Powered by Blogger.

Popular Posts Today

"Kaleidoskop" Meriahkan Kehidupan Berkesenian di Jakarta

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, December 20, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Kaleidoskop merupakan rangkaian sejumlah peristiwa penting yang terjadi selama satu tahun. Kejadian-kejadian itu disajikan dalam bentuk penceritaan ulang secara singkat dan padat. Rasanya belum pernah ada kaleidoskop yang mereka ulang suatu kejadian. Hanya di Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta saja, dipentaskan ulang sejumlah aktivitas seni budaya sepanjang tahun 2010 hingga 2014. Acara ini berlangsung pada 16-20 Desember 2014 di Plaza Teater Jakarta Tamain Ismail Marzuki.


Ari Batubara, salah satu kurator yang ditemui di acara tersebut menjelaskan tujuan dari Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta adalah untuk menampilkan kembali karya-karya para seniman dalam kurun waktu lima tahun terakhir.


Ari menjelaskan semangat dari Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta adalah memeriahkan lagi kehidupan berkesenian di Jakarta yang kini sangat metropolis. Kaleidoskop Seni Budaya ini diilhami oleh keinginan sejumlah pelaku seni untuk kembali menghidupkan tradisi yang telah lama hilang di Taman Ismail Marzuki, yaitu penyelenggaraan Festival November.


"Ingin hidupkan kembali tradisi di Taman Ismail Marzuki. Dulu ada yang namanya Festival November dalam rangka ulang tahun Taman Ismail Marzuki dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan, temu sastra dan lain-lain. Sekarang ini yang masih bertahan hanya Festival Teater Remaja. Sebenarnya ingin memeriahkan lagi kehidupan berkesenian di Jakarta yang metropoilis," kata Ari, Jumat (19/12).


Dalam acara ini, Kaleidoskop menampilkan tiga jenis acara, yaitu pagelaran, pameran foto dan artefak atau properti yang pernah digunakan sejumlah komunitas teater yang pernah naik panggung di Taman Ismail Marzuki.


Seni pertunjukan yang tampil di Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta telah melalui proses kurasi oleh Dewan Kurator yang terdiri atas Ari Batubara, Bambang Trihadi dan Abdullah Wong. Adapun untuk pameran foto dan artefak dikuratori oleh Sri Warso Wahono yang merupakan pelukis sekaligus kritikus seni rupa.


"Proses kurasinya kita pilih yang memiliki keunikan dan juga ada jejak tradisinya. Jadi tidak terlalu kental kontemporernya," kata Ari.


Terdapat puluhan seni pertunjukan yang dipentaskan, seperti teater, monolog, tarian, musik dan wayang. Sejumlah nama besar dari dunia pertunjukan Indonesia ambil bagian dalam acara ini di antaranya Whani Darmawan, Herlina Syarifudin, Teater Ketjil dan Kolaborasi Mahagenta.


Whani Darmawan contohnya menampilkan teater tubuh yang dijuduli Pandito In Love. Karya Whani ini merupakan adaptasi dari cerpen karya Yukiyo Mishima yang berjudul The Prince Siga Temple and His Love, yang diterjemahkan Sapardi Djoko Dharmono menjadi Sang Pendeta dan Sang Kekasih. Karya ini pernah dipentaskan Festival Asiatri Jogjakarta pada September 2014 lalu dan sebulan kemudian dibawa ke Jepang.


Pandito In Love bercerita soal seorang pendeta yang akhienya jatuh cinta pada seorang wanita. Saat si pendeta berhasil mencium tangan si putri, pendeta pun meninggal.


"Saya re-intepretasi, bagaiman ekspresi tubuh untuk menyampaikan cerita itu. Ada pemberontakan gerak,” kata Whani yang ditemui usai naik panggung.


Whani yang mengenakan jubah putih mengawali teater tubuhnya dengan gerakan lembut bersahaja, menampilkan sosok seorang pendeta. Sejurus kemudian Whani mulai melucuti jubahnya. Gerakan lembutnya berubah menjadi dinamis, cenderung meledak-ledak. Teater tubuh Whani ini berhasil menyihir penonton yang berkerumun di dalam tenda.


Adapun pameran foto menampilkan hasil jepretan sejumlah fotografer yang mengabadikan sejumlah peristiwa teater yang pernah dipentaskan Taman Ismail Marzuki. Menurut Ari, panitia sesungguhnya ingin menampilkan 185 foto. Akan tetapi, karena keterbatasan tempat, maka hanya 85 foto saja yang dipajang.


Sementara untuk artefak, Ari menjelaskan terdapat sejumlah properti teater dari sejumlah pementasan penting di Taman Ismail Marzuki. Di ataranya adalah Topeng Odipus tahun 1987, Boneka Bip Bop tahun 2004 milik Bengkel Teater Rendra. Ada pula sepada yang dipakai Slamet Raharjo dalam pementasan Dag Dig Dug karya Putu Wijaya tahun 1974.


Ari mengungkapkan bahwa kaleidoskop Seni Budaya Jakarta diharapkan bisa dibuat kembali di tahun depan.


“Harapan lainnya, dari forum ini lahir karya bermutu lagi,” tutup Ari.


Penulis: Rizka Amelia/FER


6:58 PM | 0 comments | Read More

"Kaleidoskop" Meriahkan Kehidupan Berkesenian di Jakarta


Jakarta - Kaleidoskop merupakan rangkaian sejumlah peristiwa penting yang terjadi selama satu tahun. Kejadian-kejadian itu disajikan dalam bentuk penceritaan ulang secara singkat dan padat. Rasanya belum pernah ada kaleidoskop yang mereka ulang suatu kejadian. Hanya di Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta saja, dipentaskan ulang sejumlah aktivitas seni budaya sepanjang tahun 2010 hingga 2014. Acara ini berlangsung pada 16-20 Desember 2014 di Plaza Teater Jakarta Tamain Ismail Marzuki.


Ari Batubara, salah satu kurator yang ditemui di acara tersebut menjelaskan tujuan dari Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta adalah untuk menampilkan kembali karya-karya para seniman dalam kurun waktu lima tahun terakhir.


Ari menjelaskan semangat dari Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta adalah memeriahkan lagi kehidupan berkesenian di Jakarta yang kini sangat metropolis. Kaleidoskop Seni Budaya ini diilhami oleh keinginan sejumlah pelaku seni untuk kembali menghidupkan tradisi yang telah lama hilang di Taman Ismail Marzuki, yaitu penyelenggaraan Festival November.


"Ingin hidupkan kembali tradisi di Taman Ismail Marzuki. Dulu ada yang namanya Festival November dalam rangka ulang tahun Taman Ismail Marzuki dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan, temu sastra dan lain-lain. Sekarang ini yang masih bertahan hanya Festival Teater Remaja. Sebenarnya ingin memeriahkan lagi kehidupan berkesenian di Jakarta yang metropoilis," kata Ari, Jumat (19/12).


Dalam acara ini, Kaleidoskop menampilkan tiga jenis acara, yaitu pagelaran, pameran foto dan artefak atau properti yang pernah digunakan sejumlah komunitas teater yang pernah naik panggung di Taman Ismail Marzuki.


Seni pertunjukan yang tampil di Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta telah melalui proses kurasi oleh Dewan Kurator yang terdiri atas Ari Batubara, Bambang Trihadi dan Abdullah Wong. Adapun untuk pameran foto dan artefak dikuratori oleh Sri Warso Wahono yang merupakan pelukis sekaligus kritikus seni rupa.


"Proses kurasinya kita pilih yang memiliki keunikan dan juga ada jejak tradisinya. Jadi tidak terlalu kental kontemporernya," kata Ari.


Terdapat puluhan seni pertunjukan yang dipentaskan, seperti teater, monolog, tarian, musik dan wayang. Sejumlah nama besar dari dunia pertunjukan Indonesia ambil bagian dalam acara ini di antaranya Whani Darmawan, Herlina Syarifudin, Teater Ketjil dan Kolaborasi Mahagenta.


Whani Darmawan contohnya menampilkan teater tubuh yang dijuduli Pandito In Love. Karya Whani ini merupakan adaptasi dari cerpen karya Yukiyo Mishima yang berjudul The Prince Siga Temple and His Love, yang diterjemahkan Sapardi Djoko Dharmono menjadi Sang Pendeta dan Sang Kekasih. Karya ini pernah dipentaskan Festival Asiatri Jogjakarta pada September 2014 lalu dan sebulan kemudian dibawa ke Jepang.


Pandito In Love bercerita soal seorang pendeta yang akhienya jatuh cinta pada seorang wanita. Saat si pendeta berhasil mencium tangan si putri, pendeta pun meninggal.


"Saya re-intepretasi, bagaiman ekspresi tubuh untuk menyampaikan cerita itu. Ada pemberontakan gerak,” kata Whani yang ditemui usai naik panggung.


Whani yang mengenakan jubah putih mengawali teater tubuhnya dengan gerakan lembut bersahaja, menampilkan sosok seorang pendeta. Sejurus kemudian Whani mulai melucuti jubahnya. Gerakan lembutnya berubah menjadi dinamis, cenderung meledak-ledak. Teater tubuh Whani ini berhasil menyihir penonton yang berkerumun di dalam tenda.


Adapun pameran foto menampilkan hasil jepretan sejumlah fotografer yang mengabadikan sejumlah peristiwa teater yang pernah dipentaskan Taman Ismail Marzuki. Menurut Ari, panitia sesungguhnya ingin menampilkan 185 foto. Akan tetapi, karena keterbatasan tempat, maka hanya 85 foto saja yang dipajang.


Sementara untuk artefak, Ari menjelaskan terdapat sejumlah properti teater dari sejumlah pementasan penting di Taman Ismail Marzuki. Di ataranya adalah Topeng Odipus tahun 1987, Boneka Bip Bop tahun 2004 milik Bengkel Teater Rendra. Ada pula sepada yang dipakai Slamet Raharjo dalam pementasan Dag Dig Dug karya Putu Wijaya tahun 1974.


Ari mengungkapkan bahwa kaleidoskop Seni Budaya Jakarta diharapkan bisa dibuat kembali di tahun depan.


“Harapan lainnya, dari forum ini lahir karya bermutu lagi,” tutup Ari.


Penulis: Rizka Amelia/FER


6:23 PM | 0 comments | Read More

Tiket Konser MLTR Bisa Dibeli Lewat Dealgoing

Written By Luthfie fadhillah on Friday, December 19, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Tahun ini, The Trans Studio Bandung mengundang artis internasional untuk memeriahkan malam tahun baru 2, January 2015 yaitu Michael Learns To Rock.


Pastikan Anda menjadi salah satu tamu istimewa, dalam program pergantian tahun dalam konser "Michael Learns to Rock". Penampilan Jascha Richter, Mikkel Lentz dan Kare Wanscher, dipastikan bakal memanjakan seluruh tamu dengan berbagai hits lawas juga lagu-lagu terbarunya.


Selain itu, dalam kesempatan kali ini, pengunjung dapat mengawali tahun 2015 dengan kebahagiaan dan keseruan yang tak terlupakan di salah satu indoor theme park terbesar di dunia, Trans Studio Bandung. Pada tanggal 2 Januari 2015, Michael Learns To Rock akan hadir untuk menghibur para pengunjung Trans Studio Bandung dalam sebuah konser bertema "A Symphony of New Year Celebration".


Dengan membayar tiket seharga nilai Rp.400.000 regular untuk kelas festival, pengunjung dapat menikmati seluruh permainan, parade dan pertunjukkan spesial hingga menonton konser Michael Learns To Rock.


Tersedia juga promo bundling ticket bersama voucher Pertamax senilai Rp.100.000 dan early bird dengan harga Rp.299.000 yang dapat dibeli melalui online www.dealgoing.com secara eksklusif.


DealGoing.com sendiri merupakan partner Trans Studio Bandung di bidang e-commerce yang dikenal dengan berbagai program dan penawaran diskon menarik di Indonesia.


DealGoing mengalami kenaikan transaksi hingga mencapai 13.000 voucher dalam satu minggu dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 milyar. Selain tiket masuk trans studio, Dealgoing juga telah berhasil menjual sebanyak 24 ribu lembar voucher pertamax hanya dalam waktu kurang dari satu jam.


Penulis: Feriawan Hidayat/FER


6:58 PM | 0 comments | Read More

Tiket Konser MLTR Bisa Dibeli Lewat Dealgoing


Jakarta - Tahun ini, The Trans Studio Bandung mengundang artis internasional untuk memeriahkan malam tahun baru 2, January 2015 yaitu Michael Learns To Rock.


Pastikan Anda menjadi salah satu tamu istimewa, dalam program pergantian tahun dalam konser "Michael Learns to Rock". Penampilan Jascha Richter, Mikkel Lentz dan Kare Wanscher, dipastikan bakal memanjakan seluruh tamu dengan berbagai hits lawas juga lagu-lagu terbarunya.


Selain itu, dalam kesempatan kali ini, pengunjung dapat mengawali tahun 2015 dengan kebahagiaan dan keseruan yang tak terlupakan di salah satu indoor theme park terbesar di dunia, Trans Studio Bandung. Pada tanggal 2 Januari 2015, Michael Learns To Rock akan hadir untuk menghibur para pengunjung Trans Studio Bandung dalam sebuah konser bertema "A Symphony of New Year Celebration".


Dengan membayar tiket seharga nilai Rp.400.000 regular untuk kelas festival, pengunjung dapat menikmati seluruh permainan, parade dan pertunjukkan spesial hingga menonton konser Michael Learns To Rock.


Tersedia juga promo bundling ticket bersama voucher Pertamax senilai Rp.100.000 dan early bird dengan harga Rp.299.000 yang dapat dibeli melalui online www.dealgoing.com secara eksklusif.


DealGoing.com sendiri merupakan partner Trans Studio Bandung di bidang e-commerce yang dikenal dengan berbagai program dan penawaran diskon menarik di Indonesia.


DealGoing mengalami kenaikan transaksi hingga mencapai 13.000 voucher dalam satu minggu dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 milyar. Selain tiket masuk trans studio, Dealgoing juga telah berhasil menjual sebanyak 24 ribu lembar voucher pertamax hanya dalam waktu kurang dari satu jam.


Penulis: Feriawan Hidayat/FER


6:23 PM | 0 comments | Read More

Pakai Baju Menerawang, Nikita Mirzani Bantah Lecehkan Pengadilan

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, December 18, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Artis Nikita Mirzani membantah melakukan pelecehan terhadap Pengadilan Agama Jakarta Selatan lantaran mengenakan pakaian menerawang saat menghadiri sidang cerainya.


"Aku enggak pernah bermaksud melecehkan pengadilan dengan sengaja menggunakan pakaian seksi dan celana yang tidak sopan. Jadi, itu unsur ketidak sengajaan saja, karena Niki habis pulang syuting dan langsung ke Pengadilan," kata Nikita di Jakarta, Kamis (18/12).


Lebih lanjut istri dari Sajad Ukra itu menjelaskan, insiden yang terjadi tersebut baru sekali dilakukan dan hal itu juga telah dijelaskannya saat bertemu dengan pihak Komisi Yudisial.


"Kan baru sekali Niki pakai baju yang seperti itu dan di dalam kemarin juga sudah langsung ditegur sama hakimnya. Dan, Niki berpakaian seperti itu juga setiap hari kok, biasanya Niki selalu pakai pakaian yang tertutup. Jadi, insiden itu hanya insidensial saja," ujarnya.


Kuasa hukum Nikita Mirzani, Irwan Sya'ban juga mengaku, ke depan akan memberikan saran terkait penggunaan pakaian yang pantas bila Nikita akan mendatangi pengadilan.


"Agar insiden kemarin tidak terulang lagi dikemudian hari," katanya.


Penulis: Chairul Fikri/FIR


6:58 PM | 0 comments | Read More

Pengalaman Tumor Payudara, Andien Lebih Bijak Atur Pola Makan


Jakarta - Pernah menderita tumor payudara saat masih duduk di bangku kelas dua SMA menjadi titik awal Andien dalam menjalani pola makan yang lebih sehat. Karena pada saat itu, penyanyi bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi tersebut mengaku tidak punya kebiasaan merokok, apalagi mengonsumsi alkohol. Makanya, ketika divonis menderita kanker payudara, ia mengaku sangat bingung.


"Saya itu dulunya termasuk orang yang jarang sakit, flu juga jarang banget. Tetapi tiba-tiba pas SMA kena tumor payudara. Padahal, saya enggak merokok maupun minum alkohol. Kata dokter, ini karena pola makan saya yang tidak sehat," kata Andien di acara bincang kesehatan dengan tema "Fit For The Finest" yang digelar Beritasatu Media Holding di Pasaraya Blok M, Jakarta, Kamis (18/12).


Sejak vonis itu, Andien mulai berusaha menjalankan pola makan sehat seperti yang dianjurkan dokter. "Setelah lulus SMA, saya juga mulai banyak terlibat dalam kegiatan sosial yang peduli dengan kesehatan payudara. Bahkan waktu kuliah, skripsi saya juga tentang kesehatan payudara," ujar penyanyi berusia 29 tahun tersebut.


Saat melakukan riset ke rumah sakit untuk keperluan skripsinya, Andien kembali diperlihatkan fakta, semakin banyak wanita muda yang sudah terserang kanker payudara, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun. "Dari situ aku mulai berusaha banget untuk bisa menjaga pola makan yang benar. Jadi kepikiran juga untuk selalu share cerita tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan payudara," ujar Andien.


Penulis: Herman/NAD


6:23 PM | 0 comments | Read More

Cerita Andien Izin Daur Ulang Lagu Ikonik 90an

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, December 17, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Album Let It Be My Way milik Andien dikerjakan hanya dalam waktu empat bulan. Enam dari sebelas lagu di album barunya merupakan lagu lawas yang kembali dinyanyikan ulang oleh Andien.


Dalam konferensi pers, Andien menjelaskan, perjuangannya untuk mendapatkan izin menyanyikan ulang lagu-lagu ikonik tahun '90an.


"Pada perjalanannya, para pencipta lagu yang lagunya aku daur ulang menyambut baik," kata Andien, Rabu (17/12).


Untuk lagu Astaga karangan James F Sondakh, Andien tidak mendapatkan kesulitan yang berarti. Saat meminta izin, Andien mengobrol selama empat jam dengan James, hingga akhirnya keluar izin untuk menyanyikan ulang lagu yang pernah dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya tersebut.


"Katanya untuk dapat izin dari Oom James F Sondakh ini susah. Tapi ternyata aku dipermudah. Ngobrolnya empat jam. Tapi aku banyak banget dapat ilmu dari beliau," kata Andien.


Lagu Rindu Ini yang pernah dipopulerkan grup vokal Warna juga dianggap sulit untuk mendapatkan izin dari sang pencipta, yang tak lain adalah Anang Hermansyah. Namun, Andien lagi-lagi beruntung karena Anang tidak mempersilit jalannya untuk menyanyikan lagi lagi ikonik itu.


"Aku lumayan ciut awalnya. Waktu proses album baru, tiba-tiba di satu acara, di backstage, aku tanya Mas Anang, dijawab, ya sudah enggak apa-apa," kenang Andien.


Sejak lama Andien ingin menyanyikan ulang lagu Jadikan Aku Pacarmu milik Sheila on 7. Tak perlu keringat untuk memegang izin untuk me-recycle lagu ini. Erros, pencipta lagu ini, menikah dengan keponakan Andien.


"Jadikan Aku Pacarmu ini enggak susah minta izinnya. Erros itu kawin sama keponakanku. Dia kasih izin dan malah dikasih lagu baru berjudul Dan di Radio," kata Andien.


Penyanyi Jazz Andien meluncurkan album keenamnya yang bertajuk Let It Be My Way. Di album ini, Andien menantang dirinya sendiri untuk melakukan eksplorasi terhadap genre musik di luar jazz.


Lagu-lagu lawas yang ada di album Andien di antaranya adalah Astaga yang pernah dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya, Jadikan Aku Pacarmu (Sheila On 7), Rindu Ini (Warna), Satu Yang Tidak Bisa Lepas (Reza), dan Kasih Putih (Glenn Freddly).


Selain enam lagu lama, terdapat lima lagu baru yang dikarang oleh musisi besar seperti Melly Goeslam dan Erros Sheila On 7, yaitu Let It Be My Way, Siapa, Dan di Radio, Masih Bebas, dan Sempurnalah Cinta.


Penulis: Rizky Amelia/EPR


6:58 PM | 0 comments | Read More

"Let It Be My Way", Album Pop Rasa Andien


Jakarta - Penyanyi Jazz Andien Aisyah meluncurkan album keenamnya, Let It Be My Way. Di album ini, Andien menantang dirinya sendiri untuk melakukan eksplorasi terhadap genre musik di luar jazz.


"Di album ini saya ingin persembahkan sesuatu yang berbeda dalam artian ingin keluar dari comfort zone saya. Orang selama ini kenal Andien identik dengan musik jazz. Di dua album sebelumnya sudah mulai berubah. Di album ini saya mau coba untuk melakukan lagu pop," kata Andien dalam peluncuran albumnya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).


Andien yang selama ini berkiblat pada musik lawas hingga musik tahun '90an ini harus mendengarkan lagu-lagu pop masa kini seperti Taylor Swift dan Katy Perry guna mendapatkan feel lagu pop.


Album ini dibuat Andien dalam waktu singkat, yaitu empat bulan. Tergolong cepat dikarenakan enam dari sepuluh lagu di album baru Andien merupakan lagu-lagu ikonik di tahun '90an.


Lagu-lagu lawas yang ada di album Andien di antaranya adalah Astaga yang pernah dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya, Jadikan Aku Pacarmu (Sheila On 7), Rindu Ini (Warna), Satu Yang Tidak Bisa Lepas (Reza), dan Kasih Putih (Glenn Freddly).


"Kenapa enam lagu recycle, karena menurut saya ini akan menjadi sesuatu yang lucu, baru, dan tantangan," kata Andien.


Menyanyikan lagu ikonik, menurut Andien bukanlah hal mudah. Karena Andien dituntut harus bisa menyanyikan dengan versinya sendiri. Akan tetapi, di sisi lain, mendaur ulang lagu lama, kata Andien membawa keuntungan berupa kemudahan diterima di pasar.


Selain enam lagu lama, terdapat lima lagu baru yang dikarang oleh musisi besar seperti Melly Goeslaw dan Erros Sheila On 7, yaitu Let It Be My Way, Siapa, Dan di Radio, Masih Bebas, dan Sempurnalah Cinta.


Penulis: Rizky Amelia/EPR


6:23 PM | 0 comments | Read More

Mediasi Gagal, Fairuz Ngotot Ingin Bercerai dari Galih Ginanjar

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, December 16, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Rumah tangga pasangan selebriti Fairuz A Rafiq dan Galih Ginanjar kini benar-benar berada diujung tanduk. Pasalnya mediasi keduanya diruangan sidang Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat berakhir pada kegagagalan. Putri musisi legendaris (alm) A Rafiq itupun tetap ngotot ingin bercerai dengan sang suami, Galih Ginanjar. Hal tersebut seperti diungkapkan kuasa hukum Fairuz, Toddy Laga Buana di Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat, Selasa (16/12).


"Sidang hari ini adalah membacakan hasil mediasi keduanya yang kami nilai gagal. Mbak Fairuz tetap berkeinginan berpisah dari suaminya Galih Ginanjar dan Fairuz juga menyampaikan agar perkaranya segera diputuskan. Karena Fairuz menilai rumah tangganya dengan Galih sudah tidak dapat lagi dipertahankan dengan alasan yang telah kita sampaikan kepada Majelis Hakim," ungkap Toddy.


Senada dengan Toddy, Kuasa hukum Fairuz lainnya, Sandy Arifin mengatakan bila mediasi yang dilakukan keduanya telah gagal, maka sidang kedepan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi baik dari pihak Fairuz maupun pihak Galih Ginanjar selaku tergugat.


"Untuk agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi dimana kita sepakat untuk menghadirkan kerabat masing-masing, selain kerabat, kita juga akan bawa sahabat dekat keduanya. Kalau Fairuz insyallah akan menghadirkan Kakak dan Adiknya yang akan bersaksi didepan Majelis Hakim," ungkap Sandy.


Lebih lanjut Sandy juga mengungkapkan bahwa kliennya mengatakan meski masih mencintai suaminya, namun ada hal yang prinsip yang membuat akhirnya Fairuz memutuskan untuk berpisah dengan Galih.


"Adalah hal prinsip yang sudah gak sejalan lagi. Fariuz sendiri bilang bahwa meski masih mencintai suaminya, namun mereka harus ambil keputusan itu. Dan Fairuz juga mengatakan dirinya tak pernah menyesal menikah dengan Galih karena itu bagian dari perjalanan hidup. Bila akhirnya kini harus berpisah ya mau bagaimana lagi. Yang pasti kenangan itu tak akan pernah terlupakan bagi Fairuz," tutur Sandy.


Fairuz yang diberondong pertanyaan tentang apa yang mendasari dirinya menggugat cerai Galih hanya bisa diam, namun Fairuz mengatakan bahwa dirinya kini telah siap bila nantinya keputusan hakim mengabulkan gugatannya perceraiannya.


"Yang pasti apapun yang terjadi aku harus hadapi, enggak ada masalah sama sekali. Kalaupun nantinya aku jadi Janda, Insyallah aku sudah siap," tutup Fairuz.


Fairuz sendiri resmi mendaftarkan gugatan cerainya di Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat pada 22 Oktober 2014 lalu yang diwaliki oleh kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Rumah tangga yang telah dibinanya dengan Galih Ginanjar selama 3,5 tahun ini telah menghasilkan seorang anak bernama King Faaz A Rafiq.


Penulis: Chairul Fikri/AF


6:58 PM | 0 comments | Read More

Lenny Kravitz Minta "Wine and Girls" pada Promotor


Jakarta - Dalam pelaksanaan sebuah konser adalah hal yang mahfum jika penyanyi meminta sejumlah hal spesifik kepada promotor. Demikian pula dengan Lenny Kravitz, yang akan menggelar konser perdananya di Indonesia pada 26 Maret 2015 di Istora Senayan.


Triadi Noor, Bisnis Manager Variant Entertainment, promotor yang mendatangkan Lenny mengungkapkan, rockstar tersebut telah memberikan daftar permintaan yang harus dipenuhi. Dalam daftar disebutkan pula wine and girls dalam permintaan.


"Ada tiga hingga empat lembar daftar permintaan. Di antaranya minuman alkohol kelas A, wine dan girls," kata Triadi dalam konferensi pers di Hard Rock Cafe Jakarta, Selasa (16/12).


Triadi enggan menjelaskan merek minuman yang diminta oleh pemeran China dalam film The Hunger Games itu.


Namun menurut Triadi, semua minuman dan wine yang diinginkan oleh Lenny tidak sulit diperoleh, karena sudah banyak toko duty free yang menjual minuman yang diinginkan Lenny.


Terkait perempuan, Triadi menjelaskan dakam setiap konser Lenny kerap mengajak penonton wanita untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama.


"Kalau kita lihat review tour-nya, dia selalu tarik dua wanita untuk nyanyi bareng di atas panggung," kata Triadi.


Konser "Lenny Kravitz Strut World Tour" akan digelar pada 26 Maret 2015 di Istora Senayan.


Dalam konser ini, Lenny akan membawakan lagu-kagu lawas. Konser yang berdurasi dua jam itu akan diisi 12 - 14 lagu yang hitsnya di tahun 80-an dan 90-an.


Lagu-lagu legendaris yang akan dibawakan Lenny adalah It Ain't Over Until It's Over, Are You Gonna Go My Way dan American Woman.


Dalam konser ini, Lenny juga akan membawa serta 26 orang tim. Tiga di antaranya adalah band, dimana anggotanya merupakan legenda di dunia musik, yaitu Craig Ross (gitar utama), Gail Ann Rose (bass) dan Cindy Blackman (drum) yang tak lain adalah istri dari gitaris Santana.


Tiket sudah bisa dibeli sejak Senin (15/12) melalui situs rajakarcis.com.


Untuk pembelian tiket pada periode 15 Desember hingga 5 Januari akan mendapatkan potongan harga yang bervariasi. Untuk early bird, tiket dipatok mulai dari Rp770 ribu hingga Rp3,8 juta.


Sementara pembelian setelah tanggal 5 Januari, tiket dibanderol seharga Rp990 ribu hingga Rp5,5 juta.


Penulis: Rizky Amelia/FAB


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger