Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Dikabarkan Akan Bercerai, Ini Jawaban Christy Jusung

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, January 7, 2014 | 6:23 PM


Jakarta - Kabar keretakan rumah tangga pasangan selebriti Christy Jusung dan suaminya Jay Alatas ditanggapi santai oleh mantan istri Hengki Kurniawan itu. Hal itu diungkapkannya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).


"Rumah tangga bagian mana ya yang retak? Kalaupun ada yang minta ditanggapi, bagian mana yang harus ditanggapi? Hubungan rumah tangga kita masih baik-baik saja sampai sekarang. Mas Jay pasti tahulah isu ini, karena memang kerja di lingkungan yang sama dan tanggapannya hanya senyum saja," ungkap Christy Jusung.


Christy juga menyangkal isu keretakan rumah tangganya akibat tidak akurnya hubungan ibu dan anak tirinya.


"Kata siapa saya bermasalah (dengan anak-anak Jay)? Kita biasa-biasa saja, kok. Kita masih sering ketemu kalau pas memang ada waktu," lanjut ibunda Bintang itu.


Dijelaskan pula oleh Christy, keluarga besar mereka tetap menganggap santai isu yang beredar dan menyerahkan semuanya kepada Christy dan Jay yang menjalani rumah tangga.


"Keluarga sendiri menyikapi santai pemberitaan miring ini. Mereka menyerahkan semuanya pada saya dan Mas Jay, karena kita sudah dewasa," tuturnya.


6:23 PM | 0 comments | Read More

KPI Berikan Teguran Tertulis untuk Program "Yuk Keep Smile"

Written By Luthfie fadhillah on Monday, January 6, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan teguran tertulis kepada "Trans TV" terkait program "Yuk Keep Smile" atau YKS yang dinilai telah melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.


Sujarwanto Rahmat selaku Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat mengatakan, teguran tertulis tersebut diberikan berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang (UU) 32/2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis yang dilakukan KPI.


"Program YKS di "Trans TV" telah pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran sehingga kita berikan teguran tertulis yang pertama," kata Sujarwanto Rahmat kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (6/1).


Dalam isi surat teguran tertanggal 3 Januari 2014 tersebut, disebutkan bahwa program YKS telah melakukan pelanggaran P3 dan SPS pada 9 Desember 2013, yaitu menampilkan gerakan tubuh atau tarian yang mengandung unsur erotis pada lagu "Oplosan", penggunaan pakaian yang minim sehingga mengeksploitasi atau menampilkan bagian-bagian tubuh yang tidak pantas dipertontonkan seperti paha dan/atau bokong, serta pengambilan gambar secara medium shot dan low angle shot sehingga menampilkan bagian bawah tubuh si penari.


Jenis pelanggaran ini menurut KPI dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak dan remaja, pelarangan program yang mengeksploitasi bagian tubuh dan menampilkan gerakan erotis, penggolongan program siaran, dan ketentuan siaran langsung.


KPI Pusat juga kembali menemukan adanya pelanggaran pada 20 Desember 2013, karena adanya goyangan Sazkia Gotik yang erotis dan mengeksploitasi atau menonjolkan bagian tubuh yang tidak pantas ditampilkan.


Tayangan tersebut menurut KPI Pusat telah melanggar P3 Pasal 9, Pasal 14, Pasal 16, Pasal 21 Ayat 1, Pasal 47 Ayat 1 dan 2, dan SPS Pasal 9, Pasal 15 Ayat 1, Pasal 18 huruf h dan i, Pasal 37 Ayat 1, 2, 4 huruf a dan f.


"Saat ini memang baru teguran pertama. Kalau masih melanggar, akan kami berikan teguran kedua. Namun apabila masih melanggar lagi, sanksi yang diberikan berupa penghentian program sementara setelah sebelumnya kita berikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi," terang Sujarwanto.


Tentang adanya anggapan bahwa KPI kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap tayangan yang dianggap masyarakat tidak bermoral, Sujarwanto punya penjelasannya.


"Bukan soal memberi teguran atau tidak, karena KPI kan berpegang pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Kalau tidak ada yang dilanggar dalam undang-undang tersebut, tentunya kami tidak bisa memberikan teguran atau pun sanksi," jelas dia.


Apalagi menurut Sujarwanto, aturan-aturan yang dibuat KPI memang belum sampai menjangkau pada kualitas atau mutu program televisi. "Misalnya ada acara lawakan yang dianggap masyarakat tidak bermutu, kalau acara ini tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, ya tidak bisa kita tegur atau kita berikan sanksi. Karena memang undang-undang kita belum sampai bicara pada kualitas dan mutu program," tegas dia.


Desakan agar tayangan YKS dihentikan memang semakin kuat pasca munculnya petisi yang dibuat Rifqi Alfian di situs www.change.org.


Hingga Senin (6/1) siang, petisi online tersebut sudah ditandatangani lebih dari 31.000 orang sebagai bentuk dukungan mereka agar tayangan YKS dihentikan.


6:58 PM | 0 comments | Read More

KPI Berikan Teguran Tertulis untuk Program "Yuk Keep Smile"


Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan teguran tertulis kepada "Trans TV" terkait program "Yuk Keep Smile" atau YKS yang dinilai telah melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.


Sujarwanto Rahmat selaku Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat mengatakan, teguran tertulis tersebut diberikan berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang (UU) 32/2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis yang dilakukan KPI.


"Program YKS di "Trans TV" telah pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran sehingga kita berikan teguran tertulis yang pertama," kata Sujarwanto Rahmat kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (6/1).


Dalam isi surat teguran tertanggal 3 Januari 2014 tersebut, disebutkan bahwa program YKS telah melakukan pelanggaran P3 dan SPS pada 9 Desember 2013, yaitu menampilkan gerakan tubuh atau tarian yang mengandung unsur erotis pada lagu "Oplosan", penggunaan pakaian yang minim sehingga mengeksploitasi atau menampilkan bagian-bagian tubuh yang tidak pantas dipertontonkan seperti paha dan/atau bokong, serta pengambilan gambar secara medium shot dan low angle shot sehingga menampilkan bagian bawah tubuh si penari.


Jenis pelanggaran ini menurut KPI dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak dan remaja, pelarangan program yang mengeksploitasi bagian tubuh dan menampilkan gerakan erotis, penggolongan program siaran, dan ketentuan siaran langsung.


KPI Pusat juga kembali menemukan adanya pelanggaran pada 20 Desember 2013, karena adanya goyangan Sazkia Gotik yang erotis dan mengeksploitasi atau menonjolkan bagian tubuh yang tidak pantas ditampilkan.


Tayangan tersebut menurut KPI Pusat telah melanggar P3 Pasal 9, Pasal 14, Pasal 16, Pasal 21 Ayat 1, Pasal 47 Ayat 1 dan 2, dan SPS Pasal 9, Pasal 15 Ayat 1, Pasal 18 huruf h dan i, Pasal 37 Ayat 1, 2, 4 huruf a dan f.


"Saat ini memang baru teguran pertama. Kalau masih melanggar, akan kami berikan teguran kedua. Namun apabila masih melanggar lagi, sanksi yang diberikan berupa penghentian program sementara setelah sebelumnya kita berikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi," terang Sujarwanto.


Tentang adanya anggapan bahwa KPI kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap tayangan yang dianggap masyarakat tidak bermoral, Sujarwanto punya penjelasannya.


"Bukan soal memberi teguran atau tidak, karena KPI kan berpegang pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Kalau tidak ada yang dilanggar dalam undang-undang tersebut, tentunya kami tidak bisa memberikan teguran atau pun sanksi," jelas dia.


Apalagi menurut Sujarwanto, aturan-aturan yang dibuat KPI memang belum sampai menjangkau pada kualitas atau mutu program televisi. "Misalnya ada acara lawakan yang dianggap masyarakat tidak bermutu, kalau acara ini tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, ya tidak bisa kita tegur atau kita berikan sanksi. Karena memang undang-undang kita belum sampai bicara pada kualitas dan mutu program," tegas dia.


Desakan agar tayangan YKS dihentikan memang semakin kuat pasca munculnya petisi yang dibuat Rifqi Alfian di situs www.change.org.


Hingga Senin (6/1) siang, petisi online tersebut sudah ditandatangani lebih dari 31.000 orang sebagai bentuk dukungan mereka agar tayangan YKS dihentikan.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, January 5, 2014 | 6:58 PM


Solo - Dalang kondang wayang suket Slamet Gundono meninggal dunia pada hari Minggu (5/1) pukul 08.45 WIB di Rumah Sakit Islam Yarsis Solo, dan jenazahnya akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (6/1).


Sebelum dibawa ke Slawi, jenazah dalang kelahiran 19 Juni 1966 itu akan lebih dulu disemayamkan di pendapa Taman Budaya Jawa Tengah di Kentingan Solo untuk diberikan penghormatan terakhir oleh para seniman dan budayawan dari Solo dan Yogyakarta.


Setelah selesai diberikan penghormatan dan tata cara adat jenazah Slamet Gundono yang juga terkenal sebagai dalang sintren itu pada pukul 17.00 WIB dengan kendaraan darat diberangkatkan menuju Slawi.


Seniman dan budayawan Bambang Murtiyoso mengatakan dengan meninggalnya Slamet Gundono, ia merasa kehilangan, karena almarhum mempunyai potensi yang luar biasa.


"Slamet Gundono itu memang dalang serba bisa dan mempunyai kreativitas yang luar bisa dan suaranya juga bagus," kata dosen almarhum ketika masih kuliah di Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo itu.


Ia mengatakan Slamet Gundono ketika kuliah memang sudah menonjol dibandingkan dengan mahasiswa lainnya, utamanya pada suaranya yang mengekspresikan nada rendah sampai tinggi.


Almarhum Slamet Gundono juga punya latar belakang teater, sehingga dalam memeragakan wayang juga bisa mengekpresikan wayang terbuat dari barang mati bisa seperti hidup. "Ini kelebihannya yang tidak semua dalang memilikinya," imbuhnya.


Pengamat budaya MT Arifin mengatakan almarhum selain menjadi dalang wayang suket juga merupakan dalang sintren yang merupakan keturunan dari kakeknya yang dulu juga merupakan dalang sintren.


"Tidak semua orang bisa melakukan dalang sintren dan almarhum Slamet Gundono merupakan tokoh di daerahnya yang sekaligus merupakan dalang sintren yang terakhir saat ini. Untuk itu wajar kalau warga daerahnya menghendaki jenazah alamarhum untuk dimakamkan di tempat kelahirannya, karena budaya sintren di sana masih kuat," kata dia.


Ia mengatakan Slamet Gundono banyak membuat kejutan dalam seni pedalangan, yakni sempat membuat kejutan pada pentas Greget Dalang di Solo beberapa tahun lalu dalang ikut menari di atas panggung.


"Seketika itu almarhum Slamet Gundono mendapat protes karena dalang yang tampil dan ikut menari di atas panggung melanggar pakem (aturan) yang ada dan untuk jalan tengahnya sekarang ini mengundang pelawak-pelawak yang menari di panggung," katanya.


Ki Mantep Sudarsono yang terkenal dengan sebutan dalang Oye juga mengakui, almarhum merupakan dalang serbabisa. "Slamet Gundono itu tidak hanya bisa mendalang dengan media wayang suket, tetapi dengan gaya lainnya juga mahir apalagi dengan gaya tradisional juga tidak kalah dengan dalang-dalang senior lainnya," katanya.


Butet Kertanegara yang membacakan biografi singkat Gundono sebelum jenazah diberangkatkan mengatakan, almarhum lulus dari ISI Surakarta tahun 1999, dengan karya-karya seninya di antaranya Wayang Suket, Wayang Lindur, Wayang Air dan bahkan dalam pentas yang sempat menjadi gempar oleh para penonton ketika membawa wayang dengan cerita "Pandawa Lima Gugur".


Almarhum dalam membawakan cerita ini yang mematikan semua Pandawa Lima mendapat protes keras dari komunitas wayang kulit. "Ya, ini kelebihan almarhum seperti ini," kata Butet sambil menambahkan bahwa dalam menggeluti karya-karya seni tradisional ini Slamet Gundono juga mendapat penghargaan dari Pemerintah Belanda dan Kementerian Pendidikan Nasional.


Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Yuning Rejeki dan dua anak, yaitu Nandung Albert Slamet Saputra (9) dan Bening Putriaji (3,5) yang tinggal di rumahnya di Mojosongo, Solo.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang


Solo - Dalang kondang wayang suket Slamet Gundono meninggal dunia pada hari Minggu (5/1) pukul 08.45 WIB di Rumah Sakit Islam Yarsis Solo, dan jenazahnya akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (6/1).


Sebelum dibawa ke Slawi, jenazah dalang kelahiran 19 Juni 1966 itu akan lebih dulu disemayamkan di pendapa Taman Budaya Jawa Tengah di Kentingan Solo untuk diberikan penghormatan terakhir oleh para seniman dan budayawan dari Solo dan Yogyakarta.


Setelah selesai diberikan penghormatan dan tata cara adat jenazah Slamet Gundono yang juga terkenal sebagai dalang sintren itu pada pukul 17.00 WIB dengan kendaraan darat diberangkatkan menuju Slawi.


Seniman dan budayawan Bambang Murtiyoso mengatakan dengan meninggalnya Slamet Gundono, ia merasa kehilangan, karena almarhum mempunyai potensi yang luar biasa.


"Slamet Gundono itu memang dalang serba bisa dan mempunyai kreativitas yang luar bisa dan suaranya juga bagus," kata dosen almarhum ketika masih kuliah di Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo itu.


Ia mengatakan Slamet Gundono ketika kuliah memang sudah menonjol dibandingkan dengan mahasiswa lainnya, utamanya pada suaranya yang mengekspresikan nada rendah sampai tinggi.


Almarhum Slamet Gundono juga punya latar belakang teater, sehingga dalam memeragakan wayang juga bisa mengekpresikan wayang terbuat dari barang mati bisa seperti hidup. "Ini kelebihannya yang tidak semua dalang memilikinya," imbuhnya.


Pengamat budaya MT Arifin mengatakan almarhum selain menjadi dalang wayang suket juga merupakan dalang sintren yang merupakan keturunan dari kakeknya yang dulu juga merupakan dalang sintren.


"Tidak semua orang bisa melakukan dalang sintren dan almarhum Slamet Gundono merupakan tokoh di daerahnya yang sekaligus merupakan dalang sintren yang terakhir saat ini. Untuk itu wajar kalau warga daerahnya menghendaki jenazah alamarhum untuk dimakamkan di tempat kelahirannya, karena budaya sintren di sana masih kuat," kata dia.


Ia mengatakan Slamet Gundono banyak membuat kejutan dalam seni pedalangan, yakni sempat membuat kejutan pada pentas Greget Dalang di Solo beberapa tahun lalu dalang ikut menari di atas panggung.


"Seketika itu almarhum Slamet Gundono mendapat protes karena dalang yang tampil dan ikut menari di atas panggung melanggar pakem (aturan) yang ada dan untuk jalan tengahnya sekarang ini mengundang pelawak-pelawak yang menari di panggung," katanya.


Ki Mantep Sudarsono yang terkenal dengan sebutan dalang Oye juga mengakui, almarhum merupakan dalang serbabisa. "Slamet Gundono itu tidak hanya bisa mendalang dengan media wayang suket, tetapi dengan gaya lainnya juga mahir apalagi dengan gaya tradisional juga tidak kalah dengan dalang-dalang senior lainnya," katanya.


Butet Kertanegara yang membacakan biografi singkat Gundono sebelum jenazah diberangkatkan mengatakan, almarhum lulus dari ISI Surakarta tahun 1999, dengan karya-karya seninya di antaranya Wayang Suket, Wayang Lindur, Wayang Air dan bahkan dalam pentas yang sempat menjadi gempar oleh para penonton ketika membawa wayang dengan cerita "Pandawa Lima Gugur".


Almarhum dalam membawakan cerita ini yang mematikan semua Pandawa Lima mendapat protes keras dari komunitas wayang kulit. "Ya, ini kelebihan almarhum seperti ini," kata Butet sambil menambahkan bahwa dalam menggeluti karya-karya seni tradisional ini Slamet Gundono juga mendapat penghargaan dari Pemerintah Belanda dan Kementerian Pendidikan Nasional.


Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Yuning Rejeki dan dua anak, yaitu Nandung Albert Slamet Saputra (9) dan Bening Putriaji (3,5) yang tinggal di rumahnya di Mojosongo, Solo.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Mpok Nori Sudah Bisa Lari Saat Menjalankan Umrahnya

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, January 4, 2014 | 6:58 PM


Mekkah - Kebahagiaan artis senior Betawi, Mpok Nori yang bisa sembuh dari penyakit ginjal setelah berobat pada sahabatnya, pakar herbal Jeng Ana semakin terasa kala diajak ke tanah suci, Mekkah untuk berumrah oleh sahabatnya itu.


Dikala berumrah itulah, Mpok Nori semakin terlihat sehat karena di sana tak hanya bisa menjalankan ibadah tapi dirinya sudah bisa berlari-lari seperti waktu masih sehat. Hal itu diungkapkan Mpok Nori kala dihubungi sejumlah wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (4/1).


"Alhamdulillah sekarang Emak (panggilan akrab Mpok Nori) sehat, sekarang baik-baik aja. Emak juga semangat ibadah, malah Emak sudah bisa lari-lari di sini. Emak bisa jalan sendiri dan enggak pake kursi roda," cerita Mpok Nori.


Lebih lanjut keputusannya menjalankan umrah dibanding memilih hura-hura memang keputusan yang baik mengingat usia Mpok Nori yang kini tak muda lagi.


"Kalau Emak lebih memilih umrah yang jauh dari hura-hura. Apalagi Emak kan sudah tua mengejar pahala dan Emak memang menolak tawaran job malam Tahun Baru," lanjut komedian asal Betawi itu.


Hal yang sama juga diungkapkan Jeng Ana yang mengajak komedian asli Betawi itu untuk menjalankan umrah bersama dirinya.


"Ini karena Emak sehat lagi, saya ajak umrah sekalian berdoa supaya diberi kesehatan yang panjang sehingga bisa berkarier lagi. Lagi pula di sini saja juga sekalian memantau kesehatan Emak, dan hasilnya alhamdulillah Emak sudah benar-benar sembuh. Pokoknya kami di sini bahagia bisa menjalankan ibadah bersama-sama," terang Jeng Ana.


Jeng Ana juga memuji Mpok Nori yang meski sudah berusia lanjut namun semangatnya masih sangat menggebu-gebu untuk menjalankan ibadah.


"Aku kagum dengan emak, apalagi di sini banyak orang Indonesia yang kenal Emak. Jadi Emak juga sering diminta berfoto bersama. Pokoknya kita minta doanya agar bisa sehat terus sampai selesai menjalankan ibadah," tutur pakar Herbal itu.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Mpok Nori Sudah Bisa Lari Saat Menjalankan Umrahnya


Mekkah - Kebahagiaan artis senior Betawi, Mpok Nori yang bisa sembuh dari penyakit ginjal setelah berobat pada sahabatnya, pakar herbal Jeng Ana semakin terasa kala diajak ke tanah suci, Mekkah untuk berumrah oleh sahabatnya itu.


Dikala berumrah itulah, Mpok Nori semakin terlihat sehat karena di sana tak hanya bisa menjalankan ibadah tapi dirinya sudah bisa berlari-lari seperti waktu masih sehat. Hal itu diungkapkan Mpok Nori kala dihubungi sejumlah wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (4/1).


"Alhamdulillah sekarang Emak (panggilan akrab Mpok Nori) sehat, sekarang baik-baik aja. Emak juga semangat ibadah, malah Emak sudah bisa lari-lari di sini. Emak bisa jalan sendiri dan enggak pake kursi roda," cerita Mpok Nori.


Lebih lanjut keputusannya menjalankan umrah dibanding memilih hura-hura memang keputusan yang baik mengingat usia Mpok Nori yang kini tak muda lagi.


"Kalau Emak lebih memilih umrah yang jauh dari hura-hura. Apalagi Emak kan sudah tua mengejar pahala dan Emak memang menolak tawaran job malam Tahun Baru," lanjut komedian asal Betawi itu.


Hal yang sama juga diungkapkan Jeng Ana yang mengajak komedian asli Betawi itu untuk menjalankan umrah bersama dirinya.


"Ini karena Emak sehat lagi, saya ajak umrah sekalian berdoa supaya diberi kesehatan yang panjang sehingga bisa berkarier lagi. Lagi pula di sini saja juga sekalian memantau kesehatan Emak, dan hasilnya alhamdulillah Emak sudah benar-benar sembuh. Pokoknya kami di sini bahagia bisa menjalankan ibadah bersama-sama," terang Jeng Ana.


Jeng Ana juga memuji Mpok Nori yang meski sudah berusia lanjut namun semangatnya masih sangat menggebu-gebu untuk menjalankan ibadah.


"Aku kagum dengan emak, apalagi di sini banyak orang Indonesia yang kenal Emak. Jadi Emak juga sering diminta berfoto bersama. Pokoknya kita minta doanya agar bisa sehat terus sampai selesai menjalankan ibadah," tutur pakar Herbal itu.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Kelahiran Anak Pertama, Kebahagiaan Mohammad Ahsan di Awal Tahun

Written By Luthfie fadhillah on Friday, January 3, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Pebulutangkis yang bersinar tahun lalu, Mohammad Ahsan mendapat kebahagiaan puncak di awal tahun ini. Menikahi Christine Novitania pada 24 Maret 2013, pasangan Hendra Setiawan ini akhirnya dikarunia kelahiran putri pertama pada Jumat (3/1) pagi.


"Alhamdulilah...telah lahir putri pertama kami Chayra Maritza Ahsan tanggal 03-01-2014 pukul 04.35 dengan sehat walafiat...," twit Ahsan lewat akun Twitter-nya, @ahsanbad09.


Berdasarkan twit Mega Mustica (@Miss_Mustica), kekasih Rian Agung Saputro, putri pertama Ahsan-Christine lahir di Rumah Sakit Kemang Medical Care, Jakarta Selatan. Ahsan menemani dan menyemangati sang istri dalam proses kelahiran sang anak.


"Terharu lihat Ahsan semangatin Itine dengan dzikir dan kata-kata sayang sampai dengan bisikin adzan di telinga si Chayra. Finally kakak-kakakku, congrats


Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto, yang memang aktif di Twitter turut memberikan selamat.


"Telah lahir anaknya Ahsan, Chayra Aritza (seharusnya Maritza - red) Ahsan (putri). Ultahnya sama dengan Koh Rudy... capricorn... selamat yah Ahsan!!"


Kebahagiaan Ahsan akan semakin lengkap jika nantinya dinobatkan sebagai Most Valuable Player oleh PP PBSI. Peluang Ahsan dan Hendra meraih gelar bergengsi ini terbuka lebar setelah menjuarai Kejuaraan Dunia, empat gelar super series, dan BWF Super Series Final sepanjang 2013. Menurut rencana pengumuman pemenang disampaikan bulan ini dan akan mendapat hadiah uang Rp 1 miliar.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Kelahiran Anak Pertama, Kebahagiaan Mohammad Ahsan di Awal Tahun


Jakarta - Pebulutangkis yang bersinar tahun lalu, Mohammad Ahsan mendapat kebahagiaan puncak di awal tahun ini. Menikahi Christine Novitania pada 24 Maret 2013, pasangan Hendra Setiawan ini akhirnya dikarunia kelahiran putri pertama pada Jumat (3/1) pagi.


"Alhamdulilah...telah lahir putri pertama kami Chayra Maritza Ahsan tanggal 03-01-2014 pukul 04.35 dengan sehat walafiat...," twit Ahsan lewat akun Twitter-nya, @ahsanbad09.


Berdasarkan twit Mega Mustica (@Miss_Mustica), kekasih Rian Agung Saputro, putri pertama Ahsan-Christine lahir di Rumah Sakit Kemang Medical Care, Jakarta Selatan. Ahsan menemani dan menyemangati sang istri dalam proses kelahiran sang anak.


"Terharu lihat Ahsan semangatin Itine dengan dzikir dan kata-kata sayang sampai dengan bisikin adzan di telinga si Chayra. Finally kakak-kakakku, congrats


Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto, yang memang aktif di Twitter turut memberikan selamat.


"Telah lahir anaknya Ahsan, Chayra Aritza (seharusnya Maritza - red) Ahsan (putri). Ultahnya sama dengan Koh Rudy... capricorn... selamat yah Ahsan!!"


Kebahagiaan Ahsan akan semakin lengkap jika nantinya dinobatkan sebagai Most Valuable Player oleh PP PBSI. Peluang Ahsan dan Hendra meraih gelar bergengsi ini terbuka lebar setelah menjuarai Kejuaraan Dunia, empat gelar super series, dan BWF Super Series Final sepanjang 2013. Menurut rencana pengumuman pemenang disampaikan bulan ini dan akan mendapat hadiah uang Rp 1 miliar.


6:23 PM | 0 comments | Read More

10 Film Paling Laris di 2013 Versi Box Office Mojo

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, January 2, 2014 | 10:07 PM


Jakarta - "Iron Man 3" yang diangkat dari komik buatan Marvel menjadi film terlaris sedunia sepanjang tahun 2013. Berdasarkan data yang dirilis oleh Box Office Mojo, film yang dibintangi Robert Downey Jr tersebut mendapatkan untung sebesar US$ 1.2 miliar. Di peringat dua ada "Despicable Me 2" dan peringkat tiga "The Hunger Games: Catching Fire"


Berikut daftar lengkap 10 film terlaris versi Box Office Mojo
1. Iron Man 3 - US$ 1.215 miliar.
2. Despicable Me 2 - US$ 918 miliar.
3. The Hunger Games: Catching Fire - US$ 795 miliar.
4. Fast & Furious 6 - US$ 788 miliar.
5. Monsters University - US$ 743 miliar.
6. Man of Steel - US$ 662 miliar.
7. Gravity - US$ 653 miliar.
8. Thor: The Dark World - US$ 629 miliar.
9. The Hobbit: The Desolation of Smaug - US$ 614 miliar.
10. The Croods - US$ 587 miliar.


10:07 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger