi listrik. Dengan begitu, dia sangat peduli terhadap penggunaan listrik. Tugas saya dari kecil di rumah adalah mengecek lampu di lantai dua, apakah sudah mati di pagi hari. Dia juga selalu mengingatkan untuk memutuskan semua aliran listrik di kamar, bila saya ingin travelling," ujar Niko, di acara peluncuran kampanye "Click to Save" oleh Schneider Electric, di Jakarta, Selasa (26/11).


Diakui Niko, pesan-pesan ayahnya itu pun selalu dia ingat sampai dewasa. Bahkan saat membangun rumahnya, dia sangat memperhatikan detail-detail, termasuk tata letak ruang yang memungkinkannya untuk tidak menggunakan daya listrik berlebihan.


"Saya meminta arsitek yang mengerjakan rumah saya untuk membuatkan ruang tengah yang tidak mengharuskan saya menggunakan AC pada siang hari. Kecuali bila ada tamu yang jumlahnya lebih dari 5 orang," ujarnya.


Selain itu, Niko juga mengaku memperhatikan arah hadap rumahnya, serta letak ruangan-ruangan di rumah, agar dia bisa menggunakan lampu secara efisien.


"Kuncinya adalah efisien. Tidak bisa dipungkiri, kita tetap membutuhkan lampu di malam hari. Kita juga tetap membutuhkan AC. Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan mereka secukupnya, tidak berlebihan," imbuh Niko.


Niko pun menyarankan kepada masyarakat agar lebih baik menggunakan daya listrik yang pas-pasan saja di rumah. Menurutnya, dengan daya yang terbatas, tentunya masyarakat menjadi harus bisa mengontrol dan bijaksana dalam menggunakan alat-alat elektroniknya.



6:58 PM | 0 comments | Read More

Kebiasaan Hemat Energi Nicholas Saputra Datang dari Sang Ayah


Jakarta - Aktor Nicholas Saputra dipilih oleh perusahaan Schneider Electric untuk menjadi duta kampanye "Click to Save". Melalui kampanye ini, Niko (sapaan akrabnya) berharap masyarakat akan lebih teredukasi dan peduli terhadap penggunaan energi.


Niko juga mengaku sudah dari kecil melakukan kebiasaan menghemat energi karena didikan sang ayah. Dia mengatakan bahwa sang ayah-lah yang selalu mengingatkannya untuk mengecek penggunaan listrik di rumah.


"Ayah saya adalah seorang teknisi listrik. Dengan begitu, dia sangat peduli terhadap penggunaan listrik. Tugas saya dari kecil di rumah adalah mengecek lampu di lantai dua, apakah sudah mati di pagi hari. Dia juga selalu mengingatkan untuk memutuskan semua aliran listrik di kamar, bila saya ingin travelling," ujar Niko, di acara peluncuran kampanye "Click to Save" oleh Schneider Electric, di Jakarta, Selasa (26/11).


Diakui Niko, pesan-pesan ayahnya itu pun selalu dia ingat sampai dewasa. Bahkan saat membangun rumahnya, dia sangat memperhatikan detail-detail, termasuk tata letak ruang yang memungkinkannya untuk tidak menggunakan daya listrik berlebihan.


"Saya meminta arsitek yang mengerjakan rumah saya untuk membuatkan ruang tengah yang tidak mengharuskan saya menggunakan AC pada siang hari. Kecuali bila ada tamu yang jumlahnya lebih dari 5 orang," ujarnya.


Selain itu, Niko juga mengaku memperhatikan arah hadap rumahnya, serta letak ruangan-ruangan di rumah, agar dia bisa menggunakan lampu secara efisien.


"Kuncinya adalah efisien. Tidak bisa dipungkiri, kita tetap membutuhkan lampu di malam hari. Kita juga tetap membutuhkan AC. Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan mereka secukupnya, tidak berlebihan," imbuh Niko.


Niko pun menyarankan kepada masyarakat agar lebih baik menggunakan daya listrik yang pas-pasan saja di rumah. Menurutnya, dengan daya yang terbatas, tentunya masyarakat menjadi harus bisa mengontrol dan bijaksana dalam menggunakan alat-alat elektroniknya.



6:23 PM | 0 comments | Read More

Pengadilan Agama: Pihak Asmirandah Minta Batalkan Pernikahannya

Written By Luthfie fadhillah on Monday, November 25, 2013 | 6:58 PM


Depok - Kisah cinta pasangan Asmirandah dan Jonas Rivanno kini di ujung prahara. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, mengatakan bahwa pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno telah batal, seiring dengan ucapan Vanno yang menyangkal bahwa dirinya pernah masuk Islam.


Sehubungan dengan itu, Pengadilan Agama (PA) Depok disebut akan menggelar sidang pembatalan pernikahan keduanya, dalam waktu dekat. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Humas PA Depok, Suryadi, saat dihubungi via telepon, Senin (25/11).


"Pembatalan pernikahan Asmirandah dan Jonas yang digelar 17 Oktober 2013 lalu, akan disidangkan untuk dibatalkan," ungkap Suryadi.


Dijelaskan Suryadi, pembatalan pernikahan tersebut didasarkan atas permintaan pihak Asmirandah sendiri.


"Pembatalan tersebut atas permintaan pihak Asmirandah, yang mendaftarkan pembatalan pernikahan tersebut kepada Kantor Pengadilan Agama Depok Jawa Barat, dengan nomor perkara 2390/pdt.g/2013/PA.dpk, yang didaftarkan sejak tanggal 7 November lalu," lanjut Suryadi.


Namun lebih jauh, Suryadi enggan menjelaskan kenapa pihak Asmirandah meminta dilakukannya pembatalan pernikahan tersebut.


"Mengenai substansinya, mohon maaf, tidak dapat saya sampaikan, sebelum sidang yang akan dimulai Rabu, 27 November 2013 mendatang," tegasnya.


"Tugas pengadilan agama tidak hanya (soal) perkara perceraian saja. Salah satunya adalah pembatalan perkawinan, biasa diajukan oleh pihak suami, istri, atau keluarga ke atas, atau pejabat berwenang," tambahnya lagi.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Istri Hamil Bikin Desta Mudah Panik


Jakarta - Desta mengaku mudah panik saat istrinya, Natasha Rizki, sedang hamil saat ini. Bahkan, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Desta mengaku jadi sering sekali menelepon istrinya saat dirinya tengah bekerja.


"Waktu awal kehamilan, dia kan sering di rumah karena sering merasa lemas. Jadi, kalo lagi kerja, bolak-balik saya telepon untuk menanyakan kondisinya. Makanya, saya senang saat usia kehamilannya di atas 4 bulan. Dia sudah lebih aktif dan sering ikut saya kerja. Jadi, saya bisa ngontrol secara langsung," ujar Desta, di sela-sela acara jumpa pers JakCloth Year End Sale (YES) 2013, di Jakarta, Senin (25/11).


Desta bahkan mengakui jika dia kadang sulit mengontrol kepanikannya. Terutama karena ini merupakan anak pertama bagi dirinya dan istri, sehingga menurutnya mereka masih minim pengalaman. Hal itu pun dibenarkan sang istri.


"Saya enggak enak badan dikit, (Desta) langsung telepon dokter. Bahkan kalau saya makan sate atau makan makanan yang kira-kira kurang baik untuk kandungan saya, dia bisa marah," ungkap Natasha.


Selain mengontrol rasa panik, Desta sendiri kemudian juga merasa harus bisa mengontrol ucapannya selama masa kehamilan sang istri.


"Kalo lagi ngomentarin atau ngeledek orang, pasti berusaha untuk ingat kalo istri lagi hamil. Apalagi kalo ngomong kotor. Mau gak mau harus dikurangin," candanya.


Lebih jauh, Desta mengaku bahwa dia ingin sekali memiliki anak laki-laki, agar bisa menjadi pemain sepakbola.


"Laki-laki atau perempuan sebenarnya bukan masalah. Tapi, kalo harapan saya sih laki-laki, biar bisa diajarin main bola," ujar Desta seraya tertawa.


Pasangan ini memang mengaku sengaja tidak memeriksakan jenis kelamin calon anak mereka dari sekarang, agar kelak menjadi kejutan.


"Beberapa pilihan nama dan usulan dari keluarga sudah ada. Tapi, kita belum menentukan. Yang jelas, nanti kita ingin ada gabungan dari nama kita berdua. Kemudian (ada) istilah yang menandakan dia anak keberapa, dan lahir di bulan apa," imbuh Natasha.



6:23 PM | 0 comments | Read More

Indo Star Trek, Menyatukan Para Pecinta Star Trek

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, November 24, 2013 | 6:23 PM


Jakarta - Film seri fiksi ilmiah (science fiction) "Star Trek" sudah tayang di televisi sejak tahun 1966. Sejak itu pula,  perjuangan sekelompok ilmuwan di dalam pesawat luar angkasa USS Enterprise itu menarik penggemar di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.


Meski sudah lama berhenti mengudara di televisi dan muncul dalam bentuk film bioskop, para pecinta "Star Trek" atau yang disebut trekkies atau trekkers di Indonesia tak berhenti mengapresiasi tayangan tersebut. Para trekkies Indonesia pun membuat wadah berkumpul dan berdiskusi yang mereka sebutkan Indo Star Trek.


"Tadinya terpisah, ada USS Batavia, USS Parahyangan, Wrap Nine, lalu melebur jadi satu di Indo Star Trek tahun 2003 saat Ismanto membuat milisnya," ujar Project Officer Star Trek Day 2013 Hilmy Hasanuddin saat ditemui di Star Trek Day, Jakarta, Sabtu (23/11).


Setelah milis Indo Star Trek dibuat pada 2003, pertemuan pertama para anggota komunitas baru diadakan pada tahun 2006 dan disebut dengan First Contact.


"Kami di sini tidak ada ketuanya, hanya ada administrator yang mengatur milis. Komunitas ini wadah untuk yang suka Star Trek, kita berteman dan kumpul di sini," tambah Hilmy.


Anggota komunitas Indo Star Trek terdiri dari berbaga latar belakang profesi, pendidikan, dan umur. Yang unik, ada sebutan tertentu bagi para anggota.


"Kami mengikuti tingkatan di Pramuka. Ketika beranjak umur tertentu, bisa menjadi commander, jadi captain, semuanya akan merasakan. Kami maunya semua sama tidak ada senioritas," ujar Hilmy.


Untuk anggota komunitas dengan range umur di bawah umur 10 tahun disebut Cadet, lalu seterusnya berurutan Ensign, Liutenant, Commander, Captain, dan Admiral. Apabila nantinya anggota komunitas telah mencapai umur tertentu maka ia akan diinaugurasi dengan sebutan baru.


"Anggota kami paling muda 14 tahun, paling senior di atas 55 tahun," ujar Hilmy.


Selain berdiskusi lewat milis, menurut Hilmy para anggota Indo Star Trek juga melakukan gathering, movie screening, diskusi, dan Spaceship Bridge Simulation paling tidak sebulan sekali.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Indo Star Trek, Menyatukan Para Pecinta Star Trek

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, November 23, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - Film seri fiksi ilmiah (science fiction) "Star Trek" sudah tayang di televisi sejak tahun 1966. Sejak itu pula,  perjuangan sekelompok ilmuwan di dalam pesawat luar angkasa USS Enterprise itu menarik penggemar di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.


Meski sudah lama berhenti mengudara di televisi dan muncul dalam bentuk film bioskop, para pecinta "Star Trek" atau yang disebut trekkies atau trekkers di Indonesia tak berhenti mengapresiasi tayangan tersebut. Para trekkies Indonesia pun membuat wadah berkumpul dan berdiskusi yang mereka sebutkan Indo Star Trek.


"Tadinya terpisah, ada USS Batavia, USS Parahyangan, Wrap Nine, lalu melebur jadi satu di Indo Star Trek tahun 2003 saat Ismanto membuat milisnya," ujar Project Officer Star Trek Day 2013 Hilmy Hasanuddin saat ditemui di Star Trek Day, Jakarta, Sabtu (23/11).


Setelah milis Indo Star Trek dibuat pada 2003, pertemuan pertama para anggota komunitas baru diadakan pada tahun 2006 dan disebut dengan First Contact.


"Kami di sini tidak ada ketuanya, hanya ada administrator yang mengatur milis. Komunitas ini wadah untuk yang suka Star Trek, kita berteman dan kumpul di sini," tambah Hilmy.


Anggota komunitas Indo Star Trek terdiri dari berbaga latar belakang profesi, pendidikan, dan umur. Yang unik, ada sebutan tertentu bagi para anggota.


"Kami mengikuti tingkatan di Pramuka. Ketika beranjak umur tertentu, bisa menjadi commander, jadi captain, semuanya akan merasakan. Kami maunya semua sama tidak ada senioritas," ujar Hilmy.


Untuk anggota komunitas dengan range umur di bawah umur 10 tahun disebut Cadet, lalu seterusnya berurutan Ensign, Liutenant, Commander, Captain, dan Admiral. Apabila nantinya anggota komunitas telah mencapai umur tertentu maka ia akan diinaugurasi dengan sebutan baru.


"Anggota kami paling muda 14 tahun, paling senior di atas 55 tahun," ujar Hilmy.


Selain berdiskusi lewat milis, menurut Hilmy para anggota Indo Star Trek juga melakukan gathering, movie screening, diskusi, dan Spaceship Bridge Simulation paling tidak sebulan sekali.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Indo Star Trek, Menyatukan Para Pecinta Star Trek


Jakarta - Film seri fiksi ilmiah (science fiction) "Star Trek" sudah tayang di televisi sejak tahun 1966. Sejak itu pula,  perjuangan sekelompok ilmuwan di dalam pesawat luar angkasa USS Enterprise itu menarik penggemar di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.


Meski sudah lama berhenti mengudara di televisi dan muncul dalam bentuk film bioskop, para pecinta "Star Trek" atau yang disebut trekkies atau trekkers di Indonesia tak berhenti mengapresiasi tayangan tersebut. Para trekkies Indonesia pun membuat wadah berkumpul dan berdiskusi yang mereka sebutkan Indo Star Trek.


"Tadinya terpisah, ada USS Batavia, USS Parahyangan, Wrap Nine, lalu melebur jadi satu di Indo Star Trek tahun 2003 saat Ismanto membuat milisnya," ujar Project Officer Star Trek Day 2013 Hilmy Hasanuddin saat ditemui di Star Trek Day, Jakarta, Sabtu (23/11).


Setelah milis Indo Star Trek dibuat pada 2003, pertemuan pertama para anggota komunitas baru diadakan pada tahun 2006 dan disebut dengan First Contact.


"Kami di sini tidak ada ketuanya, hanya ada administrator yang mengatur milis. Komunitas ini wadah untuk yang suka Star Trek, kita berteman dan kumpul di sini," tambah Hilmy.


Anggota komunitas Indo Star Trek terdiri dari berbaga latar belakang profesi, pendidikan, dan umur. Yang unik, ada sebutan tertentu bagi para anggota.


"Kami mengikuti tingkatan di Pramuka. Ketika beranjak umur tertentu, bisa menjadi commander, jadi captain, semuanya akan merasakan. Kami maunya semua sama tidak ada senioritas," ujar Hilmy.


Untuk anggota komunitas dengan range umur di bawah umur 10 tahun disebut Cadet, lalu seterusnya berurutan Ensign, Liutenant, Commander, Captain, dan Admiral. Apabila nantinya anggota komunitas telah mencapai umur tertentu maka ia akan diinaugurasi dengan sebutan baru.


"Anggota kami paling muda 14 tahun, paling senior di atas 55 tahun," ujar Hilmy.


Selain berdiskusi lewat milis, menurut Hilmy para anggota Indo Star Trek juga melakukan gathering, movie screening, diskusi, dan Spaceship Bridge Simulation paling tidak sebulan sekali.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Usung Tema Sensitif, Festival Film Agama dan Spiritualitas Tak Khawatir Diprotes

Written By Luthfie fadhillah on Friday, November 22, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - Festival film internasional dengan tema agama dan spiritualitas (IFFSRV) akan digelar selama seminggu di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta Pusat, selama seminggu sejak 29 November 2013. Tema agama dan spiritualitas menarik jika melihat dua hal itu bersifat pribadi dan sensitif untuk beberapa orang.


Misalnya saja, salah satu film di festival ini yang menunjukkan kasus salah seorang anak yang dilarang menonton film animasi Spongebob karena bagi orang tuanya kontennya tergolong haram.


Wakil Rektor Universitas Mercu Buana selaku universitas mitra penyelenggara IFFSRV, Dana Santoso mengaku dirinya tak mengkhawatirkan akan munculnya protes dari pihak-pihak tertentu karena merasa tersinggung dengan film yang mengangkat sisi spiritualitas mereka.


"Itu sudah biasa, yang positif diprotes, yang negatif apalagi. Sejauh tidak melecehkan, kami yang bergerak di dunia pendidikan akan mendukung. Kami juga punya dasar landasan hukum yang kuat untuk mengantisipasi hal-hal itu," terang Dana dalam konferensi pers di Pusat Kebudayaan Rusia, Jumat (22/11).


"Bagi sebagian orang itu memang haram tapi bagi orang lain tidak masalah," tambah Damien Dematra, penggagas IFFSRV.


Dijelaskan oleh Damien, yang juga sutradara film Obama Anak Menteng ini, tujuan IFFSRV memang untuk membangun hubungan sehat dan harmonis dalam masyarakat, dan komunikasi dengan Tuhan terlepas dari perbedaan jenis kelamin, agama, ras, dan status ekonomi. Disebut tema yang diangkat tergolong berani, Damien tak menampik dan menambahkan hal itu dilakukan untuk kemajuan masyarakat.


"Kalau nggak berani, nggak akan maju. Ini wajib untuk kemajuan agar bisa menerima perbedaan," ucap Damien.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Usung Tema Sensitif, Festival Film Agama dan Spiritualitas Tak Khawatir Diprotes


Jakarta - Festival film internasional dengan tema agama dan spiritualitas (IFFSRV) akan digelar selama seminggu di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta Pusat, selama seminggu sejak 29 November 2013. Tema agama dan spiritualitas menarik jika melihat dua hal itu bersifat pribadi dan sensitif untuk beberapa orang.


Misalnya saja, salah satu film di festival ini yang menunjukkan kasus salah seorang anak yang dilarang menonton film animasi Spongebob karena bagi orang tuanya kontennya tergolong haram.


Wakil Rektor Universitas Mercu Buana selaku universitas mitra penyelenggara IFFSRV, Dana Santoso mengaku dirinya tak mengkhawatirkan akan munculnya protes dari pihak-pihak tertentu karena merasa tersinggung dengan film yang mengangkat sisi spiritualitas mereka.


"Itu sudah biasa, yang positif diprotes, yang negatif apalagi. Sejauh tidak melecehkan, kami yang bergerak di dunia pendidikan akan mendukung. Kami juga punya dasar landasan hukum yang kuat untuk mengantisipasi hal-hal itu," terang Dana dalam konferensi pers di Pusat Kebudayaan Rusia, Jumat (22/11).


"Bagi sebagian orang itu memang haram tapi bagi orang lain tidak masalah," tambah Damien Dematra, penggagas IFFSRV.


Dijelaskan oleh Damien, yang juga sutradara film Obama Anak Menteng ini, tujuan IFFSRV memang untuk membangun hubungan sehat dan harmonis dalam masyarakat, dan komunikasi dengan Tuhan terlepas dari perbedaan jenis kelamin, agama, ras, dan status ekonomi. Disebut tema yang diangkat tergolong berani, Damien tak menampik dan menambahkan hal itu dilakukan untuk kemajuan masyarakat.


"Kalau nggak berani, nggak akan maju. Ini wajib untuk kemajuan agar bisa menerima perbedaan," ucap Damien.


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger