Powered by Blogger.

Popular Posts Today

"Selamat Pagi, Malam", Tiga Perempuan Mencari Status di Ibu Kota

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, June 21, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Film "Selamat Pagi, Malam" adalah film terbaru garapan rumah produksi Kepompong Gendut yang berusaha mengangkat pergumulan tiga perempuan Jakarta yang hidupnya berubah pada suatu malam dan mengalami pencerahan untuk kembali pada identitas mereka masing-masing.


Gia (32 tahun, diperankan Adinia Wirasti) yang telah lama menetap di New York tidak merasa Jakarta sebagai rumahnya saat dia harus kembali ke Indonesia.


Dia mengalami "reverse culture shock" saat melihat satu orang harus memiliki dua bahkan tiga "gadget", dinilai aneh bila tidak punya ponsel Blackberry, apalagi melihat kesibukan orang memamerkan barang-barang mewah di media sosial.


Baginya semua itu sudah tidak "makes sense" untuknya yang biasa hidup "simple" dan apa adanya saat berada di New York.


Apalagi saat dia bertemu Naomi (32 tahun, diperankan Marissa Anita), kekasihnya di New York yang telah lebih dulu kembali ke Jakarta . Naomi yang dia kenal bukan lagi Naomi saat di New York. Dia sudah berubah dan membaur dengan kemunafikan gaya hidup kelas atas Jakarta.


Gia merasa "rumah lamanya" itu sudah tidak ada lagi.


Sementara Indri (24 tahun, diperankan Ina Panggabean) adalah gadis ndeso yang berjuang hidup di Jakarta walau tak punya bakat yang menonjol.


Sehingga dia berpikir bagaimana agar dirinya bisa memiliki status di Jakarta. Kisah dirinya seperti seorang "social climber" yang ingin menaikkan statusnya dengan memiliki seorang pria idaman.


Dari hidup pas-pasan sebagai penjaga handuk di suatu tempat gym, dia akhirnya menemukan seorang pria kaya lewat ponsel pintar yang dibayar dengan cicilan. Namun, pria itu ternyata tak sesuai dengan harapan hatinya.


Di tempat lain, ada Ci Surya (48 tahun, diperankan Dayu Wijanto), seorang ibu rumah tangga yang kehilangan statusnya sendiri. Setelah menikah, dia dikenal dengan nama suaminya, Surya, seorang pengusaha sukses.


Setelah suaminya meninggal, dia seperti kehilangan pegangan dan kehilangan gairah melanjutkan hidupnya. Apalagi ketika suatu hari dia mendapati mendiang suaminya ternyata memiliki selingkuhan yang selama ini tersimpan dengan rapat.


Film ini disutradarai oleh Lucky Kuswandi, yang menggarap cerita film ini selama delapan tahun melalui observasi dan pengalaman pribadinya setelah pulang bersekolah dari Amerika Serikat.


Walau film ini didominasi oleh karakter perempuan, tapi sebenarnya ingin menggambarkan cuplikan gambaran kehidupan asli Jakarta.


Lucky membuat cerita ini dengan ringan dan jujur melalui berbagai tingkah laku orang Jakarta yang kadang dipenuhi dengan kepalsuan, suka pamer dan ketidakjelasan.


Sampai akhirnya masing-masing dari mereka menemukan titik balik dan keadaan mengkondisikan untuk mengambil pilihan.


Bagaimana kelanjutan kisah Gia, Indri dan Ci Surya menghadapi segala perubahan hidup yang mereka hadapi di Jakarta? Mungkin ini bisa menjadi tontonan Anda di akhir pekan.


6:58 PM | 0 comments | Read More

"Selamat Pagi, Malam", Tiga Perempuan Mencari Status di Ibu Kota


Jakarta - Film "Selamat Pagi, Malam" adalah film terbaru garapan rumah produksi Kepompong Gendut yang berusaha mengangkat pergumulan tiga perempuan Jakarta yang hidupnya berubah pada suatu malam dan mengalami pencerahan untuk kembali pada identitas mereka masing-masing.


Gia (32 tahun, diperankan Adinia Wirasti) yang telah lama menetap di New York tidak merasa Jakarta sebagai rumahnya saat dia harus kembali ke Indonesia.


Dia mengalami "reverse culture shock" saat melihat satu orang harus memiliki dua bahkan tiga "gadget", dinilai aneh bila tidak punya ponsel Blackberry, apalagi melihat kesibukan orang memamerkan barang-barang mewah di media sosial.


Baginya semua itu sudah tidak "makes sense" untuknya yang biasa hidup "simple" dan apa adanya saat berada di New York.


Apalagi saat dia bertemu Naomi (32 tahun, diperankan Marissa Anita), kekasihnya di New York yang telah lebih dulu kembali ke Jakarta . Naomi yang dia kenal bukan lagi Naomi saat di New York. Dia sudah berubah dan membaur dengan kemunafikan gaya hidup kelas atas Jakarta.


Gia merasa "rumah lamanya" itu sudah tidak ada lagi.


Sementara Indri (24 tahun, diperankan Ina Panggabean) adalah gadis ndeso yang berjuang hidup di Jakarta walau tak punya bakat yang menonjol.


Sehingga dia berpikir bagaimana agar dirinya bisa memiliki status di Jakarta. Kisah dirinya seperti seorang "social climber" yang ingin menaikkan statusnya dengan memiliki seorang pria idaman.


Dari hidup pas-pasan sebagai penjaga handuk di suatu tempat gym, dia akhirnya menemukan seorang pria kaya lewat ponsel pintar yang dibayar dengan cicilan. Namun, pria itu ternyata tak sesuai dengan harapan hatinya.


Di tempat lain, ada Ci Surya (48 tahun, diperankan Dayu Wijanto), seorang ibu rumah tangga yang kehilangan statusnya sendiri. Setelah menikah, dia dikenal dengan nama suaminya, Surya, seorang pengusaha sukses.


Setelah suaminya meninggal, dia seperti kehilangan pegangan dan kehilangan gairah melanjutkan hidupnya. Apalagi ketika suatu hari dia mendapati mendiang suaminya ternyata memiliki selingkuhan yang selama ini tersimpan dengan rapat.


Film ini disutradarai oleh Lucky Kuswandi, yang menggarap cerita film ini selama delapan tahun melalui observasi dan pengalaman pribadinya setelah pulang bersekolah dari Amerika Serikat.


Walau film ini didominasi oleh karakter perempuan, tapi sebenarnya ingin menggambarkan cuplikan gambaran kehidupan asli Jakarta.


Lucky membuat cerita ini dengan ringan dan jujur melalui berbagai tingkah laku orang Jakarta yang kadang dipenuhi dengan kepalsuan, suka pamer dan ketidakjelasan.


Sampai akhirnya masing-masing dari mereka menemukan titik balik dan keadaan mengkondisikan untuk mengambil pilihan.


Bagaimana kelanjutan kisah Gia, Indri dan Ci Surya menghadapi segala perubahan hidup yang mereka hadapi di Jakarta? Mungkin ini bisa menjadi tontonan Anda di akhir pekan.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Pengenalan Musik Kolintang di Indonesia Meluas

Written By Luthfie fadhillah on Friday, June 20, 2014 | 6:58 PM


Jakarta – Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Lis Purnomo Yusgiantoro mengatakan meluasnya pengenalan masyarakat atas musik kolintang kian memuluskan langkah alat musik pukul itu menuju UNESCO.


Saat ini, PINKAN bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berjuang untuk mencatatkan kolintang sebagai warisan budaya tak benda dari organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNESCO.


“Terdorong oleh keprihatinan dan menguatnya rasa kebangsaan, kami bersama warga asal Sulawesi Utara terdorong mewariskan musik kolintang asli Minahasa Utara sebagai wariszan budaya tak benda di UNESCO,” kata Lis Yusgiantoro pada pembukaan Festival dan Lomba Seni Ansambel Musik Kolintang Kayu Tingkat Nasional di The Senayan City Hall, Jakarta, Jumat (20/6).


Hadir pada kesempatan itu, Ibu Adelina Mangindaan yang juga istri Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ibu Berliantin Martowardodjo (istri Gubernur Bank Indonesia Agus WD Martowardodjo), Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman, dan Bupati Minahasa Utara Sompie Singal.


Warisan budaya tak benda diwujudkan antara lain, di bidang tradisi dan ekspresi lisan, yaitu bahasa, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Selain itu, pengetahuan dan kebiasaan prilaku mengenai alam dan semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.


Lis Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki banyak warisan budaya dari leluhur. Bahkan, katanya, sejumlah warisan budaya telah diklaim sebagai warisan budaya bangsa lain.


Oleh sebab itu, PINKAN terus berjuang untuk mencatatkan alat musik kolintang kayu sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO.


"PINKAN telah menginvetarisasi data dan fakta tentang alat musik kolintang. Kami juga telah melakukan peletakan batu pertama Monumen Kolintang di Minahasa Utara, dan mencatatkan rekor permainan kolintang terlama tanpa henti selama 13 jam, 30 menit, 13 detik di Museum Rekor Muri,” katanya.


Lebih lanjut dikatakan, PINKAN juga telah menjalin kerja sama sinergis dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, digelar serangkaian penelitian, seminar, lokakarya dengan melibatkan kalangan akademisi, pemangku kepentingan untuk mengantar kolintang menuju UNESCO.


“Kami telah merumuskan anatomi musik kolintang secara akademis. Pelestarian budaya kolintang bukan sebagai pajangan, tetapi memfungsikan alat musik sebagai media pendidikan karakter bangsa,” katanya. 


6:58 PM | 0 comments | Read More

Pengenalan Musik Kolintang di Indonesia Meluas


Jakarta – Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Lis Purnomo Yusgiantoro mengatakan meluasnya pengenalan masyarakat atas musik kolintang kian memuluskan langkah alat musik pukul itu menuju UNESCO.


Saat ini, PINKAN bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berjuang untuk mencatatkan kolintang sebagai warisan budaya tak benda dari organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNESCO.


“Terdorong oleh keprihatinan dan menguatnya rasa kebangsaan, kami bersama warga asal Sulawesi Utara terdorong mewariskan musik kolintang asli Minahasa Utara sebagai wariszan budaya tak benda di UNESCO,” kata Lis Yusgiantoro pada pembukaan Festival dan Lomba Seni Ansambel Musik Kolintang Kayu Tingkat Nasional di The Senayan City Hall, Jakarta, Jumat (20/6).


Hadir pada kesempatan itu, Ibu Adelina Mangindaan yang juga istri Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ibu Berliantin Martowardodjo (istri Gubernur Bank Indonesia Agus WD Martowardodjo), Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman, dan Bupati Minahasa Utara Sompie Singal.


Warisan budaya tak benda diwujudkan antara lain, di bidang tradisi dan ekspresi lisan, yaitu bahasa, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Selain itu, pengetahuan dan kebiasaan prilaku mengenai alam dan semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.


Lis Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki banyak warisan budaya dari leluhur. Bahkan, katanya, sejumlah warisan budaya telah diklaim sebagai warisan budaya bangsa lain.


Oleh sebab itu, PINKAN terus berjuang untuk mencatatkan alat musik kolintang kayu sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO.


"PINKAN telah menginvetarisasi data dan fakta tentang alat musik kolintang. Kami juga telah melakukan peletakan batu pertama Monumen Kolintang di Minahasa Utara, dan mencatatkan rekor permainan kolintang terlama tanpa henti selama 13 jam, 30 menit, 13 detik di Museum Rekor Muri,” katanya.


Lebih lanjut dikatakan, PINKAN juga telah menjalin kerja sama sinergis dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, digelar serangkaian penelitian, seminar, lokakarya dengan melibatkan kalangan akademisi, pemangku kepentingan untuk mengantar kolintang menuju UNESCO.


“Kami telah merumuskan anatomi musik kolintang secara akademis. Pelestarian budaya kolintang bukan sebagai pajangan, tetapi memfungsikan alat musik sebagai media pendidikan karakter bangsa,” katanya. 


6:23 PM | 0 comments | Read More

Didi Soekarno Siap Laporkan Jane Shalimar ke Polisi

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, June 19, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Pengakuan Jane Shalimar tentang pernikahan siri yang dilakukannya dengan Didi Soekarno menuai polemik. Putra Rachmawati Soekarno Putri ini menganggap, pengakuan Jane sebagai fitnah kejam. Atas hal itu, Didi berencana melaporkan Jane ke polisi, dengan alasan telah menyebarkan fitnah.


"Kalau memang masih terus memberikan statement yang memojokkan, atau membuat kehormatan Didi tercoreng, ya tidak dapat dipungkiri kita akan laporkan Jane, dengan undang-undang ITE," ungkap Pengacara Didi Soekarno, Denny Lubis, saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Kamis (19/6).


Denny menjelaskan, pihak Didie sendiri masih membuka pintu musyawarah bagi Jane untuk menyelesaikan masalah.


"Mas Didi masih memberi kesempatan kepada pihak Jane untuk bermusyawarah. Karena diawali dengan hubungan baik, mesti diakhiri dengan baik juga," katanya.


Dijelaskan oleh Denny, tuduhan Jane yang menganggap kisruh yang terjadi antara dirinya, Didi dan Vannessa, hanya sebuah rekayasa adalah tuduhan yang tak tepat.


"Kalau pihak sana bilang ini settingan, apa yang disetting? Mas Didi juga bukan artis atau figur publik. Jadi buat apa dia bilang ini settingan untuk mencari popularitas," tutupnya.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Didi Soekarno Siap Laporkan Jane Shalimar ke Polisi


Jakarta - Pengakuan Jane Shalimar tentang pernikahan siri yang dilakukannya dengan Didi Soekarno menuai polemik. Putra Rachmawati Soekarno Putri ini menganggap, pengakuan Jane sebagai fitnah kejam. Atas hal itu, Didi berencana melaporkan Jane ke polisi, dengan alasan telah menyebarkan fitnah.


"Kalau memang masih terus memberikan statement yang memojokkan, atau membuat kehormatan Didi tercoreng, ya tidak dapat dipungkiri kita akan laporkan Jane, dengan undang-undang ITE," ungkap Pengacara Didi Soekarno, Denny Lubis, saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Kamis (19/6).


Denny menjelaskan, pihak Didie sendiri masih membuka pintu musyawarah bagi Jane untuk menyelesaikan masalah.


"Mas Didi masih memberi kesempatan kepada pihak Jane untuk bermusyawarah. Karena diawali dengan hubungan baik, mesti diakhiri dengan baik juga," katanya.


Dijelaskan oleh Denny, tuduhan Jane yang menganggap kisruh yang terjadi antara dirinya, Didi dan Vannessa, hanya sebuah rekayasa adalah tuduhan yang tak tepat.


"Kalau pihak sana bilang ini settingan, apa yang disetting? Mas Didi juga bukan artis atau figur publik. Jadi buat apa dia bilang ini settingan untuk mencari popularitas," tutupnya.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Kangen, Mayangsari Siap Terjun Lagi ke Dunia Musik

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, June 18, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Lama vakum dan tak lagi berkecimpung didunia tarik suara membuat penyanyi Mayangsari kangen. Pasalnya, darah seni yang mengalir dalam diri wanita kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah itu membuatnya kini berani comeback ke Industri yang dahulu membesarkan namanya di blantika Indonesia.


"Sebenarnya rencana comeback saya ini sudah terlambat satu tahun. Kalau ditanya kangen, pastilah kangen. Biar bagaimanapun, dalam diri saya mengalir darah seni. Kalaupun kemarin break, merupakan pilihan hidup. Sekarang, saya sudah dapat restu dari suami dan anak, makanya saya kembali di dunia yang membesarkan nama saya," ungkap istri Bambang Triatmodjo itu, saat pembuatan Video Klip 'Tak Ingin Sendiri' di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (18/6).


Mayang menjelaskan, meski dirinya sudah lama tak berkecimpung di dunia tarik suara, dirinya tidak merasa kesulitan untuk hadir lagi ke dunia tarik suara.


"Kalau latihan khusus, nggak ada. Saya hampir setiap hari nyanyi, meskipun tempat latihannya hanya di kamar mandi. Tapi karena hobi dan suka, gak ada hambatan sama sekali untuk kembali bernyanyi," lanjutnya.


Wanita kelahiran 23 Agustus 1971 ini menambahkan, dirinya tetap berusaha untuk membagi waktu antara karir dengan aktifitasnya dalam mengurus keluarga di rumah.


"Saya sudah punya jadwal sendiri untuk kembali di industri musik. Selain itu, saya tentunya harus bisa membagi waktu antara mengurus keluarga dan kembali berkarir. Pilihan utamanya, tetap bersama keluarga," tambah Mayang.


Dalam album yang direncanakan akan diluncurkan setelah lebaran, Mayangsari mendaur ulang delapan lagu lawas karya musisi tenar du tanah air.


Mayang mengakui, dalam pembuatan album ini, dirinya juga dibantu pasangan selebriti Melly Goeslaw dan Anto Hoed dalam merampungkan album barunya.


"Saya tidak hanya bernyanyi sendiri, karena saya juga akan mengajak anak untuk ikut mewarnai album baru ini," tambahnya.


6:58 PM | 0 comments | Read More

AQJ Hanya Dituntut 2 Tahun Masa Percobaan


Jakarta - Kasus kecelakaan yang melibatkan putra bungsu musisi Ahmad Dhani, AQJ, telah sampai pada pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.


Dalam tuntutannya yang dibacakan di depan majelis hakim, AQJ mendapat tuntutan dua tahun masa percobaan atas kecelakaan mobil yang dikemudikannya hingga menewaskan tujuh orang di tol Jagorawi KM 8.


Hal itu diungkapkan Kuasa hukum AQJ, Lidya Wongsonegoro saat ditemui di PN Jakarta Timur usai pembacaan tuntutan oleh JPU, Rabu (18/6).


"Di dalam tadi Dul dituntut dengan dua tahun masa percobaan. Artinya selama dua tahun masa percobaan itu AQJ tidak diperbolehkan melakukan tindak pidana dalam bentuk apapun selama kurun waktu dua tahun itu. Bila melanggar maka dia (AQJ) akan langsung menjalani masa penahanan satu tahun hukuman penjara," ungkap Lidya.


Meski JPU telah membacakan tuntutannya dengan menuntut AQJ dengan dua tahun masa percobaan, sebagai kuasa hukum AQJ, Lidya akan mengupayakan tindakan hukum lain agar AQJ terhindar dari tuntutan tersebut.


"Ini kan baru tuntutan, jadi belum selesai. Kami sudah menjalani persidangan ini dengan baik. Dan masih ada satu tahap lagi untuk kita melakukan pembelaan baru kemudian pembacaan tuntutan. Kami akan berusaha membela Dul agar terhindar dari segala macam jenis tuntutan," lanjutnya.


Mengetahui tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Maia Estianti yang hadir dalam sidang pembacaan tuntutan JPU ini tak banyak berkomentar terhadap tuntutan yang dibacakan JPU.


Sebagai seorang ibu, Maia berharap apapun hasil yang nantinya diterima sang buah hati diberikan yang terbaik.


"Mohon doanya saja supaya mendapatkan yang terbaik," ucapnya singkat.


Seperti diketahui tuntutan yang dibacakan JPU itu lebih ringan dari dakwaan sebelumnya. AQJ didakwa bersalah karena mengemudikan kendaraan bermotor di bawah umur dan melakukan kelalaian sehingga menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.


6:23 PM | 0 comments | Read More

Mediasi Gagal, Ben Kasyafani dan Marshanda Siap Bercerai

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, June 17, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Sidang lanjutan kasus perceraian rumah tangga pasangan Ben Kasyafani dan Marshanda hari ini kembali digelar di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dalam sidang hari ini mengagendakan pembacaan gugatan dari pihak penggugat atau Marshanda. Pembacaan gugatan ini dilakukan karena proses mediasi yang digelar keduanya beberapa waktu lalu mengalami kegagalan. Hal itu diungkapkan Kamarusdiana, kuasa hukum Marshanda, saat ditemui di PA Jakarta Pusat, Selasa (17/6).


"Bahwa proses mediasi yang dilakukan oleh Marshanda pada Ben Kasyafani, kami sampaikan gagal mencapai kesepakatan. Sehingga agenda sidang hari ini adalah membacakan gugatan," ungkap Kamarusdiana.


Dilanjutkan Kamarusdiana, akibat kegagalan mediasi yang dilakukan Ben dan Chaca rumah tangga keduanya sudah tidak mampu lagi diselamatkan.


"Dalam mediasi itu cuma ada satu. Kalau itu berhasil berarti rukun kembali, apabila mediasi gagal artinya tidak ada sepakat. Hakim juga memutuskan pekara dapat dilanjutkan karena mediasi gagal," lanjutnya.


Ben yang hadir dalam persidangan yang digelar hari ini masih tetap berharap hubungan rumah tangganya dengan Marshanda dapat kembali rukun seperti sedia kala.


"Saya masih berharap semuanya kembali seperti zaman-zaman dahulu. Saya masih kangen dengan Chaca (Marshanda) karena saya masih ingat zaman kita dekat dahulu," ungkap Ben Kasyafani.


Dalam sidang tersebut, Marshanda tidak dapat hadir dan diwakili oleh kuasa hukumnya saja. Sementara itu sidang lanjutan keduanya akan dilangsungkan 1 Juli 2014 mendatang dengan mengagendakan jawaban pihak Ben Kasyafani terhadap gugatan yang dilakukan oleh Marshanda.


6:58 PM | 0 comments | Read More

Mediasi Gagal, Ben Kasyafani dan Marshanda Siap Bercerai


Jakarta - Sidang lanjutan kasus perceraian rumah tangga pasangan Ben Kasyafani dan Marshanda hari ini kembali digelar di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dalam sidang hari ini mengagendakan pembacaan gugatan dari pihak penggugat atau Marshanda. Pembacaan gugatan ini dilakukan karena proses mediasi yang digelar keduanya beberapa waktu lalu mengalami kegagalan. Hal itu diungkapkan Kamarusdiana, kuasa hukum Marshanda, saat ditemui di PA Jakarta Pusat, Selasa (17/6).


"Bahwa proses mediasi yang dilakukan oleh Marshanda pada Ben Kasyafani, kami sampaikan gagal mencapai kesepakatan. Sehingga agenda sidang hari ini adalah membacakan gugatan," ungkap Kamarusdiana.


Dilanjutkan Kamarusdiana, akibat kegagalan mediasi yang dilakukan Ben dan Chaca rumah tangga keduanya sudah tidak mampu lagi diselamatkan.


"Dalam mediasi itu cuma ada satu. Kalau itu berhasil berarti rukun kembali, apabila mediasi gagal artinya tidak ada sepakat. Hakim juga memutuskan pekara dapat dilanjutkan karena mediasi gagal," lanjutnya.


Ben yang hadir dalam persidangan yang digelar hari ini masih tetap berharap hubungan rumah tangganya dengan Marshanda dapat kembali rukun seperti sedia kala.


"Saya masih berharap semuanya kembali seperti zaman-zaman dahulu. Saya masih kangen dengan Chaca (Marshanda) karena saya masih ingat zaman kita dekat dahulu," ungkap Ben Kasyafani.


Dalam sidang tersebut, Marshanda tidak dapat hadir dan diwakili oleh kuasa hukumnya saja. Sementara itu sidang lanjutan keduanya akan dilangsungkan 1 Juli 2014 mendatang dengan mengagendakan jawaban pihak Ben Kasyafani terhadap gugatan yang dilakukan oleh Marshanda.


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger