Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Desember, KIX Sajikan Tayangan Laga Dibintangi Perempuan Cantik Asia dan Hollywood

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, December 6, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Mulai hari Rabu (3/12) hingga (31/12) penuh, setiap pukul 21.00 WIB, saluran televisi berbayar KIX akan menyajikan aksi perempuan-perempuan pemberani lewat program “Action Babes Month”. Tayangan-tayangan ini akan mengedepankan perempuan-perempuan seksi dari Hollywood dan Asia, seperti Michelle Rodriguez, Angelababy, Shin Se-kyung, Angelina Jolie, Han Groo, Song Ga-Yeon, dan Lucy Liu.


Tayangan pertama, pada hari Rabu (3/12) adalah Girlfight, yang dibintangi Michelle Rodriguez. Kemudian dilanjutkan dengan aksi aktris cantik Hong Kong, Angelababy, dalam film Crimes of Passion yang tayang perdana pada hari Rabu (10/12). Diikuti dengan film Korea, Hindsight yang dibintangi oleh Shin Se-kyung, berkisah tentang hitwoman yang menyimpan rahasia gelap berjuang untuk memilih perasaan cinta atau pengkhianatan yang disasarkan pada pensiunan bos mafia nya tayang perdana Rabu (17/12).


KIX juga akan menghadirkan film aksi thriller Korea yang dikemas dalam miniserial, Girl Killer K. Miniserial ini menceritakan seorang pelajar SMA yang bergabung dalam organisasi rahasia untuk menjadi pembunuh terlatih setelah ibunya dibunuh secara sadis. Diperankan oleh Han Groo, aktris dan penyanyi Korea berparas cantik yang baru memulai debut aktingnya ketika ia mendapatkan peran utama dalam film ini.


Tayang perdana hari Kamis (19/12) pukul 21.00. KIX juga mengajak pemirsa mengingat kembali aksi berkilau arkeolog seksi nan pemberani Lara Croft diperankan oleh Angelina Jolie. Dalam film Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life, diceritakan, perjalanan Lara menemukan sebuah bola matahari penting yang jatuh ke tangan ilmuwan jahat. Tayang perdana di KIX pada Rabu (24/12), pukul 21.00 WIB.


Masih menemani libur natal para pecinta aksi laga, KIX menayangkan acara olahraga MMA terkenal di Asia dan Korea Selatan, ROAD FC dengan menampilkan petarung muda cantik namun mematikan, Song Ga-Yeon. Tayangan ini akan memamerkan aksi tendangan brutalnya yang membuat banyak orang terkesima. Aksi pertempuran bintang SBS Roommate, Song Ga-Yeon ini juga disaksikan oleh bintang Roomate lainnya termasuk Lee Dong-wook, Nana (After School) dan Jo Se-ho yang ikut hadir menyaksikan pertandingannya tayang perdana Jumat (26/12) pukul 22.00 WIB.


Ditutup dengan tayangan malam tahun baru, pemirsa dapat menyaksikan film thriller supernatural Rise: Blood Hunter, bercerita tentang seorang reporter wanita yang terbangun di kamar mayat. Ia bersumpah akan membalas dendam melawan sekte yang meletakkannya di sana dan memburu mereka semua. Diperankan oleh aktris dan model Amerika terkenal, Lucy Liu, film ini tayang perdana di televisi hari Rabu (31/12) pukul 21.00 WIB.


Saksikan keseruan dan bakat aksi laga mereka tayang perdana dan eksklusif mulai hari Rabu, 3-31 Desember jam 21.00 WIB di KIX. KIX tersedia di Aora TV (Ch. 427), Indovision (Ch. 161), Matrix (Ch. 13), OkeVision (Ch. 25), Skynindo (Ch. 30), Transvision (Ch. 507), YesTV (Ch. 506), K-Vision (Ch. 28), OrangeTV (Ch. 214), UTV (Ch. 579).


Penulis: Nadia Felicia/NAD


Sumber:PR


6:58 PM | 0 comments | Read More

Daftar Nomine Grammy Awards 2015


Amerika Serikat - Pada hari Jumat (5/12) waktu setempat, lembaga The Recording Academy mengumumkan sebagian daftar nomine ajang penghargaan tertinggi insan permusikan, 57th Grammy Awards. Hari ini, Sabtu (6/12) daftar tersebut dilengkapi dengan diumumkannya nomine-nomine kategori paling ditunggu, yakni Album of the Year. Berikut ini sebagian daftar nomine ajang tersebut:


Album of the Year
"Morning Phase" by Beck
"Beyoncé" by Beyoncé
"x" by Ed Sheeran
"In the Lonely Hour" by Sam Smith
"Girl" by Pharrell Williams


Record of the Year
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" (Darkchild Version) by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"All About That Bass" by Meghan Trainor


Song of the Year
"All About That Bass" by Meghan Trainor
"Chandelier" by Sia
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Stay With Me" (Darkchild version) by Sam Smith
"Take Me To Church" by Hozier


Best Country Album
"Riser" by Dierks Bentley
"The Outsiders" by Eric Church
"12 Stories" by Brandy Clark
"Platinum" by Miranda Lambert
"The Way I'm Livin'" by Lee Ann Womack


Best Pop Vocal Album
"Ghost Stories" by Coldplay
"Bangerz" by Miley Cyrus
"My Everything" by Ariana Grande
"Prism" by Katy Perry
"X" by Ed Sheeran
"In The Lonely Hour" by Sam Smith


Best Urban Contemporary Album
"Sail Out" by Jhené Aiko
"Beyonce" by Beyonce
"X" by Chris Brown
"Mali Is" by Mali Music
"Girl" by Pharrell Williams


Best Pop Solo Performance
"All of Me" by John Legend
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Happy" by Pharrell Williams


Best Rock Song
"Ain't it Fun" by Paramore
"Blue Moon" by Beck
"Fever" by The Black Keys
"Gimme Something Good" by Ryan Adams
"Lazareto" by Jack White


Best Rock Album
"Ryan Adams" by Ryan Adams
"Morning Phase" by Beck
"Turn Blue" by the Black Keys
"Hypnotic Eye" by Tom Petty and the Heartbreakers
"Songs of Innocence" by U2


Best New Artist
Iggy Azalea
Bastille
Brandy Clark
Haim
Sam Smith


Best Country Song
"American Kids" by Kenny Chesney
"Automatic" by Miranda Lambert
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"I'm Not Going To Miss You" by Glen Campbell
"Meanwhile Back At Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill


Best Traditional Pop Vocal Album
"Cheek to Cheek" by Tony Bennett and Lady Gaga
"Nostalgia" by Annie Lennox
"Night Songs" by Barry Manilow
"Sending You A Little Christmas" by Johnny Mathis
"Partners by Barbra Streisand" with Various Artists


Best Rap Performance
"3005" by Childish Gambino
"0-100" by Drake
"Rap God" by Eminem
"i" by Kendrick Lamar
"All I Need Is You" by Lecrae


Best Rap Song
"Anaconda" by Nicki Minaj
"Bound 2" by Kanye West
"i" by Kendrick Lamar
"We Dem Boyz" by Wiz Khalifa
"0-100" by Drake


Best Alternative Music Album
"This Is All Yours" by Alt-J
"Reflektor" by Arcade Fire
"Melophobia" by Cage The Elephant
"St. Vincent" by St. Vincent
"Lazaretto" by Jack White


Best Rap Album
"The Marshall Mathers LP 2" by Eminem
"The New Classic" by Iggy Azalea
"Because The Internet" by Childish Gambino
"Nobody's Smiling" by Common
"Oxymoron" by Schoolboy Q
"Black Hollywood" by Wiz Khalifa


Best Country Solo Performance
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"Invisible" by Hunter Hayes
"Automatic" by Miranda Lambert
"Something In The Water" by Carrie Underwood
"Cop Car" by Keith Urban


Best Pop Duo/Group Performance
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"A Sky Full of Stars" by Coldplay
"Say Something" by A Great Big World ft. Christina Aguilera
"Bang Bang" by Jessie J, Ariana Grande and Nicki Minaj
"Dark Horse" by Katy Perry ft. Juicy J


Best Music Video
"We Exist" by Arcade Fire
"Turn Down For What" by DJ Snake and Lil Jon
"Chandelier" by Sia
"Happy" by Pharrell Williams
"The Golden Age" by Woodkid ft. Max Richter


Best Spoken Word Album
"Diary of A Mad Diva" by Joan Rivers
"Actors Anonymous" by James Franco
"A Call To Action" by Jimmy Carter
"Carsick: John Waters Hitchhikes Across America" by John Waters
"A Fighting Chance" by Elizabeth Warren
"We Will Survive: True Stories of Encouragement, Inspiration and the Power of Song" by Gloria Gaynor


Best Dance Recording
"Never Say Never" by The Basement Jaxx
"Rather Be" by Clean Bandit ft. Jess Glynne
"F For You" by Disclosure ft. Mary J. Blije
"I Got U" by Duke Dumont ft. Jax Jones
"Faded" by Zhu


Best Country Duo/ Group Performance
"Gentle On My Mind" by The Band Perry
"Somethin' Bad" by Miranda Lambert and Carrie Underwood
"Day Drinking" by Little Big Town
"Meanwhile Back at Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill
"Raise 'Em Up" by Keith Urban ft. Eric Church


Best Music Film
"Beyonce & Jay Z: On The Run Tour" by Beyonce and Jay Z
"Ghost Stories" by Coldplay
"20 Feet From Stardom" by Darlene Love, Merry Clayton, Lisa Fischer and Judith Hill
"Metallica Through The Never" by Metallica
"The Truth About Love Tour: Live From Melbourne" by Pink


Best Song Written For Visual Media
"Everything Is Awesome!!" from "The Lego Movie" by Tegan and Sara ft. The Lonely Island
"I See Fire" from "The Hobbit" by Ed Sheeran
"I'm Not Gonna Miss You" from "Glen Campbell, I'll Be Me" by Glen Campbell and Julian Raymond
"Let It Go" from "Frozen" performed by Kristen Anderson-Lopez, Robert Lopez
"The Moon Song" from "Her" by Spike Jonze and Karen O


Best Score Soundtrack for Visual Media
"Frozen"
"Gone Girl"
"The Grand Budapest Hotel"
"Gravity"
"Saving Mr. Banks"


Best Comedy Album
"Mandatory Fun" by Weird Al Yankovic
"Obsessed" by Jim Gaffigan
"Oh My God" by Louis C.K.
"Tragedy Plus Comedy Equals Time" by Patton Oswalt
"We Are Miracles" by Sarah Silverman


Best R&B Song
"Drunk In Love" by Beyonce ft. Jay Z
"Good Kisser" by Usher
"New Flame" by Chris Brown ft. Usher and Rick Ross
"Options (Wolfjames Version)" by Luke James ft. Rick Ross
"The Worst" by Jhené Aiko


Pembacaan pemenang The Grammy Awards akan dilangsungkan pada tanggal 8 Februari 2015.


Penulis: Nadia Felicia/NAD


Sumber:Huffington Post


6:23 PM | 0 comments | Read More

Menteri Pariwisata Tantang Sineas Buat Film Super Pendek

Written By Luthfie fadhillah on Friday, December 5, 2014 | 6:58 PM


Palembang - Menteri Pariwisata, Arief Yahya menantang sineas Indonesia untuk membuat film berdurasi super singkat yang bisa dinikmati penonton melalui telepon genggam.


Hal itu dikatakan oleh Arief saat menyampaikan sambutan dalam acara penganugrahan Piala Vidia untuk insan pelaku industri film televisi, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/12).


"Ada lagu panjangnya lima menit. Ada orang kreatif membuatnya menjadi 10 detik, dan dinamakan ringback tone. Saya pikir apakah bisa film yang panjang itu bisa dibuat jadi berdurasi sekitar lima menit. Kalau komersil hampir pasti bisa," kata Arief.


Menurutnya, ide itu didasari oleh masifnya penggunaan ponsel oleh masyarakat Indonesia, yang kini jumlahnya mencapai 250 juta. Menurut Arief, sebanyak 30 persen merupakan ponsel cerdas.


"Orang-orang menonton dan akan mudah aksesnya ke handphone. Generasi berikutnya akan sangat personal dan mobile. Ini adalah challange untuk sineas," kata Arief.


Meski mengusulkan pembuatan film singkat, namun Arief meminta agar produksi film panjang maupun sinetron tidak ditinggalkan.


Selain itu, Arief juga mempunyai ide cemerlang untuk menyebarkan film secara merata ke seluruh penjuru Indonesia. Menurutnya saat ini, film hanya dinikmati oleh masyarakat yang di kotanya terdapat bioskop. Sementara, jumlah bioskop di Indonesia masih sangat terbatas.


"Kalau filmnya sudah digital, bisa dengan mudah dikirim dan disetel. Biaya distribusinya tidak akan besar," kata Arief.


Penulis: Rizky Amelia/FAB


6:58 PM | 0 comments | Read More

Menteri Pariwisata Tantang Sineas Buat Film Super Pendek


Palembang - Menteri Pariwisata, Arief Yahya menantang sineas Indonesia untuk membuat film berdurasi super singkat yang bisa dinikmati penonton melalui telepon genggam.


Hal itu dikatakan oleh Arief saat menyampaikan sambutan dalam acara penganugrahan Piala Vidia untuk insan pelaku industri film televisi, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/12).


"Ada lagu panjangnya lima menit. Ada orang kreatif membuatnya menjadi 10 detik, dan dinamakan ringback tone. Saya pikir apakah bisa film yang panjang itu bisa dibuat jadi berdurasi sekitar lima menit. Kalau komersil hampir pasti bisa," kata Arief.


Menurutnya, ide itu didasari oleh masifnya penggunaan ponsel oleh masyarakat Indonesia, yang kini jumlahnya mencapai 250 juta. Menurut Arief, sebanyak 30 persen merupakan ponsel cerdas.


"Orang-orang menonton dan akan mudah aksesnya ke handphone. Generasi berikutnya akan sangat personal dan mobile. Ini adalah challange untuk sineas," kata Arief.


Meski mengusulkan pembuatan film singkat, namun Arief meminta agar produksi film panjang maupun sinetron tidak ditinggalkan.


Selain itu, Arief juga mempunyai ide cemerlang untuk menyebarkan film secara merata ke seluruh penjuru Indonesia. Menurutnya saat ini, film hanya dinikmati oleh masyarakat yang di kotanya terdapat bioskop. Sementara, jumlah bioskop di Indonesia masih sangat terbatas.


"Kalau filmnya sudah digital, bisa dengan mudah dikirim dan disetel. Biaya distribusinya tidak akan besar," kata Arief.


Penulis: Rizky Amelia/FAB


6:23 PM | 0 comments | Read More

Opera Tari Gandari, Interpretasi Puisi Goenawan Mohamad dalam Bentuk Seni Pertunjukan

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, December 4, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Penyair Goenawan Mohamad pernah menafsirkan sosok Gandari -ibu dari Kurawa dalam cerita klasik Mahabharata- dalam bentuk puisi di 2013. Puisi tersebut memberikan sudut pandang berbeda dari Gandari yang selama ini selalu berada di posisi antagonis.


Dalam puisinya, Goenawan Mohamad menampilkan sosok Gandari sebagai subjek, yakni seorang pribadi atau perempuan sekaligus ibu yang mengalami banyak hal dalam hidupnya dan mencoba mengambil sikap dari apa yang ia alami.


Puisi tersebut menarik perhatian Tony Prabowo, penggubah yang juga kurator musik dan tari di Komunitas Salihara, hingga tercetus ide untuk memproduksi seni pertunjukan dari puisi tersebut.


"Ide pembuatan opera tari ini sudah ada sejak 2011, bahkan sebelum puisi Gandari ini ada. Saya memang memiliki keinginan memproduksi suatu pertunjukan opera tari besar. Saat membaca teks puisi Gandari langsung tercetus ide-ide dan saya langsung memikirkan Yudi A. Tajudin (sutradara teater kontemporer) dan Akiko Kitamura (koreografer asal Jepang) untuk bekerja sama," kata Tony Prabowo, komposer, pada jumpa pers Opera Tari Gandari di Jakarta, Kamis (4/12).


Pertunjukan Opera Tari Gandari melibatkan beberapa negara dan disiplin ilmu. Dalam pertunjukkan yang digelar Yayasan Taut Seni dan didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya ini, menggabungkan seni sastra, musik dan tari kontemporer dan juga tata rupa. "Ini adalah opera tari pertama di Indonesia yang diiringi penampilan secara langsung dari grup orkestra internasional," ungkap Yudi A. Tajudin.


Opera Tari Gandari akan diiringi oleh orkestra klasik Asko Schonberg dari Amaterdam, Belanda. Selain itu, pertunjukan ini juga akan dinaratori oleh Sita Nursanti (penyanyi dan penyiar radio) dan Landung Simatupang (aktor dan sutradara teater).


"Kami juga menampilkan enam penari yang tiga di antaranya merupakan penari profesional dari Jepang dan sisanya penari profesional asal Solo, Jawa Tengah," ujar Yudi.


Pementasan Opera Tari Gandari akan dikemas lebih modern dan kekinian dengan mengadopsi disiplin musik dan tari kontemporer barat, namun tetap terinspirasi dari seni tradisional. "Hal itu ditujukan agar pesannya lebih sampai ke penonton dengan baik," tandas Yudi.


Selain itu, Tony Prabowo juga khusus membuat musik baru untuk pertunjukan ini, yakni sebuah musik kontemporer awal abad 20 yang merupakan sebuah genre, istilah yang berasal dari musik klasik barat.


Pementasan Opera Tari Gandari akan diselenggarakan pada 12-13 Desember mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada pukul 20.00 WIB. Tiket dapat dibeli di www.blibli.com mulai dari Rp 150.000 (Kelas II), Rp 250.000 (Kelas I) dan untuk VIP Rp 350.000.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


6:58 PM | 0 comments | Read More

Djakarta Warehouse Project Tanpa Bintang Utama


Jakarta - Festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) akan kembali digelar pada 12-13 Desember 2014 di JiExpo, Kemayoran Jakarta Pusat. Pada DWP keenam ini, Ismaya Live selaku penyelenggara bakal kembali menghadirkan sederetan disc jockey (DJ) kenamaan dari seluruh dunia. Berbeda dari DWP sebelumnya yang menghadirkan bintang utama seperti David Guetta dan Pitbul, maka pada tahun ini tidak akan ada superstar.


"Tidak ada headliner yang menonjol. Ketika ke DWP, pengunjung enggak hanya akan menonton satu dua line up (DJ Pengisi acara). Tetapi semuanya. Semua line up, semuanya headliner," kata Brand Manager Ismaya, Live Yudha Perdana, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Gatoto Subroto, Kamis (4/12).


Meski tidak ada bintang utama yang menonjol, namun Yudha menjanjikan DWP tahun ini tetap akan meriah. Deretan nama-nama DJ dunia siap untuk menggoyang pengunjung DWP. Di antaranya adalah Kaskade, Steve Aoki, Peking Duk, Rasmus Raber, Nervo, dan masih banyak lainnya.


Bahkan, DJ yang sudah mendapatkan enam penghargaan Grammy, yaitu Skrillex akan tampil dalam DWP. DJ asal Belanda yang pernah bekerja sama dengan David Guetta, Calvin Harris, dan Avicii ini juga siap memainkan musik kreasinya dari di balik turntable.


Adapun DJ lokal yang akan diajak unjuk kebolehan memadumadankan musik adalah DJ Aay, Winky Wirjawan, Adhe Bachtiar, DJ Hizkia, DJ Justeen dan lain-lainnya.


"Resident DJ kami sudah siapkan banyak hal. Our local heroes ini punya massa dan fans yang banyak. Mereka juga sudah main di berbagai event internasional," terang Yudha.


Yudha menerangkan, DWP selalu melakukan perbaikan dalam setiap penyelenggaraannya. Tahun ini, DWP diselenggarakan dua hari untuk menjawab pemintaan pengunjung DWP tahun sebelumnya.


DWP juga menyediakan shuttle bus yang akan mengantar dan menjemput pengunjung DWP. Shuttle bus ini bisa ditemukan di  Grand Indonesia, Kota Kasablanka, dan Gandaria City.


Untuk memberikan kemudahan kepada penggemar DWP, maka Ismaya Live membuat DWP application yang bisa diunduh di ponsel pintar berbasis Android dan IOS. Dengan aplikasi DWP ini, penggemar DWP bisa mengatur jadwal menonton sekaligus terdapat reminder.


Kejutan untuk para penggemar DWP tahun ini adalah Life In Color. Nantinya, para pengunjung DWP yang sedang menikmati musik dari pada DJ kelas dunia, akan disiram dengan cat air berwarna-warni.


"Yang menjadi kunci berbeda, pertama kali di Asia Tenggara ada Life In Color. Nanti ada gimmick penonton disiram cat air. Jadi siap-siap bawa baju ganti karena sudah pasti basah dan berwarna-warni," kata Yudha.


Tiket, kata Yudha, hingga kini masih bisa diperoleh di sejumlah konter penjualan tiket. Pihak panitia kasih memberikan potongan harga untuk pembelian tiket beberapa hari sebelum event DWP digelar. Harga tiket DWP mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1,8 juta.


Ismaya Live menargetkan 50.000 orang pengunjung memenuhi Jiexpo Kemayoran selama penyelenggaraan acara ini.


Penulis: Rizky Amelia/NAD


6:23 PM | 0 comments | Read More

Petualangan "The Librarian" Tayang di Seluruh Asia

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, December 3, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Universal Networks International (UNI), divisi saluran internasional dari NBCUniversal, telah mengumumkan bahwa Electric Entertainment memproduksi serial TV The Librarians yang ditayangkan di Universal Channel – rumah dengan "100 persen Karakter". Serial ini akan ditayangkan di seluruh Asia dalam waktu 24 jam setelah tayang di jaringan TNT di AS mulai Desember 2014


Penonton Universal Channel di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Taiwan, Hong Kong dan banyak lagi, semua akan dapat menyaksikan Noah Wyle (Falling Skies, ER) mengulangi perannya dari trilogi film The Librarians. Ini adalah serial baru yang dibintangi Rebecca Romijn (X-Men) – waktu yang sama dengan tayang perdana di AS.


Romijn bergabung dengan Christian Kane (Leverage), Lindy Booth (Dawn of the Dead) dan John Kim (The Pacific) sebagai pelindung harta mistis di dunia bersama pemenang penghargaan Emmy, John Larroquette (Night Court, Deception), memerankan pengasuh mereka. Pemenang Emmy, Bob Newhart (The Big Bang Theory, The Bob Newhart Show) dan Jane Curtin (Kate & Allie 3rd Rock from the Sun) mengulangi karakter mereka dari trilogi film itu, pada awal seri. Matt Frewer (Max Headroom, Falling Skies) juga dipasang untuk memainkan peran berulang.


"Sebuah drama pertualangan aksi yang didorong oleh sekelompok karakter berani dan unik, The Librarians adalah tambahan yang menarik untuk jajaran pemrograman Universal Channel di seluruh dunia," komentar Steve Patscheck, Wakil Presiden Eksekutif Pemrograman Universal Networks International dalam siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini. "Kami sangat senang menjadi bagian dari seri baru yang akan tayang dalam waktu 24 jam setelah debut di AS, yang memberikan pemirsa internasional kemudahan agar segera melihat akting para pemainnya."


"Dengan The Librarians, kami tahu telah memiliki serial besar di tangan kami. Dan sekarang bersama Universal Networks International sebagai mitra, kami sangat gembira bahwa kita akan memiliki jangkauan global dan publisitas yang layak," kata Kepala Distribusi International Electric, Sonia Mehandjiyska.


The Librarians berpusat pada sebuah organisasi kuno tersembunyi di bawah Perpustakaan Umum Metropolitan di New York yang didedikasikan untuk melindungi dunia dari ketidaktahuan akan rahasia, realitas magis yang tersembunyi di sekitar. Kelompok yang beranggota berbagai karakter menarik ini memecahkan misteri-misteri yang mustahil, melawan berbagai ancaman supranatural dan menemukan kembali artefak-artefak berpengaruh dari seluruh dunia. Di antara artefak yang terdapat di perpustakaan adalah Tabut Perjanjian, Tombak Takdir, Piala & Pedang Yudas. Hanya orang dengan keahlian khusus yang bisa bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan melindungi semua artefak ini. Dan yang lebih penting, untuk mencegahnya jatuh ke tangan yang salah.


Film franchise The Librarians dimulai pada 2004 dengan sekuel pada 2006 dan 2008. Bagian pertama dinilai sebagai film nomor satu kabel dasar di film tahunan AS, sedangkan bagian kedua masuk dalam lima besar film kabel dasar yang disiarkan televisi pada tahun itu dan menjadi sekuel film kabel asli nomor satu. The Librarians ditangani oleh produser eksekutif Wyle, Dean Devlin, John Rogers, dan Marc Roskin.


Penulis: NAN/FER


Sumber: Investor Daily


6:58 PM | 0 comments | Read More

Petualangan "The Librarian" Tayang di Seluruh Asia


Jakarta - Universal Networks International (UNI), divisi saluran internasional dari NBCUniversal, telah mengumumkan bahwa Electric Entertainment memproduksi serial TV The Librarians yang ditayangkan di Universal Channel – rumah dengan "100 persen Karakter". Serial ini akan ditayangkan di seluruh Asia dalam waktu 24 jam setelah tayang di jaringan TNT di AS mulai Desember 2014


Penonton Universal Channel di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Taiwan, Hong Kong dan banyak lagi, semua akan dapat menyaksikan Noah Wyle (Falling Skies, ER) mengulangi perannya dari trilogi film The Librarians. Ini adalah serial baru yang dibintangi Rebecca Romijn (X-Men) – waktu yang sama dengan tayang perdana di AS.


Romijn bergabung dengan Christian Kane (Leverage), Lindy Booth (Dawn of the Dead) dan John Kim (The Pacific) sebagai pelindung harta mistis di dunia bersama pemenang penghargaan Emmy, John Larroquette (Night Court, Deception), memerankan pengasuh mereka. Pemenang Emmy, Bob Newhart (The Big Bang Theory, The Bob Newhart Show) dan Jane Curtin (Kate & Allie 3rd Rock from the Sun) mengulangi karakter mereka dari trilogi film itu, pada awal seri. Matt Frewer (Max Headroom, Falling Skies) juga dipasang untuk memainkan peran berulang.


"Sebuah drama pertualangan aksi yang didorong oleh sekelompok karakter berani dan unik, The Librarians adalah tambahan yang menarik untuk jajaran pemrograman Universal Channel di seluruh dunia," komentar Steve Patscheck, Wakil Presiden Eksekutif Pemrograman Universal Networks International dalam siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini. "Kami sangat senang menjadi bagian dari seri baru yang akan tayang dalam waktu 24 jam setelah debut di AS, yang memberikan pemirsa internasional kemudahan agar segera melihat akting para pemainnya."


"Dengan The Librarians, kami tahu telah memiliki serial besar di tangan kami. Dan sekarang bersama Universal Networks International sebagai mitra, kami sangat gembira bahwa kita akan memiliki jangkauan global dan publisitas yang layak," kata Kepala Distribusi International Electric, Sonia Mehandjiyska.


The Librarians berpusat pada sebuah organisasi kuno tersembunyi di bawah Perpustakaan Umum Metropolitan di New York yang didedikasikan untuk melindungi dunia dari ketidaktahuan akan rahasia, realitas magis yang tersembunyi di sekitar. Kelompok yang beranggota berbagai karakter menarik ini memecahkan misteri-misteri yang mustahil, melawan berbagai ancaman supranatural dan menemukan kembali artefak-artefak berpengaruh dari seluruh dunia. Di antara artefak yang terdapat di perpustakaan adalah Tabut Perjanjian, Tombak Takdir, Piala & Pedang Yudas. Hanya orang dengan keahlian khusus yang bisa bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan melindungi semua artefak ini. Dan yang lebih penting, untuk mencegahnya jatuh ke tangan yang salah.


Film franchise The Librarians dimulai pada 2004 dengan sekuel pada 2006 dan 2008. Bagian pertama dinilai sebagai film nomor satu kabel dasar di film tahunan AS, sedangkan bagian kedua masuk dalam lima besar film kabel dasar yang disiarkan televisi pada tahun itu dan menjadi sekuel film kabel asli nomor satu. The Librarians ditangani oleh produser eksekutif Wyle, Dean Devlin, John Rogers, dan Marc Roskin.


Penulis: NAN/FER


Sumber: Investor Daily


6:23 PM | 0 comments | Read More

Yuka "Idol" Nostalgia Bareng Doraemon di Ancol

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, December 2, 2014 | 6:58 PM


Jakarta - Penyanyi berdarah Jepang-Indonesia yang merupakan jebolan Indonesian Idol, Yuka Tan, mengaku tersanjung dipilih menjadi duta Doraemon 100 Secret Gadget Expo yang berlangsung di Ancol Beach City Mall, Jakarta, dari 29 November 2014 sampai 9 Maret 2015.


Dia mengaku sangat mengenal karakter robot kucing karya komikus Jepang Fujiko F. Fujio ini.


"Dari SD sudah suka nonton Doraemon di televisi. Bahkan, saya juga koleksi komiknya. Sayangnya, waktu sekitar kelas tiga SMP komik-komik tersebut hilang karena pindah rumah," katanya di sela-sela acara Grand Launching Doraemon 100 Secret Gadget Expo di Ancol Beach City Mall, Jakarta, Selasa (2/12).


Yuka merasa, pameran ini membuka kembali ingatan lama tentang masa kecilnya dulu.


"Pameran ini sebagai alat nostalgia para pengunjung yang waktu kecil suka dengan Doraemon. Bagi yang ingin mengingat masa kecil sebaiknya datang kesini," ujarnya.


Dalam acara ini, ia bakal menggelar meet and greet dengan para penggemarnya yang juga menyukai Doraemon.


"Selain itu, saya juga ingin jalan-jalan bersama keluarga di pameran ini," katanya.


Penulis: Kharina Triananda/FIR


6:58 PM | 0 comments | Read More

Yuka "Idol" Nostalgia Bareng Doraemon di Ancol


Jakarta - Penyanyi berdarah Jepang-Indonesia yang merupakan jebolan Indonesian Idol, Yuka Tan, mengaku tersanjung dipilih menjadi duta Doraemon 100 Secret Gadget Expo yang berlangsung di Ancol Beach City Mall, Jakarta, dari 29 November 2014 sampai 9 Maret 2015.


Dia mengaku sangat mengenal karakter robot kucing karya komikus Jepang Fujiko F. Fujio ini.


"Dari SD sudah suka nonton Doraemon di televisi. Bahkan, saya juga koleksi komiknya. Sayangnya, waktu sekitar kelas tiga SMP komik-komik tersebut hilang karena pindah rumah," katanya di sela-sela acara Grand Launching Doraemon 100 Secret Gadget Expo di Ancol Beach City Mall, Jakarta, Selasa (2/12).


Yuka merasa, pameran ini membuka kembali ingatan lama tentang masa kecilnya dulu.


"Pameran ini sebagai alat nostalgia para pengunjung yang waktu kecil suka dengan Doraemon. Bagi yang ingin mengingat masa kecil sebaiknya datang kesini," ujarnya.


Dalam acara ini, ia bakal menggelar meet and greet dengan para penggemarnya yang juga menyukai Doraemon.


"Selain itu, saya juga ingin jalan-jalan bersama keluarga di pameran ini," katanya.


Penulis: Kharina Triananda/FIR


6:23 PM | 0 comments | Read More

Rayakan 20 Tahun, Bengkel Tari AyuBulan Pertunjukkan Kemilau Legong

Written By Luthfie fadhillah on Monday, December 1, 2014 | 6:58 PM


Jakarta – Menandai dua dekade berdiri, Bengkel Tari AyuBulan menggelar pagelaran tari "Kemilau Legong" di Goethe Institute, Jakarta, Minggu (30/11). Sekitar 200-an pengunjung memenuhi tempat yang dihias dengan dekorasi serta wewangian khas Bali tersebut. Bukan sekadar meramaikan perayaan tahun ke-20 komunitas pecinta tari Legong pagelaran tari tersebut dihelat juga untuk menunjukkan kemegahan tarian klasik asal Bali itu.


“Legong adalah puisi tari yang berakar dari tarian kuno Gambuh dan tarian sakral Sanghyang. Ia kemudian menjelma menjadi salah satu tarian klasik khas Bali,” kata pendiri Bengkel dan Studio Tari AyuBulan, Bulantrisna Djelantik, ditemui di sela-sela pagelaran.


Perempuan yang akrab dipanggil Biyan Bulan itu merupakan salah satu pakar tari Legong di Indonesia. Ia bersama grup tari Bengkel Tari AyuBulan telah memperkenalkan tarian Legong ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri.


Menurut Biyan Bulan, tari Legong merupakan tarian sakral yang dihadirkan di setiap acara ritual adat. Tarian Legong diketahui setidaknya 22 jenis tarian berbeda, yang saat ini hanya tersisa 12 jenis.


“Masyarakat luas lebih mengenal tarian Legong keraton dibandingkan jenis tarian Legong lainnya. [Komunitas dan pagelaran ini dihelat karena] kami ingin membangkitkan kembali sekaligus memperkenalkan jenis tari Legong yang lain agar tidak punah,” kata Ketua Panitia "Kemilau Legong", Putri Minangsari.


Pertunjukan tari yang berlangsung selama dua jam ini menampilkan tarian drama Smaradahana yang bercerita mengenai kedukaan di kahyangan.


Sedangkan tiga jenis tarian non-drama yang ditampilkan, yaitu Tari Legong Kupu-kupu carum yang menceritakan kehidupan singkat penuh manfaat dari seekor kupu-kupu. Tari Legong Kuntir yang mengisahkan perkelahian dua ksatria kakak beradik Subali dan Sugriwa dalam cerita Ramayana dan Tari Legong Kuntul yang menggambarkan sekawanan burung kuntul.


Penulis: Maya Martini/NAD


6:58 PM | 0 comments | Read More

Rayakan 20 Tahun, Bengkel Tari AyuBulan Pertunjukkan Kemilau Legong


Jakarta – Menandai dua dekade berdiri, Bengkel Tari AyuBulan menggelar pagelaran tari "Kemilau Legong" di Goethe Institute, Jakarta, Minggu (30/11). Sekitar 200-an pengunjung memenuhi tempat yang dihias dengan dekorasi serta wewangian khas Bali tersebut. Bukan sekadar meramaikan perayaan tahun ke-20 komunitas pecinta tari Legong pagelaran tari tersebut dihelat juga untuk menunjukkan kemegahan tarian klasik asal Bali itu.


“Legong adalah puisi tari yang berakar dari tarian kuno Gambuh dan tarian sakral Sanghyang. Ia kemudian menjelma menjadi salah satu tarian klasik khas Bali,” kata pendiri Bengkel dan Studio Tari AyuBulan, Bulantrisna Djelantik, ditemui di sela-sela pagelaran.


Perempuan yang akrab dipanggil Biyan Bulan itu merupakan salah satu pakar tari Legong di Indonesia. Ia bersama grup tari Bengkel Tari AyuBulan telah memperkenalkan tarian Legong ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri.


Menurut Biyan Bulan, tari Legong merupakan tarian sakral yang dihadirkan di setiap acara ritual adat. Tarian Legong diketahui setidaknya 22 jenis tarian berbeda, yang saat ini hanya tersisa 12 jenis.


“Masyarakat luas lebih mengenal tarian Legong keraton dibandingkan jenis tarian Legong lainnya. [Komunitas dan pagelaran ini dihelat karena] kami ingin membangkitkan kembali sekaligus memperkenalkan jenis tari Legong yang lain agar tidak punah,” kata Ketua Panitia "Kemilau Legong", Putri Minangsari.


Pertunjukan tari yang berlangsung selama dua jam ini menampilkan tarian drama Smaradahana yang bercerita mengenai kedukaan di kahyangan.


Sedangkan tiga jenis tarian non-drama yang ditampilkan, yaitu Tari Legong Kupu-kupu carum yang menceritakan kehidupan singkat penuh manfaat dari seekor kupu-kupu. Tari Legong Kuntir yang mengisahkan perkelahian dua ksatria kakak beradik Subali dan Sugriwa dalam cerita Ramayana dan Tari Legong Kuntul yang menggambarkan sekawanan burung kuntul.


Penulis: Maya Martini/NAD


6:23 PM | 0 comments | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger