Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Deretan Aktor Hong Kong Berpenghasilan Tertinggi di 2013

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, January 2, 2014 | 6:58 PM


Hong Kong - Jika melihat bayaran yang diperoleh kalangan aktor yang bermain dalam film Hongkong, tentunya boleh berharap untuk ikut mendapatkan sebanyak ini bayaran yang cukup tinggi pula.


Laman Asiaone baru-baru ini merilis daftar aktor Hong Kong yang memperoleh bayaran cukup tinggi di tahun lalu.


Louis Koo menduduki posisi pertama sebagai aktor dengan bayara tertinggi di tahun lalu, setelah memperoleh di HK$ 236 juta. Dirinya mengalahkan Donnie Yen, Andy Lau dan Nicholas Tse untuk menjadi selebriti Hong Kong termahal pada tahun 2013.


Tanpa istirahat selama dua tahun, Louis telah menghasilkan delapan film pada tahun 2013. Remunerasi Louis Koo diperkirakan sebesar HK$ 12 juta per film, dan hanya dengan syuting film saja, ia menorehkan HK$ 96 juta.


Dia juga menjadi 11 bintang iklan pada tahun kemarin. Jika menambahkan penghasilannya untuk iklan, acara pertunjukan di Tiongkok dan Hong Kong, maka pendapatan yang diperoleh Louis pada tahun 2013, diperkirakan sebesar HK$ 236 juta.


Posisi kedua dalam daftar ditempati oleh Donnie Yen yang menghasilkan empat film pada tahun lalu. Merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 tahun, Donnie mengurangi beban kerjanya dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya tahun ini . Namun, nilai pasarnya terus meningkat .


Remunerasi Donnie per film diperkirakan sebesar HK$ 30 juta. Jika dikalikan dengan empat film yang diperankan olehnya, maka penghasilan Donnie dari film sebesar HK$ 120 juta.


Setelah menambahkan enam iklan yang dibintanginya dan biaya penampilan dalam berbagai acara, total pendapatan Donnie Yen diperkirakan sebesar HK$ 220 juta.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Deretan Aktor Hong Kong Berpenghasilan Tertinggi di 2013


Hong Kong - Jika melihat bayaran yang diperoleh kalangan aktor yang bermain dalam film Hongkong, tentunya boleh berharap untuk ikut mendapatkan sebanyak ini bayaran yang cukup tinggi pula.


Laman Asiaone baru-baru ini merilis daftar aktor Hong Kong yang memperoleh bayaran cukup tinggi di tahun lalu.


Louis Koo menduduki posisi pertama sebagai aktor dengan bayara tertinggi di tahun lalu, setelah memperoleh di HK$ 236 juta. Dirinya mengalahkan Donnie Yen, Andy Lau dan Nicholas Tse untuk menjadi selebriti Hong Kong termahal pada tahun 2013.


Tanpa istirahat selama dua tahun, Louis telah menghasilkan delapan film pada tahun 2013. Remunerasi Louis Koo diperkirakan sebesar HK$ 12 juta per film, dan hanya dengan syuting film saja, ia menorehkan HK$ 96 juta.


Dia juga menjadi 11 bintang iklan pada tahun kemarin. Jika menambahkan penghasilannya untuk iklan, acara pertunjukan di Tiongkok dan Hong Kong, maka pendapatan yang diperoleh Louis pada tahun 2013, diperkirakan sebesar HK$ 236 juta.


Posisi kedua dalam daftar ditempati oleh Donnie Yen yang menghasilkan empat film pada tahun lalu. Merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 tahun, Donnie mengurangi beban kerjanya dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya tahun ini . Namun, nilai pasarnya terus meningkat .


Remunerasi Donnie per film diperkirakan sebesar HK$ 30 juta. Jika dikalikan dengan empat film yang diperankan olehnya, maka penghasilan Donnie dari film sebesar HK$ 120 juta.


Setelah menambahkan enam iklan yang dibintanginya dan biaya penampilan dalam berbagai acara, total pendapatan Donnie Yen diperkirakan sebesar HK$ 220 juta.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Rhoma Bangga Bisa Duet dengan Jokowi

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, January 1, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Penyanyi dangdut legendaris Rhoma Irama mengaku bangga dapat menyanyi secara duet bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di panggung Jakarta Night Festival (JNF).


"Saya happy dan juga bangga bisa berduet dengan Pak Jokowi. Seperti yang kita semua ketahui, Pak Jokowi adalah salah satu putra terbaik bangsa," kata Rhoma usai tampil bersama Jokowi di panggung utama JNF yang terletak di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (31/12).


Selain mengaku senang dan bangga, dia juga menilai bahwa Jokowi adalah sosok yang senantiasa rendah hati meskipun memiliki banyak prestasi membanggakan.


"Di mata saya, beliau (Jokowi) adalah orang yang punya banyak prestasi. Meskipun begitu, beliau tetap rendah hati. Makanya, saya bangga bisa berduet dengannya," ujar Rhoma.


Duet Jokowi dan Rhoma tersebut dilakukan sekitar sepuluh menit menuju puncak malam pergantian tahun, yakni sekitar pukul 23.50 WIB.


Di panggung, Jokowi dan Rhoma menyanyikan lagu yang berjudul Darah Muda. Selama menyanyi, Jokowi melihat teks lagu yang sudah diselipkan di mikrofonnya.


Beberapa kali Jokowi pun melirik ke catatan tersebut agar tidak ada lirik yang terlewat, sehingga dapat terus menyanyikan lagu itu seirama dengan Rhoma.


Selama Jokowi dan Rhoma menyanyi bersama, segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI berdiri berjajar dibelakang gubernur dan raja dangdut tersebut sambil bertepuk tangan.


Sementara itu, melihat Jokowi dan Rhoma berduet, para penonton pun sontak ikut bernyanyi dan bergoyang bersama sambil mengangkat tangan keatas.


Setelah selesai dengan Darah Muda, Rhoma lanjut menyanyikan lagu kedua, yaitu berjudul Adu Domba. Namun, pada lagu kedua itu Rhoma tidak lagi berduet dengan Jokowi.


Pada lagu kedua, Joko berdiri di belakang Rhoma, berdampingan dengan jajarannya sambil bertepuk-tepuk tangan menikmati lagu yang dibawakan oleh raja dangdut tersebut.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Rhoma Bangga Bisa Duet dengan Jokowi


Jakarta - Penyanyi dangdut legendaris Rhoma Irama mengaku bangga dapat menyanyi secara duet bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di panggung Jakarta Night Festival (JNF).


"Saya happy dan juga bangga bisa berduet dengan Pak Jokowi. Seperti yang kita semua ketahui, Pak Jokowi adalah salah satu putra terbaik bangsa," kata Rhoma usai tampil bersama Jokowi di panggung utama JNF yang terletak di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (31/12).


Selain mengaku senang dan bangga, dia juga menilai bahwa Jokowi adalah sosok yang senantiasa rendah hati meskipun memiliki banyak prestasi membanggakan.


"Di mata saya, beliau (Jokowi) adalah orang yang punya banyak prestasi. Meskipun begitu, beliau tetap rendah hati. Makanya, saya bangga bisa berduet dengannya," ujar Rhoma.


Duet Jokowi dan Rhoma tersebut dilakukan sekitar sepuluh menit menuju puncak malam pergantian tahun, yakni sekitar pukul 23.50 WIB.


Di panggung, Jokowi dan Rhoma menyanyikan lagu yang berjudul Darah Muda. Selama menyanyi, Jokowi melihat teks lagu yang sudah diselipkan di mikrofonnya.


Beberapa kali Jokowi pun melirik ke catatan tersebut agar tidak ada lirik yang terlewat, sehingga dapat terus menyanyikan lagu itu seirama dengan Rhoma.


Selama Jokowi dan Rhoma menyanyi bersama, segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI berdiri berjajar dibelakang gubernur dan raja dangdut tersebut sambil bertepuk tangan.


Sementara itu, melihat Jokowi dan Rhoma berduet, para penonton pun sontak ikut bernyanyi dan bergoyang bersama sambil mengangkat tangan keatas.


Setelah selesai dengan Darah Muda, Rhoma lanjut menyanyikan lagu kedua, yaitu berjudul Adu Domba. Namun, pada lagu kedua itu Rhoma tidak lagi berduet dengan Jokowi.


Pada lagu kedua, Joko berdiri di belakang Rhoma, berdampingan dengan jajarannya sambil bertepuk-tepuk tangan menikmati lagu yang dibawakan oleh raja dangdut tersebut.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Soal Rencana Jadi Capres, Rhoma Irama Merasa Tak Perlu Bermetamorfosis

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, December 31, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - "Raja Dangdut" Rhoma Irama mengaku optimistis terkait rencana pencalonannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Apalagi Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga telah menegaskan keseriusan pihaknya untuk mengusung Rhoma sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.


"Tentunya harus optimistis, kalau pesimistis ya jangan maju," kata Rhoma Irama saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (30/12) malam.


Kepastian apakah nantinya Rhoma Irama yang akan dijadikan capres oleh PKB sebetulnya masih menunggu hasil survei. Karena selain Rhoma, juga masih ada nama lain yang diusung PKB, yakni Mahfud MD.


Rhoma yang berlatar belakang penyanyi dangdut dan ulama ini juga merasa tak perlu bertransformasi ke dunia politik terkait rencana pencalonannya tersebut.


"Buat saya politik, agama dan seni itu three in one, jadi saya tidak perlu bermetamorfosis dari seni ke politik. Sejak tahun 1977, saya juga sudah terjun ke dunia politik, jadi sebenarnya bukan hal yang baru," tegas penyanyi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 itu.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Soal Rencana Jadi Capres, Rhoma Irama Merasa Tak Perlu Bermetamorfosis


Jakarta - "Raja Dangdut" Rhoma Irama mengaku optimistis terkait rencana pencalonannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Apalagi Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga telah menegaskan keseriusan pihaknya untuk mengusung Rhoma sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.


"Tentunya harus optimistis, kalau pesimistis ya jangan maju," kata Rhoma Irama saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (30/12) malam.


Kepastian apakah nantinya Rhoma Irama yang akan dijadikan capres oleh PKB sebetulnya masih menunggu hasil survei. Karena selain Rhoma, juga masih ada nama lain yang diusung PKB, yakni Mahfud MD.


Rhoma yang berlatar belakang penyanyi dangdut dan ulama ini juga merasa tak perlu bertransformasi ke dunia politik terkait rencana pencalonannya tersebut.


"Buat saya politik, agama dan seni itu three in one, jadi saya tidak perlu bermetamorfosis dari seni ke politik. Sejak tahun 1977, saya juga sudah terjun ke dunia politik, jadi sebenarnya bukan hal yang baru," tegas penyanyi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 itu.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Raffi Ahmad Bangga Dibilang "Playboy"

Written By Luthfie fadhillah on Monday, December 30, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - Label playboy memang tak pernah lepas dari presenter Raffi Ahmad karena seringnya Raffi bergonta-ganti pacar. Namun pria asal Bandung, Jawa Barat itu tak pernah keberatan dengan sebutan itu.


Buatnya, lebih baik dicap sebagai seorang playboy daripada dicap sebagai pencinta sejenis. Hal itu diungkapkan Raffi Ahmad kala ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/12).


"Buat gue gak apa-apa dibilang sebagai playboy daripada daripada dibilang homoseks. Gue kan normal," ungkap Raffi Ahmad.


Lebih lanjut dijelaskan presenter Dahsyat, RCTI itu dirinya sering bergonta-ganti pacar itu dikarenakan ingin mencari yang terbaik.


"Wajar lah kami kan laki-laki mau mencari yang terbaik. Daripada gonta-ganti istri mending gonta-ganti pacar," lanjutnya.


Namun Raffi tidak pernah menentukan kriteria yang terlalu tinggi dalam menentukan pendampingnya, Raffi berpendapat yang penting sang wanita pilihannya dapat memiliki kecocokan dengan dirinya.


"Pastinya seagama, bisa dibimbing dan dia bisa mengingatkan. Sederhana dan cocok lah sama gue," harapnya.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Raffi Ahmad Bangga Dibilang "Playboy"


Jakarta - Label playboy memang tak pernah lepas dari presenter Raffi Ahmad karena seringnya Raffi bergonta-ganti pacar. Namun pria asal Bandung, Jawa Barat itu tak pernah keberatan dengan sebutan itu.


Buatnya, lebih baik dicap sebagai seorang playboy daripada dicap sebagai pencinta sejenis. Hal itu diungkapkan Raffi Ahmad kala ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/12).


"Buat gue gak apa-apa dibilang sebagai playboy daripada daripada dibilang homoseks. Gue kan normal," ungkap Raffi Ahmad.


Lebih lanjut dijelaskan presenter Dahsyat, RCTI itu dirinya sering bergonta-ganti pacar itu dikarenakan ingin mencari yang terbaik.


"Wajar lah kami kan laki-laki mau mencari yang terbaik. Daripada gonta-ganti istri mending gonta-ganti pacar," lanjutnya.


Namun Raffi tidak pernah menentukan kriteria yang terlalu tinggi dalam menentukan pendampingnya, Raffi berpendapat yang penting sang wanita pilihannya dapat memiliki kecocokan dengan dirinya.


"Pastinya seagama, bisa dibimbing dan dia bisa mengingatkan. Sederhana dan cocok lah sama gue," harapnya.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Pemprov DKI Ingin Beli Bangunan Kuno untuk Cagar Budaya

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, December 29, 2013 | 6:58 PM


Jakarta - Banyaknya bangunan cagar budaya maupun rumah tokoh-tokoh sejarah di Ibukota membuat Pemprov DKI Jakarta berniat untuk membeli dan merawatnya apabila pihak keluarga bersedia menjualnya.


Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, selama ini pihak keluarga kerap menjual bangunan kepada pihak swasta. Namun saat ini belum ada keluarga dari tokoh sejarah yang bersedia menjualnya kepada Pemprov DKI.


"Belum ada (yang menjual). Selama ini rumah-rumah kuno itu dijual ke pengusaha. Kalau cuma kuno biasa masih oke, ini kadang-kadang sejarah kan," katanya di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (29/12).


Basuki menyebutkan, dulu terdapat ada Museum Adam Malik di kawasan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Namun keberadaannya sudah tidak ada dikarenakan dijual oleh ahli warisnya kepada pihak swasta. Mantan Bupati Belitung Timur ini pun menyayangkan hal tersebut, sedianya museum-museum atau bangunan-bangunan bersejarah dijual kepada pihaknya. Terlebih DKI juga memberikan potongan harga untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada bangunan atau rumah tersebut sebesar 75 persen.


"Seharusnya museum-museum seperti itu dijual ke kita (DKI) saja, yang kita harap seperti itu sehingga kita pesan kepada keluarga," katanya.


Basuki mencontohkan keluarga Bung Hatta dan pihaknya sudah meminta untuk menjualnya ke DKI saja terkait hal itu. Ia juga menyambut baik rencana salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang akan membuat museum dan akan dikelola dan dipelihara oleh keluarganya sendiri.


"Kita lebih senang karena kita ingin banyak museum-museum lah supaya orang kenal, karena mereka orang-orang hebat. Mereka juga setuju tapi memang belum berniat menjualnya," imbuh pria yang akrab disapa Ahok ini.


Begitu pun dengan Kota Tua yang haknya masih dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia ingin agar pengelolaannya dialihkan ke DKI. Sebab, pihaknya melihat pihak BUMN tidak ada tanggung jawab untuk mengelola Kota Tua itu.


"Kota Tua masih dipegang haknya BUMN. Maka kita bilang, kalau tidak mau urus kasih kami saja. Buat saja perjanjian, kalau mau hibahkan pada DKI ya kami beli," kata Ahok.


Ia mengatakan, seharusnya urusan dari pemerintah kepada pemerintah lebih mudah. Pihaknya juga sudah mengajukan permintaan tersebut kepada Presiden RI, tetapi belum mendapat respon hingga saat ini.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Pemprov DKI Ingin Beli Bangunan Kuno untuk Cagar Budaya


Jakarta - Banyaknya bangunan cagar budaya maupun rumah tokoh-tokoh sejarah di Ibukota membuat Pemprov DKI Jakarta berniat untuk membeli dan merawatnya apabila pihak keluarga bersedia menjualnya.


Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, selama ini pihak keluarga kerap menjual bangunan kepada pihak swasta. Namun saat ini belum ada keluarga dari tokoh sejarah yang bersedia menjualnya kepada Pemprov DKI.


"Belum ada (yang menjual). Selama ini rumah-rumah kuno itu dijual ke pengusaha. Kalau cuma kuno biasa masih oke, ini kadang-kadang sejarah kan," katanya di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (29/12).


Basuki menyebutkan, dulu terdapat ada Museum Adam Malik di kawasan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Namun keberadaannya sudah tidak ada dikarenakan dijual oleh ahli warisnya kepada pihak swasta. Mantan Bupati Belitung Timur ini pun menyayangkan hal tersebut, sedianya museum-museum atau bangunan-bangunan bersejarah dijual kepada pihaknya. Terlebih DKI juga memberikan potongan harga untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada bangunan atau rumah tersebut sebesar 75 persen.


"Seharusnya museum-museum seperti itu dijual ke kita (DKI) saja, yang kita harap seperti itu sehingga kita pesan kepada keluarga," katanya.


Basuki mencontohkan keluarga Bung Hatta dan pihaknya sudah meminta untuk menjualnya ke DKI saja terkait hal itu. Ia juga menyambut baik rencana salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang akan membuat museum dan akan dikelola dan dipelihara oleh keluarganya sendiri.


"Kita lebih senang karena kita ingin banyak museum-museum lah supaya orang kenal, karena mereka orang-orang hebat. Mereka juga setuju tapi memang belum berniat menjualnya," imbuh pria yang akrab disapa Ahok ini.


Begitu pun dengan Kota Tua yang haknya masih dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia ingin agar pengelolaannya dialihkan ke DKI. Sebab, pihaknya melihat pihak BUMN tidak ada tanggung jawab untuk mengelola Kota Tua itu.


"Kota Tua masih dipegang haknya BUMN. Maka kita bilang, kalau tidak mau urus kasih kami saja. Buat saja perjanjian, kalau mau hibahkan pada DKI ya kami beli," kata Ahok.


Ia mengatakan, seharusnya urusan dari pemerintah kepada pemerintah lebih mudah. Pihaknya juga sudah mengajukan permintaan tersebut kepada Presiden RI, tetapi belum mendapat respon hingga saat ini.


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger