Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Bambang Gentolet: Djudjuk Jadi Panutan di Srimulat

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, February 7, 2015 | 6:58 PM


Solo - Salah satu pelawak senior anggota Srimulat Bambang Gentolet (74) menyatakan, almarhumah Djudjuk Djuwariyah semasa hidupnya sosok seorang pemimpin yang menjadi panutan bagi anggota Grup Srimulat.


"Wafatnya Mbak Djudjuk bukan hanya kami yang merasa kehilangan seorang sosok komedian legendaris, tetapi saya kira secara nasional juga kehilangan primadona Srimulat itu," kata Bambang Gentolet, saat mengantarkan jenazah Djudjuk diperistirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum Astana Bonoloyo Solo, Sabtu (7/2) siang.


Ia menuturkan, yang sangat berkesan saat lawan main di grup Srimulat dengan Djudjuk, ketikan dirinya ditampar pipinya dua kali oleh almarhumah.


"Saya ditampar oleh Mbak Djudjuk sungguhan dan terasa sakit. Namun, saya tidak apa-apa itu, dalam banyolan Srimulat dan membuat penonton ketawa sehingga rasa sakit menjadi tidak terasa," ujarnya.


Hal tersebut juga dirasakan oleh pelawak senior asal Yogyakarta Marwoto Kawer dan Yati Pesek yang merasa kehilangan sosok Djudjuk.


"Mbak Djudjuk ini juga menjadi panutan pelawak juniornya, disiplin dan selalu konsisten dalam penampilan di grup Srimulat. Saya dulu pernah menjadi tamu istimewa di Srimulat saat di Surabaya," ucap Marwoto.


Almarhumah Djudjuk yang dilahirkan di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1947 pertama bergabung dengan Srimulat di Surabaya, 1968 sebagai penari. Almarhumah menikah dengan pendiri Srimulat, yakni Teguh Slamet Rahardjo pada 1970.


Almarhumah meninggalkan empat orang anak yakni Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Sintia Perdana serta sembilan cucu.


Penulis: /FIR


Sumber:Antara


6:58 PM | 0 comments | Read More

Bambang Gentolet: Djudjuk Jadi Panutan di Srimulat


Solo - Salah satu pelawak senior anggota Srimulat Bambang Gentolet (74) menyatakan, almarhumah Djudjuk Djuwariyah semasa hidupnya sosok seorang pemimpin yang menjadi panutan bagi anggota Grup Srimulat.


"Wafatnya Mbak Djudjuk bukan hanya kami yang merasa kehilangan seorang sosok komedian legendaris, tetapi saya kira secara nasional juga kehilangan primadona Srimulat itu," kata Bambang Gentolet, saat mengantarkan jenazah Djudjuk diperistirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum Astana Bonoloyo Solo, Sabtu (7/2) siang.


Ia menuturkan, yang sangat berkesan saat lawan main di grup Srimulat dengan Djudjuk, ketikan dirinya ditampar pipinya dua kali oleh almarhumah.


"Saya ditampar oleh Mbak Djudjuk sungguhan dan terasa sakit. Namun, saya tidak apa-apa itu, dalam banyolan Srimulat dan membuat penonton ketawa sehingga rasa sakit menjadi tidak terasa," ujarnya.


Hal tersebut juga dirasakan oleh pelawak senior asal Yogyakarta Marwoto Kawer dan Yati Pesek yang merasa kehilangan sosok Djudjuk.


"Mbak Djudjuk ini juga menjadi panutan pelawak juniornya, disiplin dan selalu konsisten dalam penampilan di grup Srimulat. Saya dulu pernah menjadi tamu istimewa di Srimulat saat di Surabaya," ucap Marwoto.


Almarhumah Djudjuk yang dilahirkan di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1947 pertama bergabung dengan Srimulat di Surabaya, 1968 sebagai penari. Almarhumah menikah dengan pendiri Srimulat, yakni Teguh Slamet Rahardjo pada 1970.


Almarhumah meninggalkan empat orang anak yakni Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Sintia Perdana serta sembilan cucu.


Penulis: /FIR


Sumber:Antara


6:23 PM | 0 comments | Read More

Sari Narulita Kenang Masa Lalu lewat "Road to Love"

Written By Luthfie fadhillah on Friday, February 6, 2015 | 6:58 PM


Jakarta - Karya kedua Sari Narulita yang menandai come back-nya ke dunia penulisan fiksi terwujud dalam novel berjudul Road to Love. Masih mengambil tema cinta, kali ini Sari menceritakan kehidupan percintaan Tara, seorang aktris yang berlatar di Moskwa, New York, dan Bali.


"Dalam Road to Love, pengalaman perjalanan saya ikut menginspirasi lokasi-lokasi perjalanan yang dilalui Tara," ujar Sari dalam peluncuran buku Road to Love, di Artotel Hotel, Jakarta, Jumat (6/2).


Pernah membintangi 36 judul film, menjadi bekal yang cukup baginya untuk dapat menggambarkan kehidupan seorang aktris. Selain itu, pengalamannya yang juga pernah menjadi seorang jurnalis memberinya banyak kesempatan hadir dalam berbagai acara dan menjelajahi berbagai negara. Ini menjadi bekalnya untuk mengembangkan imajinasi dalam berkarya.


"Dia punya kekuatan sebagai penulis senior yang berpengalaman. Ia juga selalu ikuti perkembangan zaman jadi generasi muda bisa paham maksud tulisannya. Yang utama adalah kekayaan setting dalam novelnya. Ia bisa jelaskan mengenai pekan film di Moskwa. Tidak semua orang bisa melakukannya. Ini karena pengalamannya sebagai bintang film," ujar penulis novel, Andrei Aksana, yang menjadi salah satu pembicara dalam peluncuran buku Road to Love.


Diakui Sari, meski punya bekal pengalaman menjadi aktris, dalam menulis ia kerap membutuhkan suasana yang mendukung untuk mendapat inspirasi. Baginya suasana dapat mendukung kelancaran proses penulisan novelnya.


"Saya selalu cari suasana yang indah. Tujuannya supaya dapat inspirasi. Kurang lebih dua bulan saya mengerjakan novel ini," ujar Sari.


Selain Andrei Aksana, hadir dalam peluncuran buku ini sebagai pembicara, aktris Feby Febiola dan pemimpin redaksi majalah Esquire Indonesia, Dwi Sutarjantono.


Bagi Feby yang juga menekuni dunia aktris, novel Road to Love ini cukup mewakili kehidupannya. Selain itu ia juga menganggap novel ini dapat dijadikan oleh pria sebagai panduan cara memahami wanita.


"Sebagian besar kejadian di novel ini juga pernah saya alami. Cukup mewakili peran seorang aktris. Novel ini juga merupakan cara mudah untuk memahami wanita," ujar Feby Febiola.


Senada dengan yang diungkapkan Feby, Dwi Sutarjantono juga berpendapat bahwa novel ini cocok diberikan kepada pria agar lebih mengerti wanita. Baginya banyak kebiasaan-kebiasaan wanita yang tak mudah dipahami oleh pria tergambar dalam novel ini.


"Saya sudah baca dua kali. Menurut saya pria bisa belajar cara memahami wanita. Banyak ucapan wanita yang justru sebenarnya berlawanan artinya dengan yang mereka ucapkan. Semua itu tergambar lewat novel ini," ujar Dwi.


Sebelumnya, pada pertengahan 2014, Sari lebih dulu menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Damn! Lebih Indah dari Cinta. Berbeda dengan novel sebelumnya, pada novel terbarunya ini ia fokus menceritakan satu kisah seorang perempuan yang menemukan cinta di tiga kota di belahan bumi yang berbeda.


Novel setebal 224 halaman ini ini bisa didapatkan dengan harga Rp 50.000 di toko-toko buku terkemuka.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


6:58 PM | 0 comments | Read More

Warna Baru, Alasan Yovie Widianto Bentuk 5 Romeo

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, February 5, 2015 | 6:58 PM


Jakarta - Yovie Widianto merasa jumlah grup vokal laki-laki di Indonesia masih sedikit. Sebab itu, pada Februari 2012 ia  membentuk grup vokal laki-laki bernama 5 Romeo yang menonjolkan kualitas suara dari kelima personelnya.


"Mas Yovie merasa saat ini grup vokal laki-laki sangat jarang, bahkan hampir tidak ada di Indonesia. Kalau dulu ada banyak pilihan, seperti Trio Libels dan lainnya," kata Patudu SH Manik, salah satu personel 5 Romeo di Jakarta, Kamis (5/2).


Menurut Patudu, saat ini lebih banyak konsep boyband dan band yang diusung. Yovie ingin menambah warna baru di industri musik Indonesia.


"Mas Yovie terinspirasi David Fosters and Friends saat konser di Indonesia. Dengan begitu, ia mengatakan akan menjadi pionir grup vokal laki-laki dengan menonjolkan kualitas suara," katanya.


Patudu dan keempat personel lainnya, yakni Hendra Purnanto, Adhura Fajar Maulana, Gusty Pratama, dan Rizky Pratama Putra, juga berharap setelah mereka akan banyak grup vokal serupa yang lahir.


"Sebelum terbentuk, kami berlima harus melalui tiga tahapan proses audisi dengan kandidat sekitar 200 orang dari seluruh Indonesia," ceritanya.


Dilanjutkannya, tahapan pertama adalah dengan mengirimkan sampel suara via email, kemudian yang lolos akan dites menyanyi langsung di hadapan Yovie. Tahapan ketiga adalah menyanyikan lagu yang baru saja dibuat Mas Yovie hari itu juga.


"Proses penyaringan memakan waktu sekitar satu tahun. Akhirnya terpilih lima orang dengan warna suara berbeda, tetapi bisa menjadi satu kesatuan," tutur Patudu.


Grup vokal 5 Romeo direncanakan akan merilis album pertama yang diproduseri Yovie tahun ini di bawah label Universal. Pada album pertama berisi lagu-lagi ciptaan Yovie, termasuk lagu remake dari Kahitna yang berjudul Cantik.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


6:58 PM | 0 comments | Read More

Warna Baru, Alasan Yovie Widianto Bentuk 5 Romeo


Jakarta - Yovie Widianto merasa jumlah grup vokal laki-laki di Indonesia masih sedikit. Sebab itu, pada Februari 2012 ia  membentuk grup vokal laki-laki bernama 5 Romeo yang menonjolkan kualitas suara dari kelima personelnya.


"Mas Yovie merasa saat ini grup vokal laki-laki sangat jarang, bahkan hampir tidak ada di Indonesia. Kalau dulu ada banyak pilihan, seperti Trio Libels dan lainnya," kata Patudu SH Manik, salah satu personel 5 Romeo di Jakarta, Kamis (5/2).


Menurut Patudu, saat ini lebih banyak konsep boyband dan band yang diusung. Yovie ingin menambah warna baru di industri musik Indonesia.


"Mas Yovie terinspirasi David Fosters and Friends saat konser di Indonesia. Dengan begitu, ia mengatakan akan menjadi pionir grup vokal laki-laki dengan menonjolkan kualitas suara," katanya.


Patudu dan keempat personel lainnya, yakni Hendra Purnanto, Adhura Fajar Maulana, Gusty Pratama, dan Rizky Pratama Putra, juga berharap setelah mereka akan banyak grup vokal serupa yang lahir.


"Sebelum terbentuk, kami berlima harus melalui tiga tahapan proses audisi dengan kandidat sekitar 200 orang dari seluruh Indonesia," ceritanya.


Dilanjutkannya, tahapan pertama adalah dengan mengirimkan sampel suara via email, kemudian yang lolos akan dites menyanyi langsung di hadapan Yovie. Tahapan ketiga adalah menyanyikan lagu yang baru saja dibuat Mas Yovie hari itu juga.


"Proses penyaringan memakan waktu sekitar satu tahun. Akhirnya terpilih lima orang dengan warna suara berbeda, tetapi bisa menjadi satu kesatuan," tutur Patudu.


Grup vokal 5 Romeo direncanakan akan merilis album pertama yang diproduseri Yovie tahun ini di bawah label Universal. Pada album pertama berisi lagu-lagi ciptaan Yovie, termasuk lagu remake dari Kahitna yang berjudul Cantik.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


6:23 PM | 0 comments | Read More

Dewan Kesenian Balikpapan Bakal Gelar "Kampoeng Seni 2015"

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, February 4, 2015 | 6:58 PM


Balikpapan - Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) memeriahkan Hari Jadi ke 118 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari, dengan menggelar acara seni dan budaya bertajuk "Kampoeng Seni 2015".


"Acara yang bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Balikpapan itu akan dibuka Minggu (15/2) sekitar pukul 10.00 Wita hingga selesai," kata Ketua Panitia Pelaksana acara tersebut Teguh Suwito di Balikpapan, Rabu (4/2).


Ia mengatakan pergelaran tersebut untuk memperkenalkan beragam kesenian daerah yang ada di Kota Balikpapan kepada masyarakat luas.


"Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan seni budaya Bangsa Indonesia agar nantinya tidak punah dan dicaplok serta diakui oleh bangsa luar sebagai kesenian milik mereka," kata Teguh.


Adapun kegiatan yang akan ditampilkan pada kegiatan tersebut, antara lain pergelaran tarian Hudoq dan Barong Sai, kesenian tradisional Kuda Lumping dan Reog.


Selain itu, akan digelar Festival Band se-Kalimantan Timur, lomba baca puisi tingkat SMP dan SMA, lomba melukis dan mewarnai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.


Penulis: /LIS


Sumber:Antara


6:58 PM | 0 comments | Read More

Dewan Kesenian Balikpapan Bakal Gelar "Kampoeng Seni 2015"


Balikpapan - Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) memeriahkan Hari Jadi ke 118 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari, dengan menggelar acara seni dan budaya bertajuk "Kampoeng Seni 2015".


"Acara yang bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Balikpapan itu akan dibuka Minggu (15/2) sekitar pukul 10.00 Wita hingga selesai," kata Ketua Panitia Pelaksana acara tersebut Teguh Suwito di Balikpapan, Rabu (4/2).


Ia mengatakan pergelaran tersebut untuk memperkenalkan beragam kesenian daerah yang ada di Kota Balikpapan kepada masyarakat luas.


"Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan seni budaya Bangsa Indonesia agar nantinya tidak punah dan dicaplok serta diakui oleh bangsa luar sebagai kesenian milik mereka," kata Teguh.


Adapun kegiatan yang akan ditampilkan pada kegiatan tersebut, antara lain pergelaran tarian Hudoq dan Barong Sai, kesenian tradisional Kuda Lumping dan Reog.


Selain itu, akan digelar Festival Band se-Kalimantan Timur, lomba baca puisi tingkat SMP dan SMA, lomba melukis dan mewarnai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.


Penulis: /LIS


Sumber:Antara


6:23 PM | 0 comments | Read More

Djarot Minta Java Jazz Tak Vulgar Pasang Iklan Rokok

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, February 3, 2015 | 6:58 PM


Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta panitia pelaksana Java Jazz untuk tidak memasang iklan rokok terlalu vulgar. Meski, panitia perhelatan musik jazz ini masih menerima iklan rokok dalam sponsorship mereka.


"Saya enggak tahu iklan rokoknya seperti apa. Itu mereka yang urus. Tapi saya minta enggak secara vulgar dipasangnya," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (3/2).


Karena tidak bisa memasang iklan rokok secara besar-besaran, maka Pemprov DKI memberikan kompensasi kepada pihak penyelenggara Java Jazz yaitu diberikan keringanan pajak bagi penyelenggaraan musik jenis jazz yang akan digelar pada 6-8 Maret 2015 di Area Jakarta International Expo (JIExpo).


"Dukungan kami, mereka minta keringanan pajak, kita akan kaji. Sesuai dengan permintaan mereka, tapi kita akan kaji betul. Sebab sekarang kan tidak boleh memakai sponsor rokok secara vulgar. Dulu kan rokok sponsornya, sekarang tetap rokok tapi enggak secara vulgar," paparnya.


Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan bila penyelenggara Java Jazz tidak diberikan keringanan pajak, maka perhelatan musik yang mengumpulkan musisi dari dunia Internasional ini akan mati.


Harga tiket Java Jazz untuk daily pass sebesar Rp 440.000 per hari. Harga tiket untuk tiga hari pertunjukan sebesar Rp 1 juta.


"Kalau enggak diberi keringanan pajak, ya mati dong. Tiket mahal? Masa? Kata mereka enggak lebih Rp 500.000. Mereka hitung biaya penyelenggaraan mereka itu sebagian kecil sponsor, tiket berapa dan lebih bayak mereka kasih subsidi, begitu katanya," ujar Djarot.


Selain itu, Djarot meminta kepada pihak penyelenggara musik jazz tahunan ini untuk mengembangkan industri kreatif musik Jazz dan musik tanah air.


"Saya minta mereka mengorbitkan grup jazz anak muda yang baru-baru. Dan, kalau bisa mendunia. Bagaimana pun Jakarta adalah kota yang kita arahkan untuk mendukukung industri kreatif, termasuk industri musik," tukasnya.


Penulis: Lenny Tristia Tambun/AF


6:58 PM | 0 comments | Read More

Djarot Minta Java Jazz Tak Vulgar Pasang Iklan Rokok


Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta panitia pelaksana Java Jazz untuk tidak memasang iklan rokok terlalu vulgar. Meski, panitia perhelatan musik jazz ini masih menerima iklan rokok dalam sponsorship mereka.


"Saya enggak tahu iklan rokoknya seperti apa. Itu mereka yang urus. Tapi saya minta enggak secara vulgar dipasangnya," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (3/2).


Karena tidak bisa memasang iklan rokok secara besar-besaran, maka Pemprov DKI memberikan kompensasi kepada pihak penyelenggara Java Jazz yaitu diberikan keringanan pajak bagi penyelenggaraan musik jenis jazz yang akan digelar pada 6-8 Maret 2015 di Area Jakarta International Expo (JIExpo).


"Dukungan kami, mereka minta keringanan pajak, kita akan kaji. Sesuai dengan permintaan mereka, tapi kita akan kaji betul. Sebab sekarang kan tidak boleh memakai sponsor rokok secara vulgar. Dulu kan rokok sponsornya, sekarang tetap rokok tapi enggak secara vulgar," paparnya.


Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan bila penyelenggara Java Jazz tidak diberikan keringanan pajak, maka perhelatan musik yang mengumpulkan musisi dari dunia Internasional ini akan mati.


Harga tiket Java Jazz untuk daily pass sebesar Rp 440.000 per hari. Harga tiket untuk tiga hari pertunjukan sebesar Rp 1 juta.


"Kalau enggak diberi keringanan pajak, ya mati dong. Tiket mahal? Masa? Kata mereka enggak lebih Rp 500.000. Mereka hitung biaya penyelenggaraan mereka itu sebagian kecil sponsor, tiket berapa dan lebih bayak mereka kasih subsidi, begitu katanya," ujar Djarot.


Selain itu, Djarot meminta kepada pihak penyelenggara musik jazz tahunan ini untuk mengembangkan industri kreatif musik Jazz dan musik tanah air.


"Saya minta mereka mengorbitkan grup jazz anak muda yang baru-baru. Dan, kalau bisa mendunia. Bagaimana pun Jakarta adalah kota yang kita arahkan untuk mendukukung industri kreatif, termasuk industri musik," tukasnya.


Penulis: Lenny Tristia Tambun/AF


6:23 PM | 0 comments | Read More

Pengacara: Sejak Direhabilitasi, Tessy Jadi Mudah Marah

Written By Luthfie fadhillah on Monday, February 2, 2015 | 6:58 PM


Jakarta - Kasus narkoba yang sedang dihadapi komedian Tessy "Srimulat" membuatnya harus menghuni pusat rehabilitasi narkoba di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Kenyataan ini membuatnya sulit untuk bersikap biasa.


"Saya beberapa kali ngobrol dengan beliau. Saat saya tanya apa yang jadi keinginannya sekarang, beliau selalu jawab cuma punya satu keinginan, yakni 'Aku mau pulang'. Saya juga berusaha kuatkan Mas Tessy untuk selalu bersabar menghadapi hal ini, sambil menunggu proses penyidikannya selesai," ujar pengacara Tessy, Taufik Husni, saat dihubungi melalui telepon, Senin (2/2).


Dilanjutkan Taufik, kondisi Tessy selama menghuni panti rehabilitasi Lido cukup baik. Meski diakuinya, Tessy saat ini jadi pendiam dan sering marah-marah. "Secara kondisi fisik, beliau sehat. Namun, saat ini beliau jadi pendiam dan mudah tersinggung. Beliau mudah marah sekarang. Terkadang, saat istrinya datang, dia jadi marah-marah," tuturnya.


Dituturkan pula, selama menjalani proses rehabilitasi tak banyak teman yang dimiliki oleh komedian senior di grup lawak Srimulat itu. "Beliau cenderung menyendiri, belum mau bergaul, mudah tersinggung. Kalaupun ada, yang diajak bicara hanya beberapa, kayak artis Roger Danuarta yang kini juga lagi menghuni panti rehabilitasi. Roger memang menemani Mas Tessy sejak awal Mas Tessy masuk ke panti rehabilitasi," tutupnya.


Tessy harus mendekam di panti rehabilitasi Lido, Sukabumi usai ditangkap Polisi pada 23 Oktober 2014 yang lalu. Dari tangan Tessy, polisi menyita 1,06 gram barang bukti narkoba jenis sabu. Saat ditangkap, Tessy sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih toilet meski akhirnya ketahuan dan sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lalu dipindahkan ke Panti rehabilitasi di Lido, Sukabumi.


Penulis: Chairul Fikri/NAD


6:58 PM | 0 comments | Read More

Pengacara: Sejak Direhabilitasi, Tessy Jadi Mudah Marah


Jakarta - Kasus narkoba yang sedang dihadapi komedian Tessy "Srimulat" membuatnya harus menghuni pusat rehabilitasi narkoba di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Kenyataan ini membuatnya sulit untuk bersikap biasa.


"Saya beberapa kali ngobrol dengan beliau. Saat saya tanya apa yang jadi keinginannya sekarang, beliau selalu jawab cuma punya satu keinginan, yakni 'Aku mau pulang'. Saya juga berusaha kuatkan Mas Tessy untuk selalu bersabar menghadapi hal ini, sambil menunggu proses penyidikannya selesai," ujar pengacara Tessy, Taufik Husni, saat dihubungi melalui telepon, Senin (2/2).


Dilanjutkan Taufik, kondisi Tessy selama menghuni panti rehabilitasi Lido cukup baik. Meski diakuinya, Tessy saat ini jadi pendiam dan sering marah-marah. "Secara kondisi fisik, beliau sehat. Namun, saat ini beliau jadi pendiam dan mudah tersinggung. Beliau mudah marah sekarang. Terkadang, saat istrinya datang, dia jadi marah-marah," tuturnya.


Dituturkan pula, selama menjalani proses rehabilitasi tak banyak teman yang dimiliki oleh komedian senior di grup lawak Srimulat itu. "Beliau cenderung menyendiri, belum mau bergaul, mudah tersinggung. Kalaupun ada, yang diajak bicara hanya beberapa, kayak artis Roger Danuarta yang kini juga lagi menghuni panti rehabilitasi. Roger memang menemani Mas Tessy sejak awal Mas Tessy masuk ke panti rehabilitasi," tutupnya.


Tessy harus mendekam di panti rehabilitasi Lido, Sukabumi usai ditangkap Polisi pada 23 Oktober 2014 yang lalu. Dari tangan Tessy, polisi menyita 1,06 gram barang bukti narkoba jenis sabu. Saat ditangkap, Tessy sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih toilet meski akhirnya ketahuan dan sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lalu dipindahkan ke Panti rehabilitasi di Lido, Sukabumi.


Penulis: Chairul Fikri/NAD


6:23 PM | 0 comments | Read More

Tarian "Soundtrack" Ufa Sofura dalam "Cerita Cinta Dance Cinema"

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, February 1, 2015 | 6:58 PM


Jakarta - Terinspirasi dari soundtrack film-film fenomenal Indonesia, Ufa Sofura seorang penari dan koreografer memadukan tarian melalui pertunjukan bertajuk Cerita Cinta Dance Cinema di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2).


Tarian dapat menginterpretasikan suatu situasi, bahkan soundtrack film sekalipun bisa menjadi ide untuk seseorang menciptakan tarian. Dengan film ber-genre drama atau drama percintaan, Ufa menghadirkan tari-tarian indah bertemakan cinta.


Cinta di sini bukan hanya sekedar cinta sepasang kekasih pada umumnya, tetapi juga meliputi cinta agama, cinta keluarga, cinta sekolah, cinta persahabatan, cinta bangsa dan juga cinta budaya.


Ufa Sofura berkolaborasi dengan penari-penari dari berbagai manajemen dan sekolah tari di Jakarta, meliputi Gigi Art of Dance, MOU, P7 Crew, USDC, Alpha Plus, Interlude, Steps Dance Academy, dan Forever Dance Crew. Mereka semua digabungkan agar dapat menjalin kerja sama dan saling memotivasi antara sesama manajemen tari yang cukup berperan di industri tari.


Pertunjukan berdurasi 40 menit ini dibuka dengan tarian lagu Jagoan dari film Petualangan Sherina yang ditampilkan oleh tiga penari wanita dan tiga penari pria, lengkap dengan kostum seragam SD serta tas sekolahnya.


Kemudian dihadirkan juga tarian lagu Di Mana Malumu yang ditampilkan oleh lima wanita, sesuai dengan tokoh-tokoh yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta.


Selain itu, Ufa dan Collaboration of Dancers juga menyuguhkan tari-tarian dari lagu seperti Jalan Cinta dari film Ayat Ayat Cinta, Merpati yang Terluka dari film 7hari/24jam, Cinta Sejati dari film Habibi Ainun, dan Mengejar Matahari dari film Mengejar Matahari.


Selain itu, juga Cinta Terlarang dari film Arisan, Instrumen Betawi dari film Ca Bau Kan, Instrumen Jawa dari film Sang Penari, Gie dari film Gie, Indonesia Tanah Air Beta dari film Soekarno, dan Laskar Pelangi dari film Laskar Pelangi.


“Saya sangat antusias sekali menggabungkan beberapa komunitas tari Indonesia. Saya harap kami dapat terus bersatu memajukan dan mengembangkan seni tari di Indonesia. Semoga para penonton dapat terhanyut ke dalam gerak tarian yang menggambarkan arti lagu, “ ujar Ufa Sofura.


Dari sekedar hobi sewaktu sekolah hingga memulai menjadi penari industri di tahun 2007 hingga saat ini, Ufa Sofura sudah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai Best Dancer.


Ufa juga berpengalaman dalam menari untuk beberapa acara dan pertunjukan seperti menari untuk misi budaya di Amerika dan berbagai pertunjukan musikal. Ia juga mendapat beasiswa dari Shine with Charm untuk mengikuti workshop tari intensif Urban Dance Camp di Lörrach, Germany.


Kegiatannya saat ini adalah mengajar di Gigi Art of Dance sebagai pengajar tetap dan menjadi freelance choreographer di berbagai acara.


Penulis: Eko Priyatmono/EPR


Sumber:PR


6:58 PM | 0 comments | Read More

Tarian "Soundtrack" Ufa Sofura dalam "Cerita Cinta Dance Cinema"


Jakarta - Terinspirasi dari soundtrack film-film fenomenal Indonesia, Ufa Sofura seorang penari dan koreografer memadukan tarian melalui pertunjukan bertajuk Cerita Cinta Dance Cinema di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2).


Tarian dapat menginterpretasikan suatu situasi, bahkan soundtrack film sekalipun bisa menjadi ide untuk seseorang menciptakan tarian. Dengan film ber-genre drama atau drama percintaan, Ufa menghadirkan tari-tarian indah bertemakan cinta.


Cinta di sini bukan hanya sekedar cinta sepasang kekasih pada umumnya, tetapi juga meliputi cinta agama, cinta keluarga, cinta sekolah, cinta persahabatan, cinta bangsa dan juga cinta budaya.


Ufa Sofura berkolaborasi dengan penari-penari dari berbagai manajemen dan sekolah tari di Jakarta, meliputi Gigi Art of Dance, MOU, P7 Crew, USDC, Alpha Plus, Interlude, Steps Dance Academy, dan Forever Dance Crew. Mereka semua digabungkan agar dapat menjalin kerja sama dan saling memotivasi antara sesama manajemen tari yang cukup berperan di industri tari.


Pertunjukan berdurasi 40 menit ini dibuka dengan tarian lagu Jagoan dari film Petualangan Sherina yang ditampilkan oleh tiga penari wanita dan tiga penari pria, lengkap dengan kostum seragam SD serta tas sekolahnya.


Kemudian dihadirkan juga tarian lagu Di Mana Malumu yang ditampilkan oleh lima wanita, sesuai dengan tokoh-tokoh yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta.


Selain itu, Ufa dan Collaboration of Dancers juga menyuguhkan tari-tarian dari lagu seperti Jalan Cinta dari film Ayat Ayat Cinta, Merpati yang Terluka dari film 7hari/24jam, Cinta Sejati dari film Habibi Ainun, dan Mengejar Matahari dari film Mengejar Matahari.


Selain itu, juga Cinta Terlarang dari film Arisan, Instrumen Betawi dari film Ca Bau Kan, Instrumen Jawa dari film Sang Penari, Gie dari film Gie, Indonesia Tanah Air Beta dari film Soekarno, dan Laskar Pelangi dari film Laskar Pelangi.


“Saya sangat antusias sekali menggabungkan beberapa komunitas tari Indonesia. Saya harap kami dapat terus bersatu memajukan dan mengembangkan seni tari di Indonesia. Semoga para penonton dapat terhanyut ke dalam gerak tarian yang menggambarkan arti lagu, “ ujar Ufa Sofura.


Dari sekedar hobi sewaktu sekolah hingga memulai menjadi penari industri di tahun 2007 hingga saat ini, Ufa Sofura sudah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai Best Dancer.


Ufa juga berpengalaman dalam menari untuk beberapa acara dan pertunjukan seperti menari untuk misi budaya di Amerika dan berbagai pertunjukan musikal. Ia juga mendapat beasiswa dari Shine with Charm untuk mengikuti workshop tari intensif Urban Dance Camp di Lörrach, Germany.


Kegiatannya saat ini adalah mengajar di Gigi Art of Dance sebagai pengajar tetap dan menjadi freelance choreographer di berbagai acara.


Penulis: Eko Priyatmono/EPR


Sumber:PR


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger