Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, January 13, 2013 | 6:58 PM


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Djokovic Ditantang Mathieu



Australia Terbuka


Djokovic Ditantang Mathieu





Penulis : K06 | Minggu, 13 Januari 2013 | 17:52 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com - Novak Djokovic, juara bertahan Turnamen Australia Terbuka akan ditantang petenis asal Perancis Paul-Henri Mathieu pada putaran pertama Australia Terbuka.

Mathieu adalah petenis veteran yang saat ini menduduki peringkat ke-58 dunia. Walaupun Mathieu lawan ringan bagi Djokovic, namun ia sering membuat kejutan di beberapa turnamen grand slam. Salah satunya di Perancis Terbuka Juni 2012. Saat itu Mathieu mengalahkan John Isner di putaran kedua.

Sementara itu petenis tuan rumah Lyeton Hewitt ditantang petenis asal Serbia, Janko Tipsarevic. Michael Russell dari Amerika Serikat akan melawan petenis Ceko Tomas Berdych.

Di tunggal putri, runner up tahun lalu, petenis cantik Rusia Maria Sharapova akan bertemu dengan lawan senegaranya Olga Puchkova. Petenis tangguh Amerika Serikat Venus Williams akan melawan Galina Voskoboeva (AFP/Fabio Costa) 



















6:30 PM | 0 comments | Read More

Sumatera Selatan Gelar Festival Songket Nasional


Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya

Salah Satu Pengrajin Kain Songket Tengah Menyelesaikan Pekerjaannya (sumber: zoneindo)




Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan festival songket pada pertengahan 2013.

Festival songket itu bertujuan untuk melestarikan kain hasil tenunan dari masyarakat terutama di daerah ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Minggu (13/1).

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, terutama bagi daerah yang memiliki tenun songket.

Selain itu pihaknya akan mengundang negara-negara anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam festival songket tersebut, kata dia.

Toni Panggarbesi menambahkan, peserta dari luar negeri kemungkinan akan hadir dari Malaysia karena negara tetangga tersebut rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Sumsel.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan hasil usaha pertenunan tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas itu kepada daerah lain.

Dengan dipromosilkannya kerajinan tradisional khas daerah maka masyarakat umum akan semakin tertarik untuk mengetahui, ujar Toni Panggarbesi.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan itu diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Meskipun Sumsel menjadi tuan rumah festival, tetapi pendanaan bersumber dari APBN dan daerah ini hanya bersifat membantu.

Yang jelas dengan dilaksanakannya festival tersebut masyarakat akan lebih mengenal tentang songket, khususnya yang dihasilkan Sumsel dan nusantara umumnya, kata dia.

Mengenai tempat pelaksanaanya sendiri direncanakan di Dekranasda atau hotel berbintang, tambah dia.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Kali Mookervart Meluap, 4 RT Terendam Banjir





Kali Mookervart Meluap, 4 RT Terendam





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Minggu, 13 Januari 2013 | 17:46 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kebanjiran akibat luapan Kali Mookervart. Sebanyak empat RT di RW 2 terendam air setinggi 70 sentimeter.


"Yang kena banjir ada empat RT. RT 3,9,10, dan RT 14," kata Ridho, warga RT 07 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2013).


Menurut dia, banjir sudah datang sekitar pukul 04.00. Setiap hujan, daerah tersebut memang selalu mengalami banjir. Akan tetapi, banjir saat ini memang lebih tinggi karena hujan deras mengguyur Jakarta secara merata.


Ridho menuturkan, yang membuat dirinya khawatir adalah tembok pembatas antara kali dan rumah penduduk sudah semakin miring. Tekanan air yang tinggi membuat tembok terus miring dan dapat menimpa rumah warga di bantaran kali.


Menurut dia, kemungkinan air baru bisa surut dalam waktu dua hari karena aliran air di kali masih tinggi sehingga genangan di perumahan warga tidak bisa berkurang. Pantauan Kompas.com, banyak warga yang tidak bisa beraktivitas seperti pada hari biasa. Namun, aliran listrik masih berfungsi. Suku Dinas Sosial Jakarta Barat membuka dapur umum untuk membantu warga yang terkena banjir.


















6:03 PM | 0 comments | Read More

Nelayan Tak Melaut, Ikan Jadi Langka




Gelombang Tinggi


Nelayan Tak Melaut, Ikan Jadi Langka





Minggu, 13 Januari 2013 | 17:02 WIB













KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA


Ilustrasi: Perahu nelayan ditambatkan di Pantai Nambangan, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (10/1/2013). Cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan di daerah tersebut memilih tidak melaut.




TERKAIT:





 JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa pedagang ikan tidak menjual banyak jenis ikan di tempat dagangan mereka di Pasar Regional Jatinegara, Jakarta, Minggu (13/1/2013).


Menurut seorang pedagang ikan, Siti, sekarang ikan susah didapat karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi di laut.


Cuaca yang tidak stabil saat ini berdampak besar kepada para penjual ikan di pasar. Gelombang tinggi di laut membuat nelayan penangkap ikan tidak berani melaut saat ini.


Akibatnya, ikan di pasaran menjadi langka. Kalaupun ada, harganya mahal. Hal itu dikeluhkan beberapa pedagang ikan.


Ida, pedagang ikan, mengatakan, di Muara Baru, tempat dia biasa membeli ikan, sekarang jumlah ikan yang ada sedikit.


Kalaupun ikannya ada, harganya mahal. Oleh karena itu, Ida memilih tidak menjual terlalu banyak jenis ikan.


Sesuai dengan hukum ekonomi, saat pasokan berkurang sementara permintaan tetap atau meningkat, harga barang akan cenderung naik. Begitu pula yang terjadi pada komoditas ikan saat ini.


Harga ikan bawal yang semula Rp 11.000 per kilogram (kg) naik jadi Rp 15.000 per kg. Harga ikan bandeng naik dari Rp 15.000 per kg jadi Rp 17.000 per kg.


"Kalau saya ambil banyak juga susah karena sekarang konsumen menurun akibat harga naik," kata Ida.


Sementara itu harga udang masih stabil, sekitar Rp 40.000 per kg. "Udang lebih stabil karena tidak diambil dari laut, tetapi dari tambak," kata Ida. (K04)






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















6:02 PM | 0 comments | Read More

Cinta Laura Luncurkan Single Baru Bernuansa Balada

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, January 12, 2013 | 6:58 PM


Cinta Laura

Cinta Laura (sumber: Beritasatu/Yanuar Rahman)




Dirinya melakukan proses rekaman lagu tersebut sekitar bulan Juli tahun 2011 dengan bantuan Erwin Prasetyo dan DJ Sumantri.

Di tengah kesibukannya menimba ilmu di Amerika Serikat, Cinta Laura masih menyempatkan diri untuk bertandang kembali ke tanah air guna promosi single terbarunya yang berjudul All Of My Life.

"I really like All Of My Life. Karena kalau aku tunjukin teman-teman aku yang sama sekali enggak bisa bahasa Indonesia, mereka suka juga. Berarti itu memang single yang bagus," tuturnya saat ditemui di kantor Sony Music Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Single kedua yang diambil dari album Hollywood Dreams itu dipilih karena fans perempuan yang memiliki nama lengkap Laura Cinta Kiehl itu menyukai tembang tersebut.

"Enggak terlalu ballad, tapi bukan up beat juga. Itu bagus, biasanya aku lagu dance. Disini mereka suka lagu relax, All Of My Life cocok buat fans aku yang suka lagu ballad," terangnya.

Cinta sendiri melakukan proses rekaman lagu tersebut sekitar bulan Juli tahun 2011 dengan bantuan Erwin Prasetyo sebagai penulis lagu dan DJ Sumantri sebagai produsernya.

"Di lagu ini voice aku enggak sama kayak biasa, karena untukk pertama kali coba teknik falsetto. Coba dengerin, it's really cute. Lumayan girly," tambah Cinta.

Dara berdarah Jerman ini berharap dengan dirilisnya single kedua tersebut mampu mengulang kisah sukses single pertamanya di album yang sama dengan judul Tulalit.

"Aku juga promo lewat Twitter, aku optimistis. Biarpun aku enggak di sini, itu akan bisa sukses," tandasnya.

6:58 PM | 0 comments | Read More

Sony Gagal ke Final



Korea Terbuka Superseries Premier


Sony Gagal ke Final





Sabtu, 12 Januari 2013 | 15:19 WIB












JAKARTA, Kompas.com - Satu-satunya harapan Indonesia, Sony Dwi Kuncoro gagal lolos ke final Korea Terbuka Super Series Premier, Sabtu (12/1).

Di babak semifinal di Olympic Gymnasium, Seoul, Sony disingkirkan unggulan 4 asal China Du Pengyu. Sony menyerah dua game 12-21, 17-21.

Dengan kekalahan Sony, Indonesia gagal meloloskan finalis di ajang Korea Terbuka Superseries Premier 2013 ini. Sebelumnya, dua ganda campuran, Markis Kido/Pia Zebadiah serta Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir telah kandas di perempatfinal.

Bagi Sony ini merupakan kekalahan kedua dari lima pertemuan menghadapi Du Pengyu. Sebelumnya, Sony kalah di Indonesia Terbuka Super Series Premier 2012 lalu.

Di final, Du Pengyu akan menghadapi pemain peringkat satu dunia, Lee Chong Wei dari Malaysia.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















6:30 PM | 0 comments | Read More

Cinta Laura Luncurkan Single Baru Bernuansa Balada


Cinta Laura

Cinta Laura (sumber: Beritasatu/Yanuar Rahman)




Dirinya melakukan proses rekaman lagu tersebut sekitar bulan Juli tahun 2011 dengan bantuan Erwin Prasetyo dan DJ Sumantri.

Di tengah kesibukannya menimba ilmu di Amerika Serikat, Cinta Laura masih menyempatkan diri untuk bertandang kembali ke tanah air guna promosi single terbarunya yang berjudul All Of My Life.

"I really like All Of My Life. Karena kalau aku tunjukin teman-teman aku yang sama sekali enggak bisa bahasa Indonesia, mereka suka juga. Berarti itu memang single yang bagus," tuturnya saat ditemui di kantor Sony Music Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Single kedua yang diambil dari album Hollywood Dreams itu dipilih karena fans perempuan yang memiliki nama lengkap Laura Cinta Kiehl itu menyukai tembang tersebut.

"Enggak terlalu ballad, tapi bukan up beat juga. Itu bagus, biasanya aku lagu dance. Disini mereka suka lagu relax, All Of My Life cocok buat fans aku yang suka lagu ballad," terangnya.

Cinta sendiri melakukan proses rekaman lagu tersebut sekitar bulan Juli tahun 2011 dengan bantuan Erwin Prasetyo sebagai penulis lagu dan DJ Sumantri sebagai produsernya.

"Di lagu ini voice aku enggak sama kayak biasa, karena untukk pertama kali coba teknik falsetto. Coba dengerin, it's really cute. Lumayan girly," tambah Cinta.

Dara berdarah Jerman ini berharap dengan dirilisnya single kedua tersebut mampu mengulang kisah sukses single pertamanya di album yang sama dengan judul Tulalit.

"Aku juga promo lewat Twitter, aku optimistis. Biarpun aku enggak di sini, itu akan bisa sukses," tandasnya.

6:23 PM | 0 comments | Read More

Hujan Angin, Waspadai Pohon Tumbang





Hujan Angin, Waspadai Pohon Tumbang





Penulis : Andy Riza Hidayat | Sabtu, 12 Januari 2013 | 17:26 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com  - Sore ini, Sabtu (12/1/2013) wilayah Jakarta dilanda hujan angin. Jarak pandang di luar ruangan menjadi semakin terbatas, sementara angin menghembus sejumlah pohon besar. Hujan yang juga sesekali disertai petir ini paling banyak mengguyur wilayah selatan Jakarta.


Berkali-kali beredar peringatan agar mewaspadai pohon dan papan reklame tumbang. Sebelumnya 82 pohon tumbang Kamis lalu, ketika hujan disertai angin melanda Jakarta. Tidak hanya itu, cuaca buruk itu sempat memporak porandakan peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Akibat peristiwa itu, dua orang tewas, dua terluka, dan merusak kendaraan warga.


Sampai sore ini, informasi dari 11 titik pemantau ketinggian permukaan kali di Bogor, Depok, dan Jakarta masih normal. Belum ada permukaan kali yang melebihi batas normal. Berdasarkan data ini, potensi banjir dari luapan kali belum mengkhawatirkan.


"Lebih baik menghindari berlindung di dekat pohon besar dan papan reklame saat hujan angin terjadi," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta Arfan Arklilie, kepada Kompas.


Sebagian besar pohon angsana dan akasia di Jakarta ditanam pada tahun 1970 an. Pohon yang saatnya diremajakan ini tersebar di sejumlah ruang publik seperti jalan, taman, dan halaman kantor pemerintah. Proses peremajaan yang dimulai sejak tahun 1990 itu baru dilakukan untuk mengganti 30 persen pohon yang bermasalah.


Perkiraaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DKI Jakarta, kemarin, hari ini, dan besok hujan melanda wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Hujan terjadi dalam skala ringan dan sedang mulai siang hingga malam hari.


















6:03 PM | 0 comments | Read More

Mendag: Naikkan Harga BBM!


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta pemerintah segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu untuk menekan defisit neraca perdagangan yang semakin parah.

"Kalau harga BBM dinaikkan, maka akan sangat menolong meningkatkan neraca perdagangan yang saat ini defisit," kata Gita, saat ditemui pada acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin), di Hotel JW Marriot, Jumat malam (11/1/2013).

Seperti diberitakan, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-November 2012 mengalami defisit 1,33 miliar dollar AS. Hal itu disebabkan kenaikan impor 9,92 persen (yoy) menjadi 16,92 miliar dollar AS. Impor ini dikontribusikan dari impor migas 4,07 miliar dollar AS dan impor non migas sebesar 3,94 miliar dollar AS.

Menurut Gita, defisit itu tidak seharusnya terjadi bila pemerintah mau dan segera menaikkan harga BBM. Sebab, kondisi ekspor Indonesia saat ini tidak bisa menolong kenaikan impor. "Mudah-mudahan ada koreksi harga minyak, sehingga impor migas kita tidak terus menekan defisit neraca perdagangan," tambahnya.

Sementara, untuk meningkatkan ekspor Indonesia yang terus terpuruk, pihaknya akan melakukan penetrasi ke pasar tradisional di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Pasar-pasar tersebut kini sudah mulai kelihatan dampaknya dengan adanya kenaikan ekspor di pasar tersebut. "Kenaikan prosentase tinggi, tapi space-nya kecil. Saya sangat berharap ekonomi global lekas pulih agar ekspor komoditas bisa meningkat di tahun ini," tambahnya.

Maklum saja, sekitar 65 persen ekspor Indonesia merupakan barang komoditas. Bila harga komoditas di seluruh dunia mengalami penurunan, otomatis pendapatan dari ekspor tersebut juga anjlok. Di sisi lain, impor Indonesia justru melonjak khususnya dari impor migas. Inilah yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.

"Untuk kondisi makro sekarang, sangat sulit untuk optimis," kata Gita.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









6:02 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger